oleh

Keluarga Korban Lakalantas di Golo Kantar Dapat Santunan dari Jasa Raharja

RADARNTT, Borong – Keluarga korban meninggal dunia dalam kecelakaan lalulintas (Lakalantas) yang terjadi di kampung Tado, desa Golo Kantar, kecamatan Borong pada 14 Juni 2021 lalu, mendapat santunan dari PT Jasa Raharja,

Bertempat di Ruangan Satlantas Polres Manggarai Timur, Rabu (23/6/2021). Keluarga Korban yang hadir adalah Istri dan Anak Perempuan dari korban, almarhum Fransiskus Jebarus ditemani saudara kandung Korban, Gaspar Madur berasal dari Kampung Lodos, desa Bangka Kantar, kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur.

Penyerahan Santunan dari PT Jasa Raharja, diserahkan langsung oleh Penanggung jawab Jasa Raharja Kabupaten Manggarai Timur, Khairuddin A. Ali, berupa uang senilai Rp 50 juta kepada Keluarga Korban Lakalantas. Ahli waris korban yakni istri sah korban, atas nama Maria Brigita Bui Tae, didampingi Kasat Lantas IPTU I Gusti Putu Saba Nugraha, Kanit Lantas, dan Kanit Laka di ruang kerja Kasat Lantas Polres Manggarai Timur.

Dalam sambutannya, Kasat Lantas IPTU I Gusti Putu Saba Nugraha menyampaikan belasungkawa atas kejadian yang merenggut nyawa korban .

“Kami seluruh petugas keamanan lalulintas Polres Matim tutur berbelasungkawa atas kejadian yang menimpa keluarga Ibu. Semoga keluarga, ibu dan anak yang ditinggalkan mendapat ketabahan,” ungkap IPTU Nugraha.

Terkait kejadian Lakalantas itu, kata IPTU Nugraha sudah ditangani oleh pihak kepolisian sesuai dengan prosedur secara hukum oleh pihak yang berwajib dalam hal ini Satuan Lalulintas Polres Manggarai Timur di bawah unit Laka.

Untuk itu, kata dia, segala yang terkait kecelakaan lalulintas, pihak keluarga untuk terus berkomunikasi dan koordinasi dengan unit Lakalantas yang menangani kasus ini, ia juga sangat membutuhkan proaktif dari pihak keluarga , bilamana dari unit Lakalantas menghubungi pihak keluarga untuk segerah hadir tepat waktu.

Kemudian, kata dia, bahwa apapun yang dilakukan diluar hukum sesuai dengan kearifan lokal, yang berlaku di wilayah tempat tinggal korban, itu tidak salah. Silakan dilaksanakan. Sebagai yang beriman, kata dia, kita turut menjaga keamanan.

“Terkait ada keluarga yang dari sebelah datang dan turut berbelasungkawa , tidak boleh ditolak atau tidak boleh dilarang,” terangnya.

Ia berpesan, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Sebelum mengendarai kendaraan, pastikan kendaraan itu baik dan aman. Kemudian, diperhatikan rambu rambu lalulintas. Kelengkapan berkendara.

“Jangan sampai kita mengendarai sepeda motor yang lampunya tidak nyala, nah itu membahayakan,” kata IPTU Nugraha.

Terkait penanganan Kasus Lakalantas, ia menegaskan bahwa polisi tidak berpihak kepada siapa pun. Kecuali kalau ada kesepakatan melalui pendekatan-pendekatan keluarga secara adat, berdasarkan bukti hukum yang kuat, baru bisa di-SP3-kan atau dicabut berkasnya.

Kalaupun ada perdamaian diantara yang terlibat, kata dia itu hal wajar. Itu bagian dari kemasyarakatan, dan kearifan lokal. Hal itu juga sudah diatur dalam undang-undang, “Pemilik kendaraan atau usaha transportasi apabila terjadi kecelakaan yang mengakibatkan kematian, wajib memberikan bantuan kepada pihak korban, tanpa menggugurkan tuntutan hukum,” tegasnya.

Berikutnya, terkait peristiwa kecelakaan lalulintas, sebagaimana diatur oleh undang-undang, bahwa disitu ada ansuransi. Ansuransi itu berasal dari Jasa Raharja sebesar Rp 50 juta diberikan kepada keluarga korban.

“Uang ini, bukan uang hadiah, bukan juga uang wae Lu’u, atau uang kedukaan, bukan. Tetapi karena memang aturan negara seperti itu, karena kendaraan yang digunakan sudah terdaftar membayar pajak, memenuhi kewajiban sebagai masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk berlalulintas terdaftar di Samsat yang dikaver oleh Jasa Raharja,” tegasnya.

Dikatakannya bahwa uang Ansuransi dapat digunakan untuk kepentingan almarhum untuk membuat makam atau kuburan yang layak, keperluan keluarga yang ditinggalkan seperti membiayai sekolah anak atau untuk usaha agar keluarga yang ditinggalkan masih bisa bertahan.

“Karena yang mencari nafkah sudah berpulang, ibu bisa gunakan uang ini untuk usaha untuk kelangsungan hidup keluarga,” tambahnya menyemangati.

Dari tempat yang sama, mewakili PT Jasa Raharja Perwakilan Ende, Penanggung jawab Jasa Raharja Manggarai Timur, Khairuddin A. Ali mengatakan belasungkawanya kepada keluarga korban.

Khairuddin mengatakan bahwa dana santunan dari PT Jasa Raharja merupakan hak dari ahli waris. Hak dari ahli waris dari korban yang telah membayar pajak serta memenuhi kewajibannya. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kejadian kecelakaan oleh almarhum itu telah dijamin oleh undang-undang nomor 34 tahun 1964 Junto PP Nomor 18 tahun 1995.

“Oleh karenanya, pihak korban berhak mendapatkan bentuk perhatian dari negara, berupa dana santunannya diserahkan oleh Jasa Raharja nanti. Hal itu tentu melalui proses pengumpulan informasi berkaitan ahli waris. Kami juga berterimakasih kepada keluarga yang telah memberikan kami informasi yang sebaik mungkin terkait ahli waris, sehingga dalam proses melengkapi berkas ahli waris, sampai dengan proses pembayaran santunan itu, kalau boleh dikatakan , kami dalam satu hari, pengumpulan informasi setelah korban meninggal dunia, setelah satu hari, dana santunan itu sudah terbayar,” tutur Khairuddin.

Ia mengatakan bahwa dana santunan dari Jasa Raharja tidak bermaksud kan untuk mengganti nyawa, tidak, tegasnya. Lanjutnya menambah, dana santunan ini merupakan bentuk perhatian dari negara kepada warga negaranya yang sudah mengalami musibah kecelakaan. Olehkarena itu, ia berharap dana santunan dapat memberikan keringanan kepada keluarga uaing berduka.

Terkait maraknya kecelakaan yang kerap merenggut nyawa , Khairuddin menghimbau agar masyarakat pengendara kendaraa harus mematuhi aturan lalulintas, memenuhi kewajibannya berkaitan dengan Memenuhi kewajibannya berkaitan dengan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), tutup Khairuddin.

Mendapat Santunan dari Jasa Raharja sebesar Rp.50 juta, keluarga korban yang diwakili kaka kandung Korban, Gaspar Madur (50) menyampaikan terima kasih tak terhingga kepada Pihak Kepolisian khususnya Satuan Lalulintas Polres Manggarai timur yang telah bersedia dan dengan semangat mengurus persoalan Lakalantas yang menimpah keluarganya.

Selain Satuan Lantas, keluarga korban juga menyampaikan terimakasih kepada Pihak Jasa Raharja yang telah memberikan Santunan untuk Keluarga Korban.

“Terima kasih Bapak Kepala Satuan Lalulintas Polres Manggarai timur dan anggota, Bapak Jasa Raharja, yang telah melancarkan urusan Kedukaan Kami,” tutup Gaspar. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan