oleh

Sidak Pasar Ikan Borong, Kadis Ketahanan Pangan: Ikan Aman Dikonsumsi

RADARNTT, Borong – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Manggarai Timur melakukan inspeksi mendadak (Sidak) dan meninjau langsung pasar ikan Borong yang berlokasi di Borong, kelurahan Rana Loba kecamatan Borong kabupaten Manggarai Timur, Rabu (13/01/2021).

Kepada media ini, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Manggarai Timur Tadeus Enggur mengatakan, kegiatan Sidak dilakukan serentak karena beredar isu banyak warga keracunan makan ikan.

“Ada yang mengatakan bahwa ada banyak warga yang keracunan dan meninggal karena makan ikan. Itu tidak benar dan hoax,” ungkap Kadis yang kerap disapa Tedy itu.

Kadis Tedy mengatakan, pihak dinas melakukan uji dan tes kelayakan ikan yang dijual para pedagang, mengambil sampel untuk diuji cepat menggunakan alat rapid tes. Untuk mengecek apakah ikan ikan yang dijual sudah terkontaminasi racun atau tidak.

Setelah melakukan uji tes terhadap beberapa jenis ikan, lanjutnya, ternyata hasilnya nihil. Ikan di pasar Borong itu baik dan tidak berbahaya, dan aman dikonsumsi.

“Kita sudah melakukan uji rapid tes cepat untuk mengukur kadar racun dan formalin, dan hasilnya nihil. Sehingga jangan percaya isu yang beredar dan jangan takut untuk mengonsumsi ikan,” ungkap Tedy.

Terkait isu yang beredar, kata Tedy, sangat mengganggu keberadaan ekonomi masyarakat. Dengan beredar isu itu, menurutnya, ekonomi bisa lumpuh total. Isu yang beredar itu beredar dengan cepat secara tidak bertanggung jawab.

Ia mengimbau kepada masyarakat Manggarai Timur, agar jangan takut mengonsumsi ikan dan ikan pasar Borong tidak mengandung racun dan sangat aman untuk dikonsumsi.

Terpisah, diselah selah suasana sidak dinas ketahanan pangan dan perikanan, Maria Elisabeth (41) salah satu pedagang ikan pasar Borong, kepada kepada media ini  mengatakan, selama beredar isu dalam dua minggu terakhir para pedagang mengalami kesulitan menjual ikan. Para pembeli takut mengonsumsi ikan dan enggan untuk membeli ikan.

Dikatakan Maria bahwa, para pedagang mengalami kerugian yang sangat signifikan. Ketersediaan ikan sangat banyak, tetapi masyarakat enggan untuk membeli disebabkan oleh isu yang beredar. Selama isu beredar, satu boks ikan yang biasanya dijual sehari akan susah dijual bahkan tidak laku terjual.

“Ikan kami sangat susah laku dan bahkan banyak yang buang dan mengalami kerugian yang sangat signifikan,” tutur Elisabeth.

Mendukung pernyataan Elisabeth, Abdul Haris, juga seorang pedagang ikan di pasar Borong mengatakan bahwa para pedagang pasar Borong bisa mencapai ratusan juta rupiah. “Untuk tidak berdampak pada ekonomi pedagang, dinas tetap rutin untuk melakukan pemeriksaan terhadap keberadaan ikan yang dijual,” kata Abdul.

Dengan demikian, lanjut Abdul, hasil dari pemeriksaan itu bisa dipublikasikan kepada publik dengan baik. Sehingga masyarakat pembeli tidak terpengaruh oleh isu yang tidak jelas yang sangat merugikan masyarakat.

Terpantau media, sejumlah pedagang ikan mengalami kesulitan menjual ikan. Jumlah pengunjung dan harga ikan menurun drastis.
Di bagian belakang tempat penjualan ikan terdapat ikan yang sedang dijemur akibat tidak laku terjual. Informasi yang diperoleh, ikan kering tersebut akan dialih menjadi pakan ternak.

Proses sidak berjalan lancar dan uji rapit tes digelar oleh dinas ketahanan pangan dan perikanan disaksikan oleh para pedagang ikan pasar Borong. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan