oleh

Korban Meninggal Banjir Bandang Inerie Sedang Hamil 7 Bulan

RADARNTT, Bajawa – Tragis benar ibu hamil 7 bulan korban banjir bandang di desa Inerie, kecamatan Inerie, kabupaten Ngada, Jumat (3/9/2021) malam.

Korban meninggal seorang ibu hamil 7 bulan Maria Goreti Dhiu (38), yang ditemukan hari ini pukul 10.30 Wita, dan anak kecil Milka Tuna (4), demikian disampaikan Ketua BPD Desa Inerie, Barnadus Mau di lokasi kejadian, Sabtu (4/9/2021).

Bernadus mengatakan suami korban belum ditemukan. “Sungguh sedih kejadian ini. Sungguh tak disangka kejadian ini. Kita doakan suaminya segera ditemukan,” katanya.

Terdapat 5 rumah dengan jumlah 26 jiwa terdampak bencana, mengalami kerugian materil dan non materil.

Diungkapkannya juga akibat kejadian itu jaringan air bersih untuk sejumlah desa di Inerie putus total.

Desa-desa yang mengalami kesulitan air bersih yaitu desa Inerie, Warupele, Kelitei dan Pomasule desa Sebowuli.

Warga lainnya Yohanes B Lawi pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa hujan cukup deras dan dirinya malam itu sempat ke rumah bocah Milka Tuna yang juga adalah keluarga dekatnya.

Di rumah saat itu ada almarhum Milka Tuna dan neneknya dan dirinya sempat meminjam senter guna melihat air di kali.
Usai mengembalikan senter dirinya kembali ke rumah namun baru beberapa saat terdengar suara gemuruh seperti kendaraan Tronton yang sedang lewat.

“Saya kaget dan keluar rumah langsung menuju rumah Milka karena saya tahu hanya Milka dan neneknya. Orangtuanya sedang ikut acara 40 malam keluarga yang meninggal,” ungkapnya.

Milka sempat satu jam dibantu dan masih bernapas namun beberapa saat nyawa bocah tersebut tidak tertolong. Sedangkan korban ibu hamil yang meninggal dunia tinggal berdua dengan suaminya dan satu orang anak sedang belajar di rumah tetangga dan anak laki-lakinya berada di Borong.

Camat Inerie Ignasius Dheho di sela-sela proses pencarian korban hilang yakni suami Maria Goreti Dhiu yakni Mikael Jekot menjelaskan bahwa kondisi saat ini jalur jalan Aimere – Inerie putus total dan sedang diupayakan membuka jalur alternatif.

Hal utama yang penting adalah perbaikan jaringan air minum di wilayah tersebut. Bantuan darurat seperti generator, beras dan pakaian sudah diterima pihaknya dan siap disalurkan.

Posko penanganan bencana juga telah dibangun untuk koordinasi dan penerimaan bantuan sosial lainnya.

 

Oleh : Wim de Rozari

Komentar

Jangan Lewatkan