oleh

Update COVID-19 Kota Kupang Tambah 56 Hari Ini, Total 2.376 Kasus

RADARNTT, Kupang – Penularan Corona virus disease 2019 atau COVID-19 di Kota Kupang masih terjadi, hari ini bertambah 56 orang positif, Total Kasus 2,376 orang, Sembuh 792 orang, Meninggal 67 Orang, Masih Dirawat 1.517 orang.

Demikian update data harian COVID-19 yang dilaporkan Juru Bicara Satgas COVID-19 Kota Kupang, Ernest Ludji, Jumat (29/01/2021) petang.

Ia pun merincikan jumlah kasus yang masih dirawat, Laki-laki 718 orang, Perempuan 799 orang. Pasien yang menjalani Isolasi Mandiri 1.285 orang, Isolasi Rumah Sakit 232 orang.

Sebaran kasus per kecamatan, Alak 168 orang, Kelapa Lima 252 orang, Kota Lama 181 orang, Kota Raja 206 orang, Maulafa 334 orang, Oebobo 376 orang.

Ada 50 dari 51 atau (98,0%) kelurahan di kota Kupang terdampak COVID-19. Tersisa satu kelurahan yaitu Naioni yang belum terdampak.

Ernest Ludji juga mengimbau kepada seluruh masyarakat kota Kupang agar tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan, masyarakat diminta untuk menjaga diri dan lingkungan masing-masing dengan patuh memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak fisik.

“Masyarakat kota Kupang tingkatkan kewaspadaan dan kepatuhan pada protokol kesehatan dengan menjalankan 3M: Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak,” sebut Ludji mengingatkan.

Lanjut Ludji, kepatuhan dan ketaatan melaksanakan protokol kesehatan yang akan membantu kita terhindar dari penularan virus dan bisa segera memutuskan mata rantai penyebaran yang saat ini cenderung meningkat dan mengkhawatirkan.

“Ini masalah pandemi dan keselamatan nyawa banyak orang bukan pribadi orang per orang, sehingga kesadaran bersama untuk mematuhi protokol kesehatan menjadi penting saat ini,” tegasnya.

Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Provinsi NTT, dr. Hyron Fernandes, menegaskan bahwa situasi pandemi mengancam keselamatan nyawa populasi atau komunitas bukan pribadi orang per orang. Sehingga perlu pendekatan health community atau kesehatan masyarakat dan penegakan protokol kesehatan perlu ditegakan secara tegas oleh pemerintah.

“Pandemi mengancam nyawa dan keselamatan populasi atau komunitas sehingga penegakan protokol kesehatan harus tegas, bila perlu dengan pemaksaan kesadaran dan itu dibenarkan undang-undang tentang kesehatan dan wabah,” tegas dr. Hyron Fernandes.

Menurutnya, semua peraturan tentang COVID-19 yang telah dibuat pemerintah sudah sesuai ketentuan kesehatan masyarakat, hanya belum dijalankan secara konsisten oleh pemerintah.

“Kita berharap pemerintah provinsi dan kabupaten/kota bisa segera menjalankannya secara konsisten dan perlu langkah berani untuk memulai. Dan saya lihat dalam dua tiga hari terakhir ini sudah mulai digerakan oleh pak Wakil Gubernur dan semoga segera diikuti oleh Bupati, Walikota, Camat dan Kepala Desa,” tandasnya. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan