oleh

Ritual Adat “Hese Ngando” Gereja Pusat Paroki Sita Keuskupan Ruteng

-Daerah, Matim-129 Dilihat

RADARNTT, Borong – Peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja Paroki Sita dilakukan pada 12 September tahun 2020 lalu dan pengerjaan masih berlangsung hingga saat ini. Demikian disampaikan Ketua Pelaksana Dewan Pastoral Paroki Sita Keuskupan Ruteng, Damianus Jehuru kepada media ini selepas ritual adat “Hese Ngando” pemancangan tiang tengah atap gedung Gereja pada, Kamis (28/10/2021).

Damianus mengatakan, pembangunan Gereja Paroki Sita dimulai 12 September 2020. “Pada awal proses pembangunan, kita sudah menggelar ritual adat peletakan batu pertama. Yang hadir pada saat itu para penasihat, pengurus DPP Sita, umat dan pastor paroki,” ungkap Damianus.

Lebih lanjut ia mengatakan, pembangunan gedung gereja yang berlantai dua itu berasal dari bantuan donatur tunggal dari luar negeri dan partisipasi umat stasi Sita. Keterlibatan umat stasi Sita cukup aktif dalam proses pembangunan Gereja Paroki Sita.

“Umat stasi Sita selama ini sangat antusias untuk terlibat langsung dalam membangun gedung Gereja Paroki Sita. Setiap kepala keluarga menyumbang satu ret pasir cadas, batu kali satu ret dan kayu atau bambu untuk dolken. Itu bentuk partisipasi umat dalam mewujudkan kerinduan memiliki gedung gereja Baru,” tutur Damianus.

Pembangunan gedung Gereja Sita, kata Damianus, sudah pada tahap pemasangan kuda-kuda kerangka baja dan sebentar lagi pemasangan atap gereja. Sebagai gereja di tengah masyarakat adat, tentu terjadi inkulturasi, perpaduan agama dan adat istiadat yaitu menggelar ritual adat ” Hese Ngando”.

Lanjut Damianus, pembangunan sudah mencapai 50 persen. Damianus mengaku dalam tahapan pembangunan selanjutnya, pihaknya dengan senang hati dan terbuka untuk menerima bentuk perhatian dan dukungan dari pihak lain yang ingin berbagi.

Pemancangan tiang tengah atap gedung Gereja Paroki Sita

“Kami dengan senang hati menerima keluarga yang ingin berbagi atau peduli terhadap proses pembangunan gedung gereja paroki Sita. Tentu kami sangat berharap ada bentuk dukungan dari pihak lain,” terangnya.

Damianus mengaku, sangat berterima kasih donatur dan umat yang sudah sungguh membantu dalam proses pembangunan gedung Gereja Paroki Sita.

Sementara itu, Romo John. Samur, Pr kepada media ini mengatakan bahwa pembangunan gedung Gereja Paroki Sita sangat membutuhkan dukungan dari umat yang merasa terpanggil untuk membantu.

“Untuk saat ini masih dalam pemasangan kuda-kuda kerangka baja, yang diperkirakan akan tuntas dalam satu atau dua hari ke depan. Kita berharap agar bulan Maret tahun depan, gereja paroki Sita tuntas dikerjakan” tukas Romo pastor paroki, John Samur Pr.

Untuk diketahui, Gereja Paroki Sita terletak di kampung Sita Jalan Trans Flores, Ruteng – Borong, Desa Sita Kecamatan Rana Mese Kabupaten Manggarai Timur.

Prosesi ritual “Hese Ngando”, berjalan lancar. Turut hadir dalam acara tersebut, Dewan Pastoral Paroki, Umat Stasi Sita, pastor paroki Sita dan Tokoh Adat serta Tokoh Umat Stasi Sita.

Proses pembangunan gedung Gereja Paroki Sita masih berlangsung. Apabila kita terpanggil untuk membantu, dengan senang hati panitia menerima, dalam bentuk apapun itu. (GN/RN)

Komentar