oleh

Timotius Feoh Lenyapkan Uang PDAM Kabupaten Kupang Rp96 Juta Lebih

RADARNTT, Kupang — Pegawai PDAM Kabupaten Kupang atas nama Timothius Feoh diduga melenyapkan uang tagihan tunggakan rekening air pelanggan sebanyak Rp96 juta lebih.

Demikian disampaikan Direktur PDAM Kabupaten Kupang, Yoyarib Mau di ruang kerjanya, Selasa (2/3/2021).

Dijelaskannya, Timotius Feoh melakukan penagihan tunggakan rekening air dengan mengatasnamakan PDAM Kabupaten Kupang dan tidak pernah disetorkan ke kantor PDAM.

Penggelapan uang tagihan tersebut sudah dilakukan Timotius Feoh beberapa kali sejak tahun 2019 hingga 2021 dan yang digelapkan adalah uang tagihan tunggakan rekening air di DPRD NTT.

“Timotius Feoh pergi tagih pakai kwitansi biasa dan stempel yang dia buat sendiri lalu tidak pernah setorkan ke kas kantor,” ujar Yoyarib Mau.

Pihak Sekretariat DPRD NTT sendiri, jelas Yoyarib, sudah dipanggil dan dimintai klarifikasi oleh PDAM, hasilnya adalah pihak DPRD NTT sudah membayarkan tagihan ke Timotius Feoh dan dalam pencocokan dokumen ditemukan ada pemalsuan stempel PDAM oleh Timotius Feoh.

Atas tindakannya, Timotus Feoh secara jelas telah melanggar peraturan perusahaan yang mengatur soal disiplin pegawai yakni Peraturan Direktur Utama PDAM Kabupaten Kupang Nomor. 174A/PDAM-KPG/VIII/2014.

“Aturan yang dilanggar yaitu pada pasal 2 ayat 2, 3, 4 dan 6 tentang kewajiban dan larangan lalu pasal 3 ayat 14 juga pasal 4 ayat 1, 2 dan 3 (poin a) tentang hukuman disiplin,” ungkap Yoyarib.

Berikut rincian dugaan penyelewengan uang tagihan tunggakan rekening air yang dilakukan oleh Timotius Feoh.

Pertama, tahun 2019, tagihan rekening air atas nama Ketua DPRD dan Wakil Ketua 1 dan 2 DPRD NTT sebesar Rp. 215.237.300 dan dibayar cicil oleh Bendahara Sekwan DPRD NTT ke Timotius Feoh sebesar Rp. 24.844.100 secara tunai.

Kedua, pada 09 Juni 2020, Timotius Feoh mendatangi Bendahara Sekwan DPRD NTT dan melakukan tagihan rekening air atas nama Ketua DPRD dan Wakil Ketua 1 dan 2 DPRD NTT dan dibayar cicilan kedua oleh Bendahara Sekwan DPRD NTT ke Timotius Feoh sebesar Rp26.438.000 secara tunai.

Ketiga, pada 30 November 2020, Timotius Feoh mendatangi lagi Bendahara Sekwan DPRD NTT dan melakukan tagihan rekening air atas nama Ketua DPRD dan Wakil Ketua 1 dan 2 DPRD NTT dan dibayar cicilan ketiga oleh Bendahara Sekwan DPRD NTT ke Timotius Feoh sebesar Rp5.140.600 secara tunai.

Keempat,  pada 22 Desember 2020, Timotius Feoh mendatangi lagi Bendahara Sekwan DPRD NTT dan melakukan tagihan rekening air atas nama Ketua DPRD dan Wakil Ketua 1 dan 2 DPRD NTT dan dibayar cicilan keempat oleh Bendahara Sekwan DPRD NTT ke Timotius Feoh sebesar Rp30.000.000 secara tunai.

Kelima,  pada 13 Februari 2021, Timotius Feoh mendatangi lagi Bendahara Sekwan DPRD NTT dan melakukan tagihan rekening air atas nama Ketua DPRD dan Wakil Ketua 1 dan 2 DPRD NTT dan dibayar cicilan kelima oleh Bendahara Sekwan DPRD NTT ke Timotius Feoh sebesar Rp10.000.000 secara tunai.

“Total yang sudah ditagih adalah Rp96 juta lebih dan tidak pernah disetorkan ke kantor,” tegas Yoyarib.

Sampai berita ini ditayang, awak media masih berupaya mengkonfirmasi Timotius Feoh. (DN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan