oleh

Istri Nardi Jaya Wartawan Bidiknews.Id Trauma Usai Diancam Pria Mabuk

RADARNTT, Borong – YE (24), Istri Nardi Jaya Wartawan Bidiknews.Id asal Kampung Rana Meti, Kelurahan Rongga Koe, Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur mengaku trauma akibat diancam Romanus Dadu (54) yang diketahui mabuk pada Jumat, 14 Mei 2021 lalu.

YE, saat ditemui di kediamannya pada Senin, 17 Mei 2021, mengaku akan mengambil langkah hukum atas tindakan keji yang dilakukan Dadu kepadanya dan keluarga.

Dikatakan YE, Dadu pelaku yang menganiaya dirinya dan melakukan pencobaan membunuh suaminya.

“Dia menghina keluarga saya dan mengancam akan memperkosa saya. Dia bilang ke saya, suruh suami kamu (Nardi Jaya) perbaiki rumah supaya saya pergi tidur dengan kau. Kau punya suami bergaya dengan sepeda motor kredit, gaya macam orang Cina. Suruh Nardi lempar saya punya rumah supaya saya bebas gauli (setubuhi) kau,” ucap YE menirukan perkataan Dadu.

YE mengatakan, saat kejadian tersebut ada dua adik iparnya di rumah. Kedua adik ipar YE juga mendengar perkataan Dadu, karena saat itu Dadu mendekati rumahnya.

“Sekitar jam 12.00 Wita ia minum mabuk dan karoke di rumahnya. Kemudian, Sekitar pkl.14.00 Wita pada hari Jumat itu, dia datang bawa parang dan mencaci saya lalu ancam mau perkosa saya. Dan waktu mengucapkan kata-kata itu, ia berdiri di pohon rambutan yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah saya,” tutur YE.

YE menambahkan, setelah mengelurkan kata-kata kotor dan ancaman pemerkosaan, Dadu mengancam hendak membunuh Nardi Jaya (suami YE).

“Nardi kalau kau jago, ke luar rumah dan hadapi saya punya parang. Hari ini saya mau bunuh kau,” kata YE meniru ucapan Romanus Dadu.

Dikatakan YE, saat itu dia langsung menelepon suaminya yang saat itu sedang bertugas di Borong. Pasca kejadian tersebut, YE mengaku sangat trauma.

“Waktu itu saya hanya diam karena sangat ketakutan. Lalu saya menelepon suami yang saat itu sementara menjalankan tugas peliputan di Borong. Atas kejadian ini, saya berencana secepatnya membuat laporan ke pihak berwajib,” ucapnya.

Pernyataan YE tersebut diperkuat saksi EH (Adik Ipar YE) yang saat itu juga mendengar ucapan yang dilontarkan Dadu.

“Saya dengar semua ucapan Dadu. Dia maki-maki, ancam perkosa dan ancam bunuh kakak Nardi Jaya,” ungkap EH.

Selain EH, saksi lainya YT, yang merupakan tetangga Dadu mendengar ancaman Dadu tersebut. Menurut YT, benar adanya jika Dadu mengancam dan menghina keluarga Nardi Jaya.

“Saya dengar dan warga lainya juga dengar. Banyak anak-anak yang lagi timba air dengar Dadu omong kotor seperti itu kok. Dadu ini kalau sedang mabuk memang sering buat onar. Kali ini memang agak parah dia. Jadi apa yang dismpaikan istri Nardi Jaya itu benar,” kata YT.

Sementara itu, Unit Reskrim Polsek Waelengga menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Sebanyak 5 anggota dari Polsek diturunkan. Turut hadir Kapolsek Waelengga, IPTU Ketut Kantun.

Usai olah TKP, kepada sejumlah wartawan, IPTU Ketut Kantun berjanji untuk mengusut kasus ini hingga tuntas. “Kami akan mempercepat proses penanganan kasus ini. Pokoknya kami usut hingga tuntas,” ujar Kantun.

Secara terpisah, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Benediktus Fir kepada media ini mengatakan pihak korban harus laporkan ke pihak berwajib.

“Tindakan kekerasan terhadap perempuan harus dihentikan. Apalagi mengancam. Harus dihentikan, dan pihak korban harus melaporkan kekerasan itu di pihak yang berwajib,” tutur Kabid yang kerap disapa Ben Fir itu.

Dikatakannya bahwa pada jaman sekarang antara laki laki dan perempuan tidak ada bedanya dihadapan hukum.

“Kami siap mendampingi pihak korban untuk mendapatkan haknya dalam hukum. Dinas BP2KBP3A siap dampingi apabila melapor ke kami,” tutupnya. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan