oleh

Kabar Gembira, Dua Desa Dinobatkan Desa Cantik di Manggarai Timur

-Daerah, Matim-1.753 views

RADARNTT, Borong – Dua Desa di kabupaten Manggarai Timur dinobatkan sebagai Desa Cantik oleh Badan Pusat Statistik (BPS) RI dalam Program 100 Desa Cantik.

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapatkan tiga desa cantik, satu dari kabupaten Sumba Barat, dan dua desa dari kabupaten Manggarai Timur, yakni desa Nanga Labang di kecamatan Borong dan desa Watu Mori di kecamatan Rana Mese.

Kepala BPS Provinsi NTT, Darwis Sitorus, melalui wakilannya, Indra Achmad Sofyan Souri, pada saat kegiatan launching Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) berlokasi di Rumah Jabatan Bupati Manggarai Timur, Golo Lada, Kelurahan Rana Loba, kecamatan Borong, Kamis, (24/6/2021).

Dalam kesempatan itu Indra mengatakan bahwa, ijinkan saya menyampaikan hal penting terkait Satu Data Indonesia dan Pembinaan Statistik Sektoral, BPS tengah berupaya memantapkan diri agar keberadaan BPS senantiasa menjadi mitra kerja Pemerintah Daerah dan Pemangku Kebijakan selaku Pembina Statistik Sektoral yang lebih dapat dirasakan manfaatnya dalam ranah perencanaan pembangunan dan kebijakan maupun ranah peningkatan kualitas pelayanan yang lebih mengkhalayak dalam wujud pembinaan statistik sektoral.

Oleh karena itu, kata dia, BPS Provinsi NTT menyambut dengan penuh sukacita dan harapan yang besar atas kehadiran dua Desa Cantik di kabupaten Manggarai Timur yakni desa Nanga Labang kecamatan Borong dan desa Watu Mori kecamatan Rana Mese.

“Semoga Kedua Desa Cantik ini menjadi role model bagi desa-desa lain di provinsi NTT pada umumnya dan kabupaten Manggarai Timur pada khususnya. Desa-desa Cantik yang hadir ini sepatutnya dapat menjadi bagian dari Agenda Masterplan Kota Cerdas (Smart City) dan Quick Win Program Unggulan Kabupaten/Kota pada Kawasan Pariwisata Prioritas Nasional Tingkat Kabupaten Manggarai Timur sebagai pendukung aspek perencanaan dan langkah dinamis kebijakan pemerintah daerah demi percepatan mewujudkan sembilan agenda perubahan dalam Nawacita Presiden maupun merealisasikan visi dan misi pemerintah daerah,” tutur Indra.

Lebih lanjut ia mengatakan, desa-desa Cantik yang hadir diharapkan dapat meningkatkan dan memperluas kebermanfaatan tata kelola dan kesadaran statistik sekaligus memacu terselenggaranya Statistik Sektoral yang Mandiri sesuai Norma, Standard, Prosedur, dan Kriteria yang berlaku dalam mewujudkan kedaulatan Data dari Desa menuju Satu Data Indonesia.

“Saat ini kita dihadapkan pada dunia yang serba sulit diterka dan selalu berubah, situasi yang disebut oleh para ahli sebagai VUCA world (Volatile, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity),” tandasnya.

Menurut Indra, permasalahan yang muncul adalah permasalahan yang kompleks, yang tidak dapat lagi diselesaikan dengan cara-cara yang konvensional. Pekerjaan kita bukan hanya mengupayakan solusi atas permasalahan yang ada, melainkan juga secara simultan membangun kapasitas institusi pemerintah yang dinamis, kompeten, dan adaptif sehingga mampu bertahan di tengah persaingan global.

“Pencanangan dua Desa Cantik di Kabupaten Manggarai Timur merupakan suatu tonggak pembaharuan sekaligus suatu langkah strategis dalam membangun sinergitas dan perbaikan kualitas indikator-indikator strategis yang dibangun dari desa,” terangnya.

Indra menerangkan, sebagai suatu upaya yang mengombinasikan perbaikan kualitas sistem birokrasi dan pembinaan statistik sektoral pada level desa dengan terus mengedepankan inovasi dan pemanfaatan serta penguasaan teknologi informasi.

“Setidaknya ada empat poin penting sebagai tantangan yang dapat kita telaah dari momentum ini, yaitu: Kesatu, Desa Cantik merupakan inovasi untuk mendobrak rutinitas dan berorientasi pada perwujudan berbagai indikator strategis demi mendorong pembangunan yang tepat sasaran yang berawal dari data yang berkualitas yang dibangun dari desa,” tuturnya.

Kedua, Desa Cantik diharapkan menjadi solusi terhadap harmonisasi atas sengketa data dan anggapan bahwa data ada dimana-mana tapi saat dibutuhkan tidak ada data dimana-mana. Ketiga, Desa Cantik mengintegrasikan komitmen, pelayanan, sinergi dan proses bisnis penghimpunan data strategis dari desa demi mewujudkan NTT Satu Data dan Satu Data Indonesia.

Keempat, Desa Cantik adalah bagian dari Pembangunan Total atas Desa/Kelurahan sebagai wujud meningkatnya kepercayaan kepada desa/kelurahan untuk mengelola pembangunan,” jelasnya.

Pada hakikatnya, kata Indra, upaya dan dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur dalam mewujudkan Desa Cantik ini patut kita apresiasi bersama karena telah mampu membawa perubahan ke arah yang positif dan sangat fundamental. Namun, lanjutnya, upaya kolektif ini tentunya tidak hanya berhenti sampai disini. Oleh karenanya, kehadiran Desa-Desa Cantik di Kabupaten Manggarai Timur diharapkan mampu menjawab empat tantangan tadi.

Dengan hadirnya dua Desa Cinta Statistik di Kabupaten Manggarai Timur yakni Desa Nanga Labang kecamatan Borong dan Desa Watu Mori kecamatan Rana Mese diharapkan menjadi desa percontohan atas penyelenggaraan data sektoral yang lebih terstruktur, lebih terencana, lebih cepat, lebih mudah dan lebih berkualitas di masa yang akan datang.

Kunci dari efektifitas kehadiran Desa Cantik, menurutnya adalah integrasi kolaboratif dan adaptif dalam meningkatkan kompetensi aparatur desa. Fokus utamanya adalah mempersiapkan aparatur desa agar lebih paham statistik dan mampu mendorong berkembangnya komunitas-komunitas cinta statistik yang lahir di desa-desa.

“Meskipun demikian, integrasi bukanlah hal yang mudah dilaksanakan, karena hal itu menuntut koordinasi dan komunikasi efektif, serta komitmen kuat kita bersama untuk mewujudkannya,” tegasnya.

Oleh karena itu, terang Indra, dengan hadirnya Desa Cantik Nanga Labang dan Watu Mori diharapkan mampu menjadi role model dalam mewujudkan peningkatan kualitas aparatur desa yang modern yang memiliki pola pikir untuk berkinerja tinggi, dengan etos terbaik serta budaya melayani yang dilaksanakan sepenuh hati.

“Berbagai indikator penting yang nantinya kita wujudkan bersama itu pada dasarnya sangatlah dibutuhkan oleh masyarakat. Saya melihat antusiasme yang sangat tinggi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur dalam hal ini, Acara Launching Desa Cantik di Kabupaten Manggarai Timur telah menghadirkan nuansa sinergitas yang sungguh istimewa dan berbeda sebagai sebuah terobosan dalam mewujudkan Kedaulatan Data dari Desa,” tukasnya.

Hal ini menunjukkan niat serta upaya yang baik dari Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur untuk mewujudkan data yang lebih berkualitas. Saya dan semua yang turut hadir dalam acara ini tentunya sangat mengapresiasi niat dan komitmen luar biasa ini.

“Besar harapan semoga komitmen ini diwujudnyatakan dengan niat yang tulus demi menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Manggarai timur, Agas Andreas, dalam sambutannya mengatakan bahwa Desa akan maju dimulai dengan data, Segala kekuatan berawal dari data, menjadi informasi, dan memberi pengetahuan.

“Karena itu, saya minta BPS agar bersungguh-sungguh mendampingi desa sampai paham betul kegiatan statistik. Di seluruh desa itu, sampai ke Kepala Dusun, sampai RT, sampai RW. Pendampingan agar benar-benar berfokus pada kebutuhan desa dan menempatkan desa sebagai subjek dalam pengelolaan dan pemanfaatan data,” ungkap Bupati Agas.

“Baru memulai memang berat, tetapi kalau itu merupakan hal yang harus kita buat, menjadi pekerjaan harian itu tidak berat. Karena di desa ada urusan administrasi, ada urusan pembangunan, ada urusan kemasyarakatan. Bukan yang penting setor pajak pada akhir tahun lunas. Bukan itu,” bebernya.

Menurutnya, hal yang tak kalah pentingnya adalah perlu mengubah mindset agar mau mencatat sesuatu yang selama ini dianggap tidak penting. Jadi bukan mengajarkan menghitung satu tambah satu sama dengan dua. Tapi mengajari bahwa satu tambah satu harus dicatat. Satu kurang satu harus dicatat. Jadi bukan filosofis matematisnya diajarkan tetapi mencatatnya itu. Kita butuh data, yang penting itu, ketika semua tercatat. Lanjutnya, catatan itu yang penting.

“Kita harapkan dengan Desa Cantik semua kejadian tercatat. Sadar bahwa semua kejadian penting, semua perubahan data harus terekam. Karena ketika membangun sesuatu harus dengan data itu. Kita beranjak dari situ. Butuh kemauan yang kuat, dan tenaga yang ekstra, apalagi jumlah SDM kita terbatas,”tutur Bupati Agas.

“Jadi, Desa Cantik bukan sekedar membuat tabel, membuat turus. Ini masalah mindset. Jadi prinsip kita Catat! Perubahan ekonomi: dari penganggur menjadi petani. Kalau tidak dicatat, bisa-bisa hari ini jawabnya A, esok B. Semua berdasarkan catatan yang benar. Bukan soal satu tambah satu sama dengan dua, ada excell yang bisa menghitung. Bukan filosofis matematis yang diajarkan tetapi Belajar Mencatat!,” tegasnya.

Untuk daerah yang belum ada internet, kata Bupati Agas, kita mulai dengan membuat turus. Membuat tally. Ketua RT sadar untuk mencatat dan menghitung secara manual. Rekapannya harus direkap oleh Ketua RW. Ketua RW rekap ke Desa/Kelurahan. Itu baru soal penduduk. Belum lagi pertanian. Fasilitas desa, listrik, ekonomi, pekerjaan, Usaha Kecil Mikro dan Menengah.

“Untuk daerah yang sudah ada internet dengan membuat aplikasi untuk menginput perubahan data. Ada yang lahir, diinput. Kita manage, kita maintain, sampai bisa dilepas. Jika kita berhasil, itu luar biasa sekali. Kita sudah dijalur itu. Tinggal komitmen, butuh kompak, butuh kerja keras,” ujar Bupati Agas.

Ia berharap agar data Potensi Desa bukan sekedar aparat desa bicara dan kita percaya. Lebih lanjut ia mengatakan sampai saat ini data Potensi Desa adalah apa yang dikatakan aparat kita percaya. Tidak ada catatan atau sesuatu dokumen lain untuk dibandingkan kebenarannya. SDGs juga berdasarkan apa yang dikatakan aparat. Begitu di-cross check dengan sumber yang sama datanya berbeda.

“Tugas kepala desa ada tiga, yaitu: Administrator Pemerintahan, Administrator Kemasyarakatan dan Administrator Pembangunan. Jika administrasi pemerintahan tidak berjalan, dua tugas yang lain lebih tidak berjalan,” ungkap Bupati Agas.

Menurutnya, data administrator pemerintahan yaitu Data di LKMD: Ketua, Sekretaris. Data administrator kemasyarakatan yaitu data LKMD di bidang sosial kemasyarakatan: kelompok tani, kelompok nelayan. Data administrator pembangunan yaitu data di setiap RT, berapa rumah permanen, semi permanen.

“Contoh sebuah desa dikatakan desa ekonomi swasembada pangan. Di desa itu pohon kelapa kita tidak bisa hitung, belum lagi kopi, kakao, kita mau hitung bagaimana, sudah menjadi seperti hutan. Petugas di desa harus tahu persis siapa tanam apa. Data harus sesuai yang ada, bukan laporan yang dibuat oleh petugas dari kabupaten, petugas dari kecamatan. Tidak akan maju,” terangnya.

Karena itu, kata Bupati Agas, yang bergerak Kaur di desa itu. Kaur Pembangunan, Kaur Pemerintahan, Kaur Kemasyarakatan. Data juga terlihat di Kartu Keluarga. Tamat pendidikan apa, mata pencahariannya apa. Apakah pegawai negeri, petani, atau wiraswasta.

Tanpa data kita tidak bisa berbuat apa-apa,tegasnya. Di kantor desa sudah ada papan data tetapi jumlahnya belum ada. Berapa rumah yang permanen, berapa rumah yang darurat. Belum ada datanya. Tanpa data kita tidak bisa bicara apapun. Alat ukur sebuah desa dikatakan maju, antara lain di bidang sosial: jumlah tindakan kekerasan/kejahatan kurang atau tidak ada. Tindakan yang bertentangan dengan keamanan seperti pencurian tidak ada. Itu ukuran.

“Mari kita melihat Kabupaten Manggarai Timur sebagai buku yang sedang menjalani sejarahnya, yang sedang menuju cita-citanya, sedang menuju masa depannya. Buku yang selalu dijiwai dan menjadi tempat hidupnya budaya Manggarai untuk terus tumbuh. Pada akhirnya kita telah tiba pada sebuah era baru. Peristiwa hari ini harus kita syukuri sebagai momentum sekaligus kesempatan untuk menata buku kehidupan kita masing-masing dengan catatan yang bermakna. Mari kita Mencatat mulai dari Desa, Mari kita Mencatat Manggarai Timur, Mencatat Indonesia!,” tutup Agas.

Untuk diketahui, kegiatan peresmian atau launching Desa Cantik, Resmi dilaunching oleh Bupati Manggarai timur, Agas Andreas.

Dalam laporan panitia, Kepala BPS Kabupaten Manggarai Timur, Angela Regina Maria Wea mengatakan bahwa dasar dari kegiatan tersebut adalah Surat Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur No. B-016/BPS/53523/03/2021 tanggal 22 Maret 2021 tentang Pemberitahuan 100 Desa Cinta Statistik.

Tim kerja Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) BPS RI telah merekapitulasi seluruh pengajuan dan menyeleksi desa yang termasuk ke dalam 100 Desa Cantik untuk menjadi prioritas pembinaan statistik dalam quick win Desa Cantik di tahun 2021 yang ditetapkan di dalam Surat Keputusan Kepala BPS RI Nomor 130 Tahun 2021 Tentang Program Percepatan Pembinaan Statistik Sektoral 100 Desa Cinta Statistik Tahun 2021.

“Dua desa di Kabupaten Manggarai Timur termasuk dalam 100 Desa Cantik terpilih, yaitu Desa Nanga Labang, kecamatan Borong, dan Desa Watu Mori, kecamatan Rana Mese. Di Provinsi NTT ada tiga desa dan satu desa di Kabupaten Sumba Barat, yaitu Desa Tebarra,” tutur Wea.

Keputusan ini, kata Wea ditindaklanjuti dengan disampaikannya surat Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur kepada Kepala Desa Nanga Labang dan Kepala Desa Watu Mori dengan tembusan kepada Camat Borong dan Camat Rana Mese pada Selasa, 23 Maret 2021 yang menandai dimulainya tonggak Percepatan Pembinaan Statistik Sektoral di Provinsi NTT.

Dikatakannya bahwa, adapun tujuan Desa Cantik adalah salah satu program percepatan (quick win) mandiri Reformasi Birokrasi Badan Pusat Statistik Tahun 2021. Quick Wins yaitu program yang bisa memberikan contoh kepada kita atau aksi nyata tentang bagaimana mengelola desa cantik dan dengan upaya yang kecil dan waktu yang singkat sekitar tiga bulan sudah bisa berjalan. Quick Wins disebut Program Unggulan atau langkah awal, sehingga Desa Cantik merupakan Program Unggulan BPS atau langkah awal BPS pada tahun 2021.

“Yang diharapkan adalah program ini berasal dari pemikiran atau inisiatif bersama sehingga menjadi milik kita,” tuturnya.

Dikatakan Wea, seringkali program tidak berjalan karena adanya sindrom atau penyakit ditolak karena merasa program itu tidak berasal dari inisiatif sendiri atau dikenal dengan istilah Not Invented Here Sindrom. Karena itu tujuan yang ingin kita capai melalui kegiatan hari ini yaitu agar Program Desa Cinta Statistik menjadi program milik kita bersama.

Lounching desa Cantik dihadiri oleh Kepala Desa Nanga Labang beserta Staf, Kepala Desa Watu Mori beserta Staf, perwakilan Camat Borong dan Camat Rana Mese, yang mewakili Kepala BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kepala BPS Kabupaten Manggarai Timur beserta Jajaran, Pimpinan Perangkat Daerah yang terkait dengan Pengelolaan Statistik dan Desa. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan