oleh

Sayembara Membangun Rumah Guru PGRI Flores Timur

RADARNTT, Larantuka – Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur, Maksimus Masan Kian menyampaikan ke ruang publik, hari ini sayembara dibuka PGRI Kabupaten Flores Timur, menyapa seluruh Guru se-kabupaten Flores Timur, juga warga Flores Timur baik yang berada di Flores Timur maupun di luar Kabupaten Flores Timur, untuk sampaikan gagasan, konsep dan imajinasi tentang seperti apa membangun Rumah Guru PGRI Flores Timur.

Gagasan bisa dalam bentuk rancangan gambar, rancangan bentuk, pemetaan ruangan baik di dalam dan di luar ruangan dan kreativitas serta inovasi lain membentuk kekhasan Rumah Guru PGRI Flores Timur yang akan dibangun.

“Saat ini di sebagian Kepengurusan PGRI Cabang, telah memiliki Rumah Guru di tingkat kecamatan. Sebagian dengan mengontrak rumah, yang lain memanfaatkan rumah Pengurus. Adanya Rumah Guru atau sekretariat akan mempercepat pelayanan kebutuhan anggota,” jelas Maksi.

Maksimus Masan Kian menjelaskan, sejak masuknya PGRI di Kabupaten Flores Timur, sampai saat ini belum memiliki sebuah kantor atau sekretariat sebagai pusat kegiatan organisasi dan pelayanan anggota. Pengurus PGRI Kabupaten Flores Timur periode 2020-2025.

“Untuk itu, kita siap mewujudkan mimpi ini, tentu dengan dukungan penuh dari semua anggota. Tanpa dukungan anggota hal ini hanyalah ilusi dan hayalan belaka,” tandas Maksi.

Hal pertama yang ia lakukan sehari setelah pelantikan menjadi Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur periode 2020-2025, Kamis 17 Desember 2020 adalah meninjau tanah aset PGRI Kabupaten Flores Timur. Lokasinya ada di Kelurahan Balela, luasnya kurang lebih 1.000 meter persegi dan sudah memiliki sertifikat.

Kelanjutan setelah peninjauan pertama, bersama Wakil Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur Bapak Egidius Demon Lema, membangun komunikasi dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Flores Timur untuk segera dilakukan pengukuran ulang. “Bersama Pak Wakil Ketua juga, telah membangun komunikasi dengan pemerintahan di tingkat RT dan masyarakat di sekitar lokasi tanah aset PGRI Flores Timur,” kata Maksi.

Menurutnya, fokus awal kepemimpinannya berkaitan dengan hal tersebut di atas sebab, Pengurus PGRI Kabupaten Flores Timur memandang penting, dengan adanya Rumah Guru PGRI Flores Timur, dapat mendukung pelayanan dan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan guru Flores Timur secara cepat.

“Pada hari yang sama, Kamis 17 Desember 2020, setelah meninjau lokasi tanah PGRI, bersama Pengurus PGRI NTT menetapkan gubuk kami di Kelurahan Sarotari Tengah, jalan atas, saat ini dijadikan sebagai Sekretariat atau Rumah Guru PGRI Flores Timur sementara,” jelas Maksi.

Ia menambahkan, sejak Desember 2020 hingga Juni 2021, ada berbagai hal dilakukan PGRI Kabupaten Flores Timur dengan mengusung spirit “Fasilitasi Potensi Penuhi Kebutuhan Guru”. Spirit sederhana ini terus membakar semangat PGRI Flores Timur untuk bergerak, berbagi dan memenuhi kebutuhan anggota secara cepat.

“Langkah pertama adalah menghidupkan mesin organisasi, dari 19 kecamatan se Kabupaten Flores Timur, 100 persen terbentuk kepengurusan PGRI Cabang,” jelas Maksi.

Kini, lanjut Maksi, Pengurus Cabang sedang menuntaskan Pembentukan Pengurus di tingkat ranting. Keluhan terbanyak terkait pelayanan kartu Anggota PGRI, namun dalam hitungan menit sudah bisa diperoleh langsung oleh guru melalui aplikasi mobile PGRI Flores Timur yang bisa didownload dengan mudah di Playstore.

Terkait peningkatan profesionalisme, Maksi mengatakan, sudah puluhan kegiatan, baik secara daring maupun luring telah dilaksanakan. Seputar keluhan-keluhan guru, sekian kali telah diaspirasikan oleh PGRI Kabupaten Flores Timur baik ke lembaga eksekutif maupun legislatif.

Termasuk kepekaan sosial dalam membantu sesama korban bencana, dilakoni oleh PGRI Kabupaten Flores Timur, tidak saja di Pulau Adonara tetapi juga di Lembata. Ada juga, ruang ekspresi seni yang dibuka, kompetisi menulis disiapkan dalam penciptaan iklim ilmiah di kalangan guru. Kreativitas dan inovasi terus tumbuh dan menjadi napas PGRI Kabupaten Flores Timur.

Kini tiba saatnya, Pengurus PGRI Kabupaten Flores Timur melangkah dalam persiapan MEMBANGUN RUMAH GURU PGRI FLORES TIMUR. Walau langkah masih tertatih, namun modal yang telah dimiliki insan PGRI sejak berdiri pada tanggal 25 November 1945 adalah solidaritas, dan soliditas yang kuat. Dan ini modal yang strategis.

“Membangun Rumah Guru PGRI Flores Timur tidak sulit Pak” Jumlah anggota kita banyak, saat kita bersatu, apapun bisa kita lakukan! Kami yakin kita bisa bangun pak dari kekuatan dan keyakinan kita bersama. Demikian ungkapan polos anggota saat disodorkan gagasan ini,” kata Maksi menjelaskan. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan