oleh

Terobosan Masa Pandemi, SMAK Giovanni Kupang Terbitkan 3 Buah Buku

RADARNTT, Kupang – Sebagai bentuk terobosan baru di tengah masa pandemi Covid-19, Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Giovanni Kupang pada tahun 2021 ini akan menerbitkan 3 buah buku karya siswa dan guru.

“Dua dari tiga buku itu adalah antologi puisi karya siswa dan satunya lagi antologi kumpulan artikel karya guru,” ungkap Koordinator Publikasi dan Literasi SMAK Giovanni Kupang, Y. B. Inocenty Loe kepada media ini, Sabtu, (9/1/2020).

Sampai saat ini, jelas Ino, sapaan akrabnya, Proses pengeditan sudah selesai dan tinggal lakukan pencetakan, dan dalam perencanaan akan diterbitkan sekaligus launching dalam waktu 1-2 bulan kedepan.

“Saat ini sudah ada 2 buku yang siap dicetak dan 1 lagi diproses. 2 buku itu yakni, kumpulan artikel karya guru dengan judul ‘Literasi Diatas Awan’ dan antologi puisi karya siswa dengan judul ‘Membaca ingatan’,” ungkapnya penuh antusias.

Buku Antologi kumpulan artikel ini, lanjut Ino, itu isinya adalah pengalaman mengajar para guru selama masa pandemi ini. Mulai dari strategi mengajarnya, kiat-kiat untuk menarik siswa untuk belajar, cara-cara teknisnya dan masih banyak lagi.

“Kita pastikan isi tulisan dari buku ini akan sangat menarik,” tambahnya.

Dua buku antologi puisi karya siswa, ungkapnya, isinya sangat variatif. Ada romantisnya, ada cinta kasihnya, juga tentang masa pandemi, lingkungan hidup dan lain sebagainya.

“Kalau kita tulisan para siswa ini sangat menarik,” ungkapnya dengan wajah berseri.

Pada tempat yang sama, Kepala SMAK Giovanni Kupang, Romo Drs. Stefanus Mau, Pr mengatakan bahwa, 3 buah karya ini merupakan tindak lanjut dari program literasi sekolah yang diprogramkan oleh kementerian.

“Ini juga sebagai ungkapan hati dan pikiran dari siswa dan guru yang dituangkan dalam bentuk tulisan, dan ini akan menjadi sejarah,” ungkap Romo Stef.

Program literasi sekolah ini juga sebagai bentuk untuk menggugah ide para siswa dan guru yang selama ini terselubung untuk kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan seperti ini.

“Kami SMAK Giovanni sendiri meningkatkan dan terus mengembangkan program literasi di sekolah,” ujarnya.

Satu hal yang ditekankan, Lanjut Romo Stef, dengan adanya program literasi sekolah kiranya budaya tutur bisa dirubah ke budaya tulis.

“Hal ini yang kita tekankan dan akan kita tanamkan di SMAK Giovanni Kupang dan mudah-mudahan apa yang kita kerjakan ini dapat berkembang menjadi baik,” jelasnya. (DN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan