oleh

Sajian Patin dan Bawal Goreng Dolvi Kolo

-Daerah, TTU-1.049 views

RADARNTT, Kefamenanu – Patin dan Bawal goreng hasil budidaya Dolvianus Kolo tersaji di meja hidangan sejak pagi, menanti kedatangan para tamu yang tak lain adalah para senior politik dan rekan kerjanya di lembaga dewan.

Sekitar pukul 15.00 Wita, Minggu (19/9/2021) rombongan tujuh anggota DPRD Provinsi NTT dari Fraksi Partai NasDem di sela kunjungan kerjanya tiba di lokasi usaha budidaya ikan air tawar, milik sesama anggota DPRD Provinsi NTT termuda Fraksi NasDem, Dolvianus Kolo yang akrab disapa Dolvi Kolo.

Setiba di lokasi, para rombongan menyantap hidangan ikan goreng ditambah seteguk seloki “Tua Kolo” minuman lokal penghangat tubuh setelah lelah menempuh perjalanan jauh. Semakin nikmat suasana di alam terbuka di bawah bisikan daun cemara yang menjulang diembus angin sore itu, tepat di bibir Cekdam yang tak pernah kering sepanjang tahun tampak sejumlah warga mengail ikan yang indah dipandang.

Dolvi Kolo yang dalam kesibukannya sebagai wakil rakyat daerah pemilihan NTT 7 mencakup kabupaten TTU, Belu, Malaka itu sedang merintis usaha di bibir Cekdam kilometer 9 desa Oetalus, kecamatan Bikomi Selatan yang letaknya tak jauh dari bundaran depan kantor DPRD kabupaten TTU, sekira 500 meter ke arah selatan.

Dolvi Kolo menyulap sebuah bak menjadi kolam ikan yang berisi beberapa jenis ikan air tawar yaitu, Patin 2500 ekor, Bawal 18.000 ekor, Nila 1000 ekor.

“Awalnya karena hobi dan mau senang-senang. Tapi karena prospeknya bagus, nanti dikembangkan dengan melakukan pemisahan jenis ikan. Setiap kolam satu jenis ikan agar perkembangan lebih bagus,” tutur Dolvi Kolo.

Dia berniat mengembangkan budidaya ikan air tawar ke skala usaha yang lebih besar, selain untuk hobi tetapi bisa dijadikan usaha produktif untuk menambah konsumsi ikan sebagai salah satu sumber protein dan juga bisa menambah penghasilan dari penjualan hasil panen ikan.

“Kita akan kembangkan usaha ini mulai dari skala mikro dan bisa direplikasi ke masyarakat di desa-desa terutama yang memiliki sumber air permukaan yang cukup,” jelasnya.

Dolvi Kolo membidik usaha ikan air tawar sebagai salah satu sumber protein bagi masyarakat TTU yang umumnya berada di pegunungan di tengah pulau Timor, yang tentunya sulit mendapatkan ikan sebagai sumber protein.

Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT dari Fraksi NasDem, Petrus Christian Mboeik di kesempatan itu mengatakan, pola pengembangan budidaya ikan air tawar kepada masyarakat bisa dalam skala mikro menggunakan bioflok dengan bahan terpal yang lebih mudah didapat.

“Kita perlu memotivasi masyarakat agar mengembangkan budidaya ikan air tawar pola bioflok yang lebih murah tapi hasilnya baik dan bisa menjamin kebutuhan protein rumah tangga,” kata Chris Mboeik.

Ia juga menyarankan agar usaha yang dirintis yuniornya Dovi Kolo bisa dijadikan tempat belajar bagi masyarakat dan selanjutnya dikembangkan di masing-masing rumah tangga. Dan hal ini, katanya, harus menjadi perhatian serius pemerintah kabupaten.

Dengan gemar makan ikan, bisa menekan stunting di desa-desa, karena menurut data prevalensi stunting di TTU sebesar 51,8 persen pada tahun 2018 dimana angka ini merupakan yang tertinggi di provinsi NTT.  Pemerintah setempat berjanji, dengan usaha keras berbagai pihak melalui 8 Aksi konvergensi, perlahan angka prevalensi berangsur-angsur menurun hingga mencapai  angka 26,1 persen pada Pebruari 2021.

Menurut Chris Mboeik, desa-desa pegunungan di TTU lebih cocok mengembangkan budidaya ikan air tawar, yang disesuaikan dengan potensi desa terutama terkait ketersediaan sumber air dan juga pakan ikan.

“Budidaya ikan air tawar membutuhkan pakan sehingga perlu dipikirkan juga bagaimana ketersediaan pakan ikan dan atau ada teknologi pengolahan pakan sendiri sesuai kondisi masing-masing,” tandas politisi NasDem yang gemar berbudidaya ikan.

Ikut hadir dalam rombongan itu Ketua Fraksi NasDem DPRD Provinsi NTT Alexander Take Ofong, bersama anggota Kasimirus Kolo, Kristien Samiyati Pati, Julius Uly, Fredy Mui dan Obet Naitboho.

Senja di bibir Cekdam Oetalus menyingkap harapan membangun ketahanan protein dan gizi masyarakat desa melalui budidaya ikan air tawar berbasis rumah tangga untuk konsumsi sendiri dan dijual untuk menambah penghasilan. (TIM/RN)

Komentar