oleh

Ruang Isolasi Penuh, Pasien Covid-19 Rawat Jalan Bayar Tunai di RSUD Waikabubak

-Daerah-6.304 views

RADARNTT, Waikabubak – Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Sumba Barat membludak yang mengakibatkan ruang isolasi di kedua rumah sakit di Kabupaten Sumba Barat, yaitu RSUD Waikabubak dan Rumah Sakit Kristen Lendemoripa (RSKL) tidak dapat menampung/merawat pasien Covid-19 tersebut. Hingga saat ini total pasien terkonfirmasi 273, sembuh 161, meninggal 10, masih dirawat 102.

Salah satu pasien yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 oleh petugas, saat pasien menjalani pemeriksaan di ruang IGD RSUD Waikabubak, petugas (dokter) yang melakukan tindakan meminta agar pasien tersebut lakukan rawat jalan (isolasi mandiri) karena ruang isolasi di RSUD Waikabubak penuh, namun biaya jasa obat dan jasa pemerikasaan harus dibayar tunai oleh pasien Covid-19.

ET, suami pasien yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, mengaku ia membayar biaya sebesar Rp595.790 di loket pembayaran IGD RSUD Waikabubak, pembayaran tunai itu dilakukan oleh suami dari pasien Covid-19, lantaran istrinya disuruh isolasi mandiri di rumah (rawat jalan) karena ruang isolasi di RSUD Waikabubak penuh, pada Senin (5/4/2021) malam.

“Setelah istri saya ditindaklanjuti oleh petugas di ruang IGD RSUD Waikabubak, yang sebelumnya istri saya dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 sesuai hasil pemeriksaan dari dokter Yosi, istri saya disuruh isolasi mandiri (rawat jalan), karena menurut dokter yang tangani, ruang isolasi bagi pasien Covid-19 di RSUD Waikabubak sudah full (penuh). Namun, saya disuruh bayar tunai yang awalnya petugas menyebut sebesar Rp 1.000.000 (satu juta rupiah), setelah petugas hitung ulang maka saya bayar sebesar Rp595.790 di loket pembayaran di ruang IGD RSUD Waikabubak,” kata ET.

“Sementara istri saya sangat lemas tapi petugas paksa kami harus lakukan rawat jalan (isolasi mandiri),” imbuh ET.

Kepala Dinas Kesehatan sekaligus juru bicara Satgas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Sumba Barat, Bonar B. Sinaga, yang dihubungi media ini melalui WhatsApp, Senin (5/4/2021) malam mengatakan bahwa, pasien terkonfirmasi Covid-19 ditanggung oleh negara (gratis) apalagi ada kartu BPJS.

Sedangkan, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Waikabubak, Pavliando Saragih, yang dihubungi media ini secara terpisah melalui WhatsApp, Senin (5/4/2021) malam, Pavliando menyampaikan hal serupa bahwa semua pasien Covid-19 ditanggung oleh Negara.

“Pasien covid yang kita rawat di iso semua gratis pak, ditanggung negara,” jawabnya via WhatsApp.

Setelah media ini menyampaikan bahwa ada pasien Covid-19 yang sempat ditindaklanjuti oleh petugas di ruang IGD RSUD Waikabubak, yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 namun petugas minta agar pasien tersebut lakukan rawat jalan (isolasi mandiri) dan petugas meminta keluarga pasien untuk membayar tunai di loket pembayaran di ruang IGD RSUD Waikabubak. Direktur menanggapi bahwa, “Pasien Covid yang rawat jalan wajib membayar tunai karena di luar tanggungan pemerintah (BPJS),” ungkapnya.

Media ini sudah berusaha menghubungi Kepala BPJS Kabupaten Sumba Barat melalui WhatsApp, Selasa (6/4/2021) sore, hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari Kepala BPJS Kabupaten Sumba Barat terkait kerja sama antara BPJS Kesehatan dengan Pemerintah dalam hal penanganan pasien Covid-19. (AG/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan