oleh

Program Germas Masuk Desa di Lamba Leda Utara

RADARNTT, Borong – Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) melalui Puskesmas Dampek, Puskesmas Weleng dan Wae Nenda gencar dilaksanakan di desa-desa di kecamatan Lamba Leda Utara, kabupaten Manggarai Timur,. Hal ini dilakukan dalam rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah itu.

Program itu terjadwal dilakukan di 11 desa di kecamatan Lamba Leda Utara, dan kini sudah dilksanakan di 4 desa, yaitu desa Satar Kampas, desa Satar Padut, desa Golo Mangung dan terakhir desa Haju Wangi, berlangsung di kampung Bawe pada Rabu, (28/4/2021).

Program Germas meliputi enam item kegiatan antara lain: senam kesehatan pagi secara bersama, bakti sosial pada fasilitas umum desa, penyuluhan kesehatan yang dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan seperti tensi darah, asam urat, kolesterol, gula darah, TB, dan malaria, lalu dilanjutkan dengan kunjungan ODGJ  serta diakhiri kegiatan olah raga main bola voli putra dan putri. Kegiatan tetap mematuhi protokol kesehatan, sebab seluruh tahapan kegiatan dikawal ketat tim relawan aman Covid-19 desa dan Satgas Covid-19 Kecamatan.

Camat Lamba Leda Utara, Agus Supratman setiap pembukaan kegiatan menyatakan, Program Germas merupakan cikal bakal pemicu semangat atau antusiasme masyarakat dalam memahami pentingnya hidup sehat bagi diri sendiri serta pentignya interaksi sosial dalam merawat serta memperbaiki silaturahmi yang telah terjalin.

Selain itu, hal penting lain yang tidak kalah menarik adalah soal kepedulian terhadap lingkungan dan sesama saudara yang butuh hiburan serta perhatian.

“Kita perlu asah biar lebih sensitif jiwa peduli kita terhadap kesehatan lingkungan dan perlu diasah rasa iba yang kita miliki bagi sesama saudara kita yang membutuhkan perhatian dari kita, butuh hiburan dari kita serta butuh sentuhan kita,” kata Agus.

Di beberapa kegiatan, saat sambutan pembukaan giat Germas, Kepala Puskesmas Dampek, Eufrasia Rambing, Kepala Puskesmas Weleng, Andre Sangoate dan Kepala Puskesmas Wae Nenda, Rafael Muja menyampaikan, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan gerakan Nasional yang dicanangkan sejak tahun 2015 yang diprakarsai oleh Presiden RI yang mengedepankan upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam masyarakat paradigma sehat.

Untuk menyukseskan GERMAS, tidak bisa hanya mengandalkan peran sektor kesehatan saja, peran serta dari seluruh lapisan masyarakat dan sektor lainnya juga turut menentukan sukses atau gagalnya kegiatan GERMAS.

Lebih jauh dijelaskan, mulai dari individu, keluarga dan masyarakat dalam mempraktekkan pola hidup sehat, akedemisi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan dan organisasi profesi dalam menggerakan anggotanya untuk berprilaku hidup sehat, baik pemerintah di tingkat pusat maupun daerah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program GERMAS.

Penegelola GERMAS di tiga puskesmas dimaksud juga menyuarakan hal yang sama. Seperti yang dinyatakan pengelola GERMAS Puskesmas Dampek, Fransiska Heldi Naur, di berbagai kegiatan, bahwa GERMAS wajib didukung demi membudayakan hidup sehat, agar mampu mengubah kebiasaan-kebiasaan atau prilaku tidak sehat.

“Secara khusus GERMAS diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan peran serta masyarakat untuk hidup sehat, meningkatkan produktivitas masyarakat dan mengurangi biaya kesehatan,” katanya.

Dijelaskan Heldi, pelaksanaan GERMAS harus dimulai dari keluarga karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian.

Heldi juga menjelaskan 7 indikator gerakan masyarakat hidup sehat, antara lain:

Pertama, melakukan aktivitas fisik olahraga demi memberikan dampak yang sangat positif pada kesehatan setiap individu.

Kedua, mengkonsumsi sayur dan buah. Ketiga, tidak merokok, sebab merokok dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti: kanker Paru-paru dan penyakit pada kardiovaskuler.

Keempat, tidak minum minuman beralkohol. Sebab, alkohol sangat berbahaya bagi tubuh manusia. alkohol dapat merusak sel-sel otak sehingga dapat merusak fungsi intelektual manusia.

Kelima, memeriksa kesehatan secara rutin. Keenam, membersihkan lingkungan, dan Ketujuh, menggunakan jamban. Aspek sanitasi menjadi bagian penting dari GERMAS.

Untuk diketahui, kebiasaan membuang kotoran di luar jamban dapat meningkatkan resiko penularan berbagai jenis penyakit menular sekaligus dapat menurunkan kualitas sehat lingkungan.

Empat Kepala Desa yang sudah rasakan pelaksanaan giat GERMAS, Kepala Desa Golo Mangung, Engelbertus Anam, Kepala Desa Haju Wangi, Abraham Sapa, Kades Satar Kampas, Elisius Ntangor dan Kepala Desa Satar Padut, Fabianus Kabun, menyambut baik kegiatan Germas seraya berpendapat, bahwa kegiatan Germas sangat penting bagi masyarakat dan mesti terus digalakkan karena selaras dengan program dan kegiatan desa. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan