oleh

Kisah Pilu Bocah 12 Tahun Rawat Orangtuanya yang Lumpuh

RADARNTT, Borong – Risalianus Aja alias Risal, bocah berusia 12 tahun yang sedang duduk di kelas 6 SDI Sopang Rajong, di pedalaman kampung Kota Tunda, desa Nanga Meje, kecamatan Elar Selatan, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, begitu setia merawat ayah dan ibu yang mengalami lumpuh.

Saat dikunjungi media ini di kediamannya, Sabtu (27/2/2021), Risal merasa bahagia dan sangat senang mendapat kunjungan pihak yang perduli dan menaruh hati dengan nasibnya.

“Terima kasih Om, atas kesediaannya untuk mengunjungi saya dan keluarga. Yang jauh dari pusat kota,” ungkap Bocah dengan mata berkaca-kaca.

Pada kesempatan itu, Risal menceritakan bagaimana ia menjalankan peran ganda yang harus ia lakoni untuk menghidupkan kedua orangtuanya. Dia yang menjadi anak sulung itu mengatakan, terkadang ia habiskan waktunya untuk bekerja mencari uang menafkahi keluarganya.

“Saya mencari kemiri di kebun untuk dijual kepada pembeli kemiri. Itu untuk keperluan kami di rumah. Terkadan keluarga dari mama menyumbang kami beras dan kebutuhan yang lain,” tutur Risal penuh iba.

Orangtua Risal mengalami lumpuh total, bahkan ibundanya Wilhelmina Mbi (39) mengalami lumpuh dan buta semenjak melahirkan adik bungsu Risal yang kini berusia 6 tahun atau sejak tahun 2016.
Hingga kini, Wilhelmina, ibunda Risal tidak bisa berbicara dan hanya bisa menjalani hidupnya penuh harapan bantuan dari pihak lain.

Kepada media ini, dalam misi kemanusiaan Bripka Aleksius Seong, S.I.Kom, Risal dengan mencucurkan air matanya mencurahkan isi hatinya, betapa ia ingin ibu dan bapaknya sembuh dari sakit.

“Om bantu ibu dan bapak saya, saya masih kecil dan belum bisa berbuat apa apa. Tolong keluarga saya,” tutur Risal.

Ayah Risal mengalami lumpuh

Di dalam ruangan kamar berukuran 3 meter persegi, Benediktus Poseng (49) ayahanda Rikasldrus tinggal dalam keadaan tak berdaya. Benediktus Poseng (49) mengalami lumpuh sejak 2019 lalu.

Kini keduanya hanya bisa terbaring di rumah mereka tanpa bisa melakukan apapun.

“Pulang sekolah dan hari-hari libur, setelah dia urus makan untuk kami, dia ke sawah atau ke kebun. Hasilnya itu supaya kami bisa makan dan beli kebutuhan sehari-hari,” ujar Benediktus ke media di kediamannya, Sabtu (27/2/2021).

Benediktus Poseng mengatakan, dirinya sangat ingin sembuh dari penyakit yang dideritanya. Ia juga berharap agar ada pihak lain yang bisa membantunya dalam proses perawatan.

Agustinus Tangi, suami dari saudari ibunda Risal mengatakan bahwa keluarga Risal merupakan keluarga yang patut mendapatkan sentuhan belaskasihan dari pihak pemerintah dan juga masyarakat. Sebagai keluarga, Tangi mengatakan bahwa untuk membantu keluarga Risal, kerapkali dirinya membantu berupa beras dan bantuan lain disaat punya uang yang cukup.

Terkait kehadiran anggota polres Aleksius Seong, Tangi sangat merasa berterimakasih dan bangga melihat uluran tangan pihak lain.

“Terima kasih Pak Polisi, sudah datang menjenguk dan membantu keluarga kami disini. Semoga besok besok ada pihak lain yang bisa menaruh perhatiannya atas keluarga Risal,” tutup Tangi.

Adapun keluarga Risalianus mendapatkan dana Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah. Risalianus dan kedua orangtuanya tinggal di rumah sederhana berukuran 20 meter persegi. Rumah masih berlantai tanah dan dapurnya sudah sangat reyot dan becek jika turun hujan.

Sedangkan Marselina Jaja (6), adik Risal tinggal bersama pamannya di Kampung Pepil, puluhan kilometer dari kampung Kota Tunda desa Nanga Meje, Elar Selatan.

Terpantau media ini, Ayah Risalianus terbaring di kamar berukuran sekitar 3 meter persegi, tanpa tempat tidur dan kasur. Ia terbaring di atas pelupuh bambu dan hanya beralaskan karung berisi kapuk. Sedangkan ibunya terbaring di ruang tamu, beralaskan beberapa lembar papan. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan