oleh

Kades dan Bendahara Desa Lemarang Tersangka Korupsi Dana Desa

RADARNTT, Ruteng – Kepala Desa Lemarang Donatus Su dan Bendahara Desa Katarina Rensi telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pengelolaan Dana Desa tahun  2017 dan 2018. Penetapan status tersangka berdasarkan surat nomor B-22/N 3.17/Fd 1/04/2021 tanggal 29 April 2021.

Untuk melengkapi berkas perkara kedua tersangka, Kejaksaan Negeri (Kejari) Ruteng menggeledah kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Manggarai pada Kamis, (27/5/2021).

Dalam konferensi pers setelah penggeledahan kantor DPMD, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ruteng, Bayu Sugiri, SH mengatakan penggeledahan tersebut berkaitan dengan perkara tindakan pidana dugaan korupsi pengelolaan dana desa Lemarang, kecamatan Reok Barat, kabupaten Manggarai tahun anggaran 2017 dan 2018.

“Penggeledahan terjadi berdasarkan surat perintah penggeledahan nomor print-35/N 3.17/Fd.1/05/2021 tanggal 24 Mei 2021dan penetapan ketua pengadilan negeri Ruteng Nomor 5/Pen Pid./2021/PN Rtg tanggal 24 Mei 2021,” tutur Kajari.

Surat perintah penyidikan kepala Kajari Ruteng Nomor 29N.3.17/Fd.1/04/2021 tanggal 26 April 2021 jo Surat perintah penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Manggarai Nomor 30/N 3.Fd 3.04/2021 tanggal 29 April 2021.

Penggeledahan itu, kata Bayu bertujuan untuk mencari barang bukti guna untuk melengkapi penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan Dana Desa, Desa Lemarang kecamatan Reok Barat, kabupaten Manggarai tahun anggaran 2017 dan 2018.

Lanjut Ia mengatakan, terkait perkara itu, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 19 saksi dan 2 orang ahli dari Universitas Flores di Ende dan Inspektorat Kabupaten Manggarai.

“Kerugian Keuangan Negara oleh Ahli mencapai Rp229.972.566, sehingga dapat diproses ke tahap penuntutan atau persidangan di Pengadilan,” tukasnya.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Manggarai, Sipri Jamun meminta agar tersangka kasus korupsi dana desa Lemarang Kecamatan Reok Barat Kabupaten Manggarai harus bertanggungjawab.

Hal tersebut dikatakannya saat jumpa pers pada Kamis, (27/5/2021), usai penggeledahan oleh Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejari Ruteng di Kantor DPMD.

Jamun mengaku bahwa kasus korupsi dana desa tersebut berlangsung pada tahun 2017 sampai 2018 lalu. Lanjut ia mengatakan bahwa dalam kasus tersebut, ada dua tersangka yakni kepala desa Lemarang Donatus Su dan Bendahara desa Katarina Rensi.

“Tersangka untuk saat ini ada dua, yakni mantan kepala desa Lemarang Donatus Su dan bendahara Katarina Rensi. Dari dinas kami, saya belum tahu tetapi untuk jadi saksi untuk memberi keterangan. Nanti kami utus pak Kabid Pembangunan Desa, Pa Aloysius Jedaut,” tukasnya.

Terkait penggeledahan dikantor DPMD, kata Jamun, hal itu berkaitan dengan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) Dana desa tahun 2017 dan 2018.

Ketika ditanya, apakah ada oknum dari dinas yang ia pimpin yang turut terlibat dalam khasus tersebut? Jelas Jamun, tentu hal itu akan ditentukan oleh hasil pemeriksaan dalam penyidikan selanjutnya.

“Bagi saya, saya belum bisa menjawabnya. Tetapi yang jelas, saya baru masuk pada tahun 2019. Sementara kasus itu berlangsung pada tahun 2017 dan 2018,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembangunan Desa Kabupaten Manggarai, Aloysius Jedaut mengatakan bahwa kemungkinan saat minta SPJ di desa Lemarang tidak ditemukan. Dan Dinas PMD biasa mendapatkan tembusan SPJ dari desa.

“Kami biasanya mendapatkan tembusan SPJ dari desa. Sehingga mereka memgambilnya disini,” terangnya. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan