oleh

Ini Penjelasan Kapolres Sumba Barat Terkait OTT Mantan Kadis dan Kabid Dinas PMD di SBD

RADARNTT, Waikabubak – Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan Arianto, SIK, MH., mengklarifikasi pemberitaaan yang disampaikan oleh pengacara Robert Salu terkait kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan Kadis dan Kabid pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sumba Barat Daya tahun 2019 silam.

Pemberitaan dilansir dari Victory News, Robert Salu selaku kuasa hukum dari Rinto Danggaloma dan Alexander Saba Kodi, mempertanyakan proses hukum yang dilakukan penyidik Polres Sumba Barat. Robert Salu memohon keadilan dan kepastian hukum terhadap kliennya.

Ia juga meminta kepada pihak kepolisian dalam hal ini penyidik Polres Sumba Barat untuk menertibkan surat peberhentian penyidikan, jika perkara yang menimpa mantan Kadis dan Kabid pada Dinas PMD Kabupaten Sumba Barat Daya, tidak memenuhi unsur pidana.

Dalam pernyataan Rober Salu, ia memohon kepada Kapolda NTT untuk mengambil sikap dan ia menilai bahwa penyidik pada Unit Tipikor polres Sumba Barat tidak melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara profesional dalam menangani kasus tersebut, sehingga tidak ada kejelasan terhadap kasus yang menimpa kliennya.

Terkait pernyataan Robert Salu selaku kuasa hukum dari mantan Kadis dan Kabid pada Dinas PMD Kabupaten Sumba Barat Daya tersebut yang disampaikan melalui pemberitaan, Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan Arianto melakukan klarifikasi terhadap pernyataan Robert Salu selaku advokat dan konsultasi hukum. Kapolres mengakatan bahwa selama menjabat sebagai Kapolres Sumba Barat sejak tahun 2020 hingga sekarang sudah melakukan gelar perkara di tingkat Polda NTT sebanyak dua kali dan empat kali kirim berkas perkara di Kejaksaan Negeri Waikabubak.

“Selama saya ditugaskan menjabat sebagai Kapolres Sumba Barat sejak tahun 2020, saya sudah melakukan gelar perkara di tingkat Polda NTT sebanyak dua kali dan empat kali mengirimkan berkas perkara di Kejaksaan Negeri Sumba Barat,” kata Kapolres yang ditemuai media ini di ruang kerjanya, Rabu (24/11/2021) siang.

Kapolres juga mengatakan bahwa semua petunjuk-petunjuk dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Waikabubak, semuanya sudah dilengkapi termasuk memeriksa lima saksi ahli.

“Berdasarkan petunjuk-petunjuk dari Jaksan Penuntut Umum (JPU), semuanya kami sudah lengkapi termasuk memeriksa 5 (lima) saksi ahli, yakni : dua orang saksi ahli hukum pidana, satu orang saksi ahli bahasa, satu orang saksi ahli dari Kementrian dan saksi ahli konsultan pendamping wilayah V di Provinsi NTT,”  jelas Kapolres Irwan

Kapolres Sumba Barat menyayangkan pernyataan pengacara Robert Salu di media sosial yang menyatakan bahwa penyidik Polres Sumba Barat tidak profesional. Dimana pada bulan September 2021 yang belum lama ini menurut Kapolres, Robert Salu masih mendatangi Mapolres Sumba Barat dan Kapolres Sumba Barat memberikan penjelasan terkait kasus OTT yang menimpa mantan Kadis dan Kabid pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

“Kami menyayangkan terhadap pemberitaan yang disampaikan oleh pengacara atas nama Robert Salu, karena dimana pada bulan September 2021 lalu saudara Robert Salu sudah bertemu dengan kami dan kami sudah menjelaskan bahwa kasus OTT ini tetap kami akan tindak lanjuti. Dan yang bersangkutan (pengacara Robert Salu) itu tidak cukup bukti, dan saya katakan kita tunggu nanti dalam proses pengadilan ke depan yang akan kita laksanakan”, terang Kapolres

Untuk diketahui, pada hari Rabu, 24 November 2021 Kapolres Sumba Barat melalui penyidik pada Unit Tipikor Polres Sumba Barat telah mengirimkan berkas perkara yang kelima kali terhadap kasus OTT mantan Kadis dan Kabid pada Dinas PMD Kabupaten Sumba Barat Daya kepada Kejaksaan Negeri Waikabubak. Kapolres berharap agar berkas hasil gelar perkara di tingkat Polda Nusa Tenggara Timur dan keterangan saksi ahli yang sudah dikirim hari ini, dapat dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan bisa disidangkan di Pengadilan Tipikor.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Kejari Sumba Barat dan hari ini Rabu tanggal 24 November 2021, kami sudah mengirimkan berkas perkara yang kelima kali di Kejaksaan Negeri Waikabubak. Semoga dengan pengiriman berkas hasil gelar perkara di tingkat Polda NTT dan keterangan saksi ahli dapat dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar bisa disidangkan di Pengadilan Tipikor”, tutup Kapolres Irwan Arianto. (AG/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan