oleh

Perkuat Kecakapan Literasi Siswa, SMA Negeri 1 Borong Gelar Pelatihan Jurnalistik

RADARNTT, Borong – Lembaga pendidikan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Borong yang terletak di kampung Kaca Sita Kecamatan Rana Mese menggelar kegiatan pelatihan jurnalistik dalam rangka penguatan karakter dan kecakapan literasi siswa, berlokasi di SMAN 1 Borong, Jumat (9/4/2021).

Kegiatan yang mengikutsertakan seluruh pengurus OSIS dan beberapa siswa tersebut tetap mematuhi protokol kesehatan. Antusias para siswa mengikuti kegiatan yang menggugah hasrat belajar siswa dalam dunia jurnalistik tampak sangat serius.

Dalam sambutannya membuka kegiatan yang berlangsung selama satu bulan Kepala Sekolah, Ferdinandus Fifardin, S.Pd, menegaskan bahwa karakter merupakan nilai-nilai khas baik berupa watak dan akhlak kepribadian. Butir-butir kebajikan yang lahir dari ke kedalaman kepribadian seseorang.

Sementara kecakapan literasi terungkap dalam keterampilan menarasikan  realitas hidup dan  memaknai kehidupan. Kecakapan literasi menjadi eksplisitasi karakter. Maka benarlah orang bilang cogito ergo sum dan scribo ergo sum.

Kegiatan yang berlangsung selama sebulan dengan mematuhi protokol kesehatan itu bertujuan mengaktualisasikan gerakan literasi di sekolah. Harapannya dengan kegiatan literasi tersebut  juga dapat menghasilkan out put yang bernilai, bermartabat, dan beradab.

“Saya harap kegiatan sebulan ini ada out put-nya. Ada gol yang harus dihasilkan sebagai buah dari pelatihan ini. Siswa tertib menarasikan buah pikirannya dan membahasakan secara logis atas pengalaman hidupnya. Di sanalah literasi bernilai bagi kita,” ujar Ferdy, kerap ia disapa.

Menurutnya, kegiatan latihan menulis selama sebulan ini  merupakan salah satu agenda dan program kepala sekolah dan program SMA Negeri 1 Borong untuk membumikan gerakan literasi di sekolah. Karena itu lembaga menghadirkan dua pendamping di bidang jurnalistik agar siswa-siswi beserta guru-guru mamiliki pengetahuan praktis tentang tulis-menulis. Pengetahuan praktis tersebut, jelasnya,  dapat dituangkan dalam bentuk hasil karya tulis menulis. Sebab  pelatihan selama sebulan ini merupakan kegiatan lanjutan terhadap  literasi sekolah yang sudah berjalan selama ini.

“Kegiatan literasi sudah kita jalankan. Siswa-siswi sudah memproduksi kegiatan literasi itu berupa majalah dinding. Namun ibarat tangga, perlu ada lompatan ke tangga berikutnya agar literasi kita bermanfaat bagi siswa dan sekolah itu sendiri. Harapannya selama sebulan penuh ini  peserta bisa mengikuti secara baik materi yang diberikan pendamping sehingga pengetahuan  tentang literasi semakin diperkaya,” ungkap Kepsek Ferdy.

Lebih jauh Kepsek Ferdy menjelaskan ziarah kehidupan kita baik  di sekolah maupun di tengah masyarakat terdiri dari literasi. Mulai dari membaca, menulis maupun kegiatan lainnya. Khusus literasi di bidang tulis-menulis, paparnya,  perlu ada peningkatan kapastitas sehingga literasi kita memberi bekal kuat yang kemudian dapat diteruskan para siswa-siswi itu sendiri.

” Dua jurnalis yang diminta mendampingi siswa-siswi selama satu bulan penuh ini, menjadi gambaran  jelas bahwa literasi di sekolah kita berjalan efektif. Indikatornya dapat terlihat dalam  produk tulisan yang bermutu dan bersifat edukasi. Misalnya dari latihan ini ada produk tulisan yang mampu lolos seleksi dan diterbitkan di media cetak atau online,” tukasnya.

Ia berpesan untuk manfaatkan kesempatan sebulan ini secara baik. Betapa bangganya, kata dia, apabila tulisan kita, terutama siswa-siswi lolos seleksi di media dan berhasil diterbitkan, tutupnya.

Sementara Kanis Lina Bana, salah seorang pendamping menjelaskan, setiap siswa sudah memiliki kemampuan menulis.

“Hanya perlu diberi bekal pengetahuan praktis agar siswa sanggup mengolah buah pikirannya secara teratur. Karena itu selama sebulan ini siswa-siswi akan diajarkan bagaimana menulis logis, tertib sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), kaidah dan etika jurnalistik,” terang Lina Bana.

Menurutnya, selama sebulan, sesuai dengan agenda pertemuan siswa-siswi dihantar  bukan hanya dapat menulis sesuai etika dan kaidahnya, tetapi dihantar bagaimana langkah-langkah  editing sehingga  produk tulisan yang dihasilkan itu bermutu, bertenaga dan mudah dipahami.

Produk tulisan yang baik, kata dia, tidak dihasilkan dalam waktu singkat. Kecuali mereka-mereka yang memiliki kemampuan dan keterampilan khusus.

“Produk tulisan bernilai bagus, logis dan teratur antara pokok pikiran yang satu dengan pokok pikiran yang lainnya  selalu bermula dari  latihan terus-menerus,” katanya.

Karena itu,menurutnya, pelatihan selama sebulan penuh ini, akan menggunakan pendekatan proses yang melibatkan seluruh peserta. Artinya, kata Lina Bana, siswi-siswa berperan aktif, mulai dari  pengamatan, kerangka pikir berdasarkan hasil pengamatan, detil-detil alur pikir atas pengamatan, logika kata dan kalimat serta  formulasi menulis buah pikirannya. Hasil karya tulis dievaluasi  bersama agar ada alur tukar pengetahuan dan asupan ilmu menulis bagi semua peserta.

“Kita lebih banyak latihan-latihan sehingga latihan menulis kita terfokus. Hasil tulisan kita akan terlihat dalam gol yang menjadi target bersama kita,” tutup Lina Bana.

Untuk diketahui latihan menulis di SMAN 1 Borong, Kaca – Sita ini melibatkan pengurus Osis, utusan masing-masing kelas. Total peserta 75 orang. Latihan ini juga melibatkan para guru agar dapat menulis opini. Dua pendamping yang dihadirkan, Kanis Lina Bana (Pemimpin Umum Floresmerdeka.com dan penulis buku) dan Gun Ndarung Wartawan Radarntt.co. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan