oleh

Uang Jasa dan Insentif Belum Dibayar, Karyawan RSUD Waikabubak Mogok Kerja

RADARNTT, Waikabubak – Karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waikabubak sempat mogok kerja pada Sabtu, (06/03/21) pagi, lantaran uang jasa dan insentif perawat belum dibayar dari bulan November 2020 hingga Pebruari 2021.

Menurut salah satu karyawan RSUD Waikabubak yang enggan disebutkan namanya yang juga ikut mogok kerja, yang dihubungi media ini via WhatsApp, Sabtu (06/03/2021) malam, mengakui bahwa dirinya bersama kawan-kawan tidak melaksanakan tugas di jam kerja karena belum dibayar jasa dan insentif dari bulan November 2020 lalu hingga bulan Pebruari 2021.

“Kenapa kami tidak melaksanakan tugas dan langsung pulang di jam kerja, karena insentif kami belum dibayar dari bulan September 2020 hingga bulan Pebruari 2021, dan jasa dari bulan Oktober 2020 hingga bulan Pebruari 2021. Kami semua sudah tidak punya uang, kami dituntut kerja hanya untuk menutupi utang rumah sakit. Awalnya Direktur RSUD Waikabubak Pavliando Saragih mengatakan bahwa utang RSUD Waikabubak sebesar lima miliar rupiah, terus naik di angka tujuh miliar rupiah, dan hari ini menurut Direktur RSUD Waikabubak utang RSUD Waikabubak sebesar 10 miliar Rupiah,” katanya.

“Kami merasa selama ini, kami kerja hanya untuk menutupi utang RSUD Waikabubak, Direktur RSUD Waikabubak tidak pernah memikirkan susahnya kami, kadang kami tidak tidur malam karena harus jaga pasien. Itu yang menjadi keluhan kami, sehingga tadi siang kami pulang,” Imbuhnya.

Ia juga mengeluhkan bersama kawan-kawan nya, “Kami semua capek, makanya kami seperti orang gila melanggar sumpah kami yang sudah secara tidak langsung menelantarkan pasien kami. Dana Covid-19 baru satu kali cair untuk tiga bulan, yaitu bulan Maret-Mei 2020, selanjutnya dari bulan Juni hingga Desember 2020 dan bulan Januari – Pebruari 2021 belum dibayar,” terangnya.

Menurut Direktur RSUD Waikabubak, dr. J. R. Pavliando Saragih, Sp.A.M. Biomed, yang dihubungi media ini, mengatakan bahwa tidak ada mogok kerja, pelayanan berjalan seperti biasa.

“Tadi hanya beberapa karyawan yang menanyakan tentang kejelasan pembayaran jasa medis, karena ada kabar beredar di lingkungan Rumah Sakit, jasa medis tidak dibayar karena kondisi keuangan yang sulit saat pandemi Covid-19 ini, dan tadi sudah diklarifikasi bahwa tidak benar info tidak dibayar tapi belum dibayar karena masih menunggu tagihan dari BOJS. Sementara ini pelayanan tetap berjalan seperti biasa,” katanya.

Namun, ketika media ini meminta kebenaran terkait karyawan yang pulang rumah di jam kerja, Direktur RSUD Waikabubak, Pavliando Saragih mengakui bahwa sempat terganggu pelayanan. “Iya pelayanan terganggu karena mereka hanya minta klarifikasi, setelah diberi penjelasan kerja lagi seperti biasa,” katanya

Pantauan media ini di lokasi Rumah Sakit, karyawan RSUD Waikabubak yang belum dibayar Jasa dan Insentif terlihat pulang ke rumah masing-masing di jam kerja, pukul 12.00 WITA. (AG/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan