oleh

Meningkat Kasus Positif Covid-19 di Alor

-Alor, Daerah-732 views

RADARNTT, Kalabahi – Kasus positif Corona virus disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Alor semakin meningkat dan sangat mengkuatirkan masyarakat.

Data Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penangganan Covid-19 Kabupaten Alor pada Rabu malam, (14/7/2021) ada penambahan 14 kasus positif baru, sehingga total tercatat sebanyak 288 kasus.

Dari jumlah kasus ini sebanyak 20 orang sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalabahi, 20 orang menjalani perawatan di lokasi karantina terpusat, dan 248 orang isolasi mandiri (isoman).

Peningkatan kasus positif ini membuat ruang perawatan Covid-19 di RSUD Kalabahi hampir penuh, demikian pula lokasi karantina terpusat di SKB Wolatang dikuatirkan tidak dapat menampung lagi pasien yang baru.

Juru Bicara Satgas Percepatan Penangganan Covid-19 Kabupaten Alor, Fredik Lahal, menjelaskan bahwa, “Sejak tanggal 2 Juni 2021 hingga saat ini kasus positif terus naik. Ruang perawatan Covid-19 di RSUD Kalabahi dari kapasitas 23 tempat tidur yang disiapkan, sekarang sudah terisi 20 orang. Di lokasi karantina terpusat Wolatang juga demikian. Untuk itu saat ini kita tengah menyiapkan tambahan tempat untuk pasien covid-19 di RSUD Kalabahi, dan juga mencari lokasi karantina tambahan lagi,” jelas Fredik Lahal, kepada awak media di Kantor Bupati Alor, Rabu (14/7/2021), melansir timordailynews.com.

Lahal mengatakan, ruang tambahan perawatan Covid-19 yang tengah disiapkan di RSUD Kalabahi akan menggunakan ruang VVIP. Namun apabila terjadi resiko terburuk, maka semua ruang perawatan di RSUD Kalabahi dipakai untuk penangganan Covid-19, dan untuk pelayanan umum kesehatan masyarakat akan disiapkan di puskesmas-puskesmas yang ada.

Kondisi ini juga, jelas Lahal, untuk lokasi karantina terpusat. Selain SKB Wolatang yang saat ini dipakai, pihaknya juga tengah membangun koordinasi untuk menggunakan gedung sentra tenun yang berlokasi di Desa Alor Besar, Kecamatan Alor Barat Laut apabila kondisi Covid-19 terus meningkat.

Menurut Lahal, pengamatannya dari data yang ada lonjakan kasus ini cenderung terus naik, karena kondisi saat ini penyebaran virus tersebut sudah masuk pada klaster keluarga.

“Kita amati dari tanggal 2 juni 2021 lalu, penyebarannya dari pelaku perjalanan, kemudian berkembang hingga terjadi transmisi lokal, dan saat ini sudah masuk hingga klaster keluarga. Klaster keluarga ini maksudnya begini, dalam satu rumah Bapak Mama positif, anak-anak pun juga positif, dan anak dari anak (maksudnya cucu) positif juga,” ujar Lahal.

Lahal menegaskan, dalam pemberlakuan PPKM Mikro ini, Pemerintah menerapkan aturan secara ketat. Pesta-pesta ditiadakan, masyarakat terus dihimbau untuk menjalankan protokol kesehatan. Pemerintah kelurahan dan desa juga diminta kelurahan untuk membentuk relawan guna memerangi Covid-19 ini.

Ia menambahkan, “Saat ini dari 18 Kecamatan yang ada, sebanyak 12 kecamatannya sudah zona merah. Oleh karena itu kita juga minta di desa-desa dengan dana desa yang ada menyiapkan karantina terpusat di desa. Lokasi karantina ini bisa menggunakan aula Kantor Desa, Gedung Posyandu atau Sekolah. Sehingga apabila yang terkonfirmasi di desa langsung menggunakan karantina setempat,” kata Lahal. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan