oleh

Meningkat Kasus Covid-19, Diduga Akibat Gagal Isolasi Mandiri

RADARNTT, Kupang – Penyebaran penularan Covid-19 di Kota Kupang semakin gawat, hal ini diduga disebabkan oleh pasien isolasi mandiri yang tidak terkontrol dan tidak menaati protokol kesehatan isolasi mandiri. Karena ditemukan ada pasien Covid-19 berbelanja sendiri ke apotik dan klinik pengobatan.

Demikian hal ini disampaikan Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah NTT, dr. Yudith Marieta Kota, M.Kes. ke media ini, Jumat (22/1/2021) siang.

Menurut dr. Yusdith, semakin meningkat kasus positif Covid-19 diduga disebabkan gagalnya pelaksanaan isolasi mandiri karena tanpa kontrol atau pengawasan yang ketat dari petugas medis.

“Di tempat praktek saya yang sehari pagi itu sekitar 10, sore sekitar 25-an, sehari itu rata-rata lima yang swab antigen positif dan mereka isolasi mandiri itu bisa jalan-jalan datang beli obat lagi,” tutur dr. Yudith.

Ia menasihati orang-orang yang isolasi mandiri agar tetap di rumah menjalani isolasi tidak boleh jalan-jalan. “Kamu itu isolasi mandiri tidak boleh jalan-jalan, suruh orang lain untuk beli obat dan kamu tetap di rumah,” kata dr. Yudith. Tetapi hal ini sudah di luar kuasa kami di rumah sakit.

dr. Yudith juga menyarankan agar pemerintah menjadi koordinator dan melibatkan semua pihak, seperti LSM, Gereja, Relawan dalam menyediakan tempat isolasi terpusat agar ada pengawasan yang lebih ketat selama masa perawatan, sehingga meminimalisir penularan baru.

“Pemerintah bisa memberikan tempat seperti kantor atau gedung pemerintah yang kosong untuk digunakan sebagai tempat isolasi, jika pemerintah tidak punya biaya untuk makan minum pasien maka itu bisa ditanggung sendiri atau oleh warga di lingkungannya masing-masing yang dikoordinir oleh pemerintah setempat RT atau RW. Dan pada prinsipnya yang mengurus pasien adalah harus orang sehat dan tidak boleh terjangkit,” saran dr. Yudith.

Data Satgas Covid-19 Kota Kupang Kamis, (21/1(2021), mencatat Total Positif 1.658, Dirawat 1.039, Sembuh, 564, Meninggal 55.

Sebaran kasus berdasarkan kecamatan: Alak 156, Kelapa Lima 149, Kota Lama 129, Kota Raja 138, Maulafa 221, dan Oebobo 246. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan