oleh

Jalan Provinsi di Sumba Barat Nyaris Putus, Sulit Dilewati Roda Empat

RADARNTT, Waikabubak – Ruas jalan provinsi tepatnya di Lapale sebagai jalur utama transportasi penghubung antara Kota Waikabubak dengan tiga Kecamatan di Sumba Barat, yakni Kecamatan Wanokaka, Lamboya dan Laboya Barat nyaris putus. Kondisi jalan tiba-tiba tenggelam turun menyebabkan arus lalu lintas terutama kendaraan roda empat mengalami kendala melewati jalan tersebut.

Jalan hotmix yang dibangun tahun 2019 itu diduga rusak akibat curah hujan masih tinggi melanda daerah itu.

Pantauan media ini di lokasi, Rabu (7/4/2021) siang, bagian jalan yang nyaris putus itu diperkirakan sepanjang 5-10 meter badan jalan tenggelam turun sekira setengah meter.

Sebelumnya, badan jalan yang nyaris putus itu nampak sudah diatasi dengan penimbunan sirtu pilihan sebanyak tiga kali, sehingga akses jalan raya tersebut kembali lancar. Namun, belakangan ini badan jalan tersebut kembali rusak dan sirtu yang ditimbun sebelumnya semakin turun akibat curah hujan yang masih tinggi.

Menurut Okta Weiri Rittabewa yang ditemui media ini ketika melintas jalur jalan itu, Rabu (7/4/2021) siang mengatakan, kerusakan hingga nyaris putus jalan akibat tanah turun sangat parah terjadi ketika hujan turun berturut-turut selama empat hari.

Karena itu, Okta meminta kepada pihak terkait untuk segera memperbaiki jalan yang nyaris putus tersebut.

“Akses melalui Lapale adalah jalur yang vital baik di bidang transportasi, pelayanan publik dan perekonomian masyarakat di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Wanokaka, Lamboya dan Laboya Barat. Tak bisa dipungkiri jika jalan ini akhirnya harus putus, maka akan menjadi masalah besar bagi ketiga kecamatan terutama Lamboya dan Laboya Barat (Gaura),” jelasnya.

Jalur lewat Lapale, jelas Okta, merupakan satu-satunya akses jalan raya utama. Dengan kondisi ruas jalan raya ini yang nyaris putus, sebagai masyarakat pengguna jalan ini saya berharap, untuk segera ditangani oleh pihak terkait..

Okta Weiri Rittabewa juga berharap, agar pihak terkait segera merespon dengan kondisi ruas jalan saat ini. Semoga ada respon cepat dari pemerintah untuk mengupayakan perbaikan di titik tersebut dengan membangun kawat bronjong.

“Karena struktur tanah tepatnya di ruas jalan yang nyaris putus tersebut sangat labil atau dibangun jembatan mini karena titik ini cukup rawan dengan longsor setiap musim hujan setiap tahun,” tegas Okta.

Awak media masih berupaya menghubungi pihak Bina Marga Dinas PUPR provinsi NTT terkait kerusakan tersebut namun belum bisa terhubung karena handphone Kepala Bidang Bina Marga belum aktif. (AG/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan