oleh

Polsek Kodi Bangedo Lumpuhkan Raja Pencuri Ternak di Kodi

RADARNTT, Tambolaka – Anggota Polsek Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya berhasil melumpuhkan Pati Haluti warga Desa Ata Dawu, Kecamatan Kodi yang merupakan otak pelaku pencurian ternak yang meresahkan warga masyarakat Kodi dan sekitarnya selama tahun 2004 hingga tahun 2021.

Sempat melarikan diri, Pati Haluti akhirnya dilumpuhkan oleh anggota Polsek Kodi Bangedo dengan timah panas di bagian tempurung kaki kanan, pada Minggu (21/02/2021) lalu.

Kanit Reskrim Polsek Kodi Bangedo, Bripka Marianus Lagho mengakui adanya penangkapan terhadap Pati Haluti yang merupakan otak pencurian ternak yang meresahkan warga Kodi sejak tahun 2004 sampai tahun 2021. Pati Haluti ditangkap setelah sebelumnya meminta tembusan uang kepada korban (pemilik kerbau) Markus Muda Lena, warga kampung Gunahari, Desa Umbu Ngedo, Kecamatan Kodi Bangedo sebesar Rp13 juta,  Markus sendiri melaporkan kasus kehilangan 2 (dua) ekor kerbau miliknya pada 14 Pebruari 2021 lalu. Sempat berupaya mengejar pelaku bersama kerbau curian namun urung ditemukan, akhirnya korban melaporkan kasus tersebut pada hari itu juga sekitar pukul 06.00 WITA ke anggota Polsek Kodi Bangedo.

“Masih sempat cari sampai di kampung sebelah tapi tidak dapat karena kehilangan jejak kaki kerbau. Kami juga masih sempat berupaya mencari informasi soal hewan dan keberadaan pelaku,” kata Kanit Reskrim Polsek Kodi Bangedo.

Tapi kemudian, terangnya, di tanggal 16 Pebruari 2021, korban kembali menyambangi Polsek bersama kerbaunya. Tujuannya untuk melaporkan bahwa hewannya sudah ditemukan setelah dirinya menyerahkan sejumlah uang kepada pelaku melalui teman pelaku. Mendengar pengakuan korban, anggota pun langsung melakukan pencarian terhadap pelaku hingga tanggal 21 dinihari sekitar pukul 03.00 WITA, akhirnya pelaku ditemukan dan ditangkap.

“Proses penangkapan pelaku sendiri diawal berjalan lancar saja tapi setelah kami mencoba menanyakan lokasi keberadaan temannya BD, dia mencoba kabur dari mobil. Kami sempat menembak sebagai tanda peringatan namun tidak dihiraukan pelaku. Itu yang membuat anggota melumpuhkan kaki kanan pelaku dengan timah panas,” kata Bripka Marianus Lagho

Senada dengan itu, Kapolsek Kodi Bangedo, AKP. Agus Supriyanto menyebut bahwa pelaku Pati Haluti ini merupakan otak di balik kasus pencurian hewan dengan modus menukarnya kembali dengan sejumlah uang. Pati Haluti sendiri sebutnya telah mengakui bahwa perbuatan semacam ini bukan pertama tapi sudah 7 kali dengan jumlah hewan yang dicuri bervariatif.

“Dia sudah lama bermain seperti ini. Cuma kita perlu dalami lagi apakah dia memang yang menjadi pelaku dalam semua kasus pencurian di kodi bangedo dan kodi blaghar ataukah ada yang lain. Ini kan sulit kita buktikan. Yang pasti untuk kasus ini dia adalah otaknya. Setidaknya ada 7 kali dia lakukan pencurian baik itu di kodi bangedo dan kodi blaghar,”katanya.

Dirinya pun berharap ke depannya dengan terungkapnya kasus semacam ini bisa menjadi pelajaran buat warga yang masih berani melakukan kasus pencurian semacam ini.

Saat pelaku Pati Haluti, diwawancarai oleh awak media di Mapolsek Kodi Bangedo, pada Rabu (3/3/21), Pati Haluti menerangkan bahwa dirinya melakukan pencurian ternak sejak tahun 2004 silam hingga tahun 2021.

Sebelumnya, Pati Haluti pernah ditangkap dan dimasukkan dalam penjara sebanyak dua kali dengan kasus pencurian ternak, namun setelah bebas dari penjara Pati Haluti tetap melakukan aksi pencurian ternak.

Pati Haluti mengakui bahwa “selama melakukan aksi pencurian ternak sejak tahun 2004 hingga tahun 2021, uang tebus untuk ternak kuda sebesar Rp2.000.000 – Rp3.000.000 dan untuk ternak kerbau sebesar Rp5.000.000 – Rp7.000.000 tergantung kondisi badan ternak, baik ternak kuda maupun ternak kerbau”. Ungkapnya

Untuk diketahui, Pati Haluti sudah ditahan di Mapolsek Kodi Bangedo. (AG/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan