oleh

SOP Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka SMAK Giovanni Kupang

RADARNTT, Kupang – Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Giovanni Kupang secara resmi akan melakukan pembelajaran tatap muka pada Jumat, (7/5/2021). Hal ini terlaksana lantaran SMAK Giovanni Kupang telah memenuhi kriteria pembukaan sekolah dari tim surveilens Laboratorium Biokesmas Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kami sudah memenuhi seluruh persyaratan protokol kesehatan untuk memulai pembelajaran tatap muka. Beberapa hari terakhir ini juga kami telah melakukan simulasi pembelajaran tatap muka dengan dimonitoring oleh tim dari Laboratorium Biokesmas Provinsi,” ujar Kepala SMAK Giovanni Kupang, Romo Stefanus Mau, Pr.

Romo Stefanus kepada media ini, Kamis, (6/5/2021), menjelaskan bahwa untuk tahapan pembelajaran tatap muka awal ini akan dilaksanakan bagi siswa-siswa kelas X.

“Pembelajaran tatap muka terbatas ini akan dilaksanakan bagi siswa kelas X. Lengkapnya ada dalam surat edaran Kepala SMAK Giovanni Kupang nomor 300/SMAK/G/S.6.05/2021 tertanggal 5 Mei 2021,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Satgas Covid-19 SMAK Giovanni Kupang, Jakobus Soa Folo, S.Pd menjelaskan bahwa dalam persiapan ini hal paling utama yang menjadi perhatian adalah terkait protokol kesehatan. Demi memenuhi hal tersebut, lanjutnya, pihaknya sudah bekerja ekstra agar pembelajaran tatap muka ini dapat berjalan dengan baik.

“Kami telah dan akan terus mempersiapkan segala hal yang bisa mendukung terciptanya protokol kesehatan sehingga penyebaran virus selama masa pembelajaran tatap muka di lingkungan sekolah diminimalisir,” ujarnya.

Berikut isi surat edaran Kepala SMAK Giovanni Kupang per tanggal 5 Mei 2021 tentang Standar Operasional Prosedur dan Protokol Kesehatan yang harus ditaati oleh siswa, guru dan pegawai.

Rambu-rambu Umum:

  1. Memakai masker
  2. Mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir serta gunakan hand sanitizer sebelum masuk kelas.
  3. Menjaga jarak
  4. Menjauhi kerumunan
  5. Membatasi mobilisasi dan interaksi

Syarat masuk dalam lingkungan sekolah:

  1. Dilarang masuk area sekolah, apabila anda mengalami segala seperti: demam, batuk dan sesak napas atau pernah memiliki kontak erat dengan orang positif covid-19 selama 2 minggu.
  2. Membawa kartu hasil swab PCR terbaru.
  3. Tidak dalam keadaan sakit.
  4. Tidak ada anggota keluarga yang positif covid 19.
  5. Suhu tubuh tidak melebihi 37,5 derajat celsius.

Persiapan Teknis:
Persiapan Peserta Didik, diantaranya:

  1. Peserta didik harus dalam keadaan sehat, jika mempunyai penyakit comorbid seperti diabetes, penyakit jantung, paru-paru, hipertensi, kanker, autoimun dan daya tahan
    tubuh lemah atau menurun, tidak disarankan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah
  2. Sebelum berangkat sekolah peserta didik harus sarapan pagi terlebih dahulu.
  3. Membawa dan selalu menggunakan masker serta hand sanitizer.
  4. Membawa bekal makanan dan minuman dari rumah.
  5. Membawa buku, perlengkapan/alat tulis sendiri. Peserta didik diharapkan tidak meminjam barang/perlengkapan tulis dari teman lain.

Kesiapan Guru dan Staf Pendidik, antara lain:

  1. Pendidik dan tenaga kependidikan dalam keadaan sehat, jika mempunyai comorbid seperti diabetes, penyakit jantung, paru-paru, hipertensi, kehamilan, kanker, autoimun, dan daya tahan tubuh lemah atau menurun, tidak disarankan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.
  2. Sebelum berangkat sekolah harus sarapan pagi terlebih dahulu.
  3. Membawa dan selalu menggunakan masker serta hand sanitizer.
  4. Membawa bekal makanan dan minuman dari rumah.

Kesiapan Orangtua, antara lain:

  1. Berangkat lebih awal untuk menghindari jam sibuk.
  2. Berhubung kantin sekolah tidak buka di masa pandemi, maka orangtua peserta didik wajib menyiapkan bekal berupa snack/makanan dan minuman.
  3. Orangtua memastikan transportasi yang digunakan menjamin memenuhi standar protokol kesehatan
    a. Jika menggunakan kendaraan pribadi :
    – Wajib selalu menggunakan masker.
    – Membuka jendela mobil dan tidak menyalakan AC.
    – Tetap menjaga jarak saat berada dalam mobil
    b. Jika menggunakan kendaraan umum :
    – Wajib selalu menggunakan masker.
    – Memastikan jendela angkutan umum terbuka.
    – Jumlah penumpang di dalam kendaraan umum maksimal 6 orang.
    – Setiba di sekolah harus langsung mencuci tangan dan segera mengganti masker dengan yang baru.
  4. Peserta didik menuju titik penjemputan dengan tetap menjaga jarak.
  5. Orangtua wajib menjemput peserta didik pada jam pulang sesuai dengan jadwal penjemputan yang telah ditetapkan oleh sekolah.
  6. Sesampai dirumah orangtua wajib memastikan peserta didik:
    a) Mencuci tangan dengans abun dan air mengalir sebelum masuk ke rumah.
    b) Segera membuka sepatu dan meletakkannya di ruang terbuka/di bawah sinar matahari.
    c) Langsung menuju kamar mandi dan tidak boleh berkontak dengan orang dalam rumah.
    d) Membuka pakaian sekolah dan segera mencucinya.
    e) Semprotkan disinfektan pada barang-barang yang dibawa. (DN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan