oleh

Sidang DPRD Bukan Wahana untuk Urus Kepentingan Individu

-Alor, Daerah-234 views

RADARNTT, Kalabahi – Kehadiran kita pada setiap persidangan DPRD bukanlah sebagai wahana berkotak-kotak untuk kepentingan individu atau kelompok tetapi sebagai sarana demokrasi dalam menyatukan kesepahaman dan pemikiran menjadi sebuah tekad yang kuat dan utuh, yang dibangun di atas kesadaran dan kebesaran hati kita guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat kabupaten Alor.

Untuk itu marilah kita menegakkan musyawarah mufakat untuk memperjuangkan kepentingan riil masyarakat yang disejajarkan dengan tuntutan perubahan dan perkembangan jaman yang berjalan cepat, serta sejumlah regulasi yang wajib diimplementasikan.

Demikian disampaikan Bupati Alor Amon Djobo dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Alor dalam rangka Penutupan Masa Persidangan Ketiga Tahun 2021 dan Pembukaan Masa Persidangan Satu Tahun 2021/2022 di Ruang Rapat Utama DPRD Kabupaten Alor, Kamis pagi (2/9/2021).

Selama masa persidangan ketiga, kata Bupati Djobo, disadari tak pernah luput dari benturan pemikiran. Akan tetapi semua komponen yang hadir dalam persidangan diharapkan dapat memaknai setiap perbedaan tersebut sebagai bagian yang utuh dari pelaksanaan tugas dan tanggungjawab perutusan setiap orang guna mewujudkan satu tekad yang sama yakni mewujudkan kemajuan daerah.

Lebih lanjut mantan Asisten Administrasi Umum Setda Alor era Bupati Ans Takalapeta menuturkan, pada masa persidangan ketiga, Pemerintah Daerah dan DPRD telah menyelesaikan sejumlah agenda persidangan secara baik, antara lain Rapat Paripurna Istimewa Pembahasan dan Penetapan Peraturan Daerah (Perda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2021 dan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) perubahan APBD tahun 2021.

“Terima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Alor atas komitmen untuk tetap berada pada jalur yang sama dengan Pemerintah Daerah dan terus memberikan dukungan sebagai bagian dari pengabdian bagi daerah, terutama untuk masyarakat Kabupaten Alor”, ungkap Bupati Djobo.

Untuk masa persidangan satu tahun 2021, lanjut Djobo ada sejumlah agenda persidangan yang harus dilakukan bersama DPRD yaitu pembahasan dan penetapan Perda tentang Perubahan APBD tahun anggaran 2021 yang pada prinsipnya untuk melakukan penyesuaian APBD pada sejumlah kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi pada tahun 2021.

Perubahan APBD 2021 menurutnya ditandai dengan adanya perubahan asumsi KUA/PPAS yang pada akhirnya berdampak pada pergeseran anggaran baik antar unit organisasi, antar program dan kegiatan maupun antar jenis belanja. Disamping itu secara maraton Pemerintah Daerah dan DPRD Alor akan persidangan untuk pembahasan dan penetapan Perda APBD tahun anggaran 2022.

“Kiranya kita dapat menggunakan secara maksimal waktu yang tersedia walaupun dalam situasi sulit agar setiap agenda persidangan dapat berjalan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang disepakati bersama dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan”,harapDjobo.

Dikatakan pula, kita akan terus meyakini bahwa Alor negeri terjanji, tanah adat, negeri yang diberkati dan dititipkan Tuhan bagi orang-orang tulus untuk berkarya di atas kedirian dan harga diri masyarakat Kabupaten Alor.

“Marilah kita bekerja dengan tulus membangun daerah kita terinta, karena kita adalah pemilik sah tanah leluhur ini, bumi persaudaraan, surga di timur matahari. Kita bukan orang-orang upahan yang hanya sekedar duduk dan mencari sesuap nasi, apalagi hidup dengan prinsip Hari Ini Makan Apa, Besok Makan Siapa”,tandas Djobo.

Pada tempat yang sama Ketua DPRD Alor Enny Anggrek, dalam sambutannya mengungkapkan, hari ini Pemerintah Daerah dan DPRD akan mengakhiri satu tahapan penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka kemitraan antara eksekutif dan legislatif. Dan akan memulai dan melanjutkan kemitraan untuk memasuki masa persidangan satu tahun 2021/2022.

Perjalanan masa persidangan tahun 2021 kata Enny sangat produktif dan demokratis, karena gedung DPRD ini adalah rumah yang disiapkan oleh masyarakat Alor bagi DPRD untuk memperjuangkan kepentingan dan kesejateraan rakyat serta untuk memajukan Kabupaten Alor. Karena itu, dinamika beda pandangan dan silih pendapat adalah bunga-bunga demokrasi dari esensi demokrasi itu sendiri.

Untuk itu, Ia harapkan, semangat kebersamaan, kemitraan dan semangat persaudaraan dapat terus dijaga dan dipelihara pada masa persidangan selanjutnya. “Mari kita kerja keras, cerdas dan kerja tuntas serta kerja fokus untuk rakyat, biar rakyat kita tersenyum walaupun mereka lagi sakit”, pinta Enny. (EK/TIM/RN).

Komentar