oleh

Warga Gotong-royong Timbun Jalan Negara yang Terputus di Maritaing dengan Material Batu

-Alor, Daerah-243 views

RADARNTT, Kalabahi – Kondisi ruas Jalan Negara yang melintasi desa Kolana Selatan menuju ke Maritaing ibukota kecamatan Alor Timur, kabupaten Alor, tepatnya di Tongmang mengalami kerusakan berat dan terputus akibat longsor karena tingginya curah hujan melanda daerah itu pada Senin, (1/2/2021). Warga bergotong-royong mengisi lubang patahan sekira tiga meter dengan material batu agar jalan bisa difungsikan.

Kepala Desa Kolana Selatan Saul Mowata yang dihubungi di loksi kejadian mengharapkan agar Pemda Kabupaten Alor harus secepatnya mengatasi masalah ini karena jalan tersebut merupakan satu-satunya jalan yang bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat untuk menuju ke ibukota kecamatan maupun beberapa desa lainnya.

Pemda Alor melalui instansi teknis yaitu dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah berada di lokasi bencana sejak Selasa, (2/2/2021) pagi untuk melakukan kegiatan tanggap darurat. Bersama-sama masyarakat mengisi jalan yang terputus dengan batu-batuan sampai penuh lalu dipadatkan sehingga kendaraan roda dua dan empat kembali bisa melintasi jalan tersebut sejak Selasa siang.

Terkait hal ini Kepala Dinas PU Kabupaten Alor, Mel Atakay mengatakan, karena status jalan tersebut adalah jalan negara yang kewenangannya berada pada Pemda Provinsi, oleh karena itu Pemda Alor telah melaporkan kejadian tersebut kepada Pemda Provinsi NTT untuk dilakukan perbaikan.

“Untuk saat ini dinas PU Kabupaten Alor hanya akan bisa mengatasinya dengan memasang aramco (gorong-gorong baja) yang akan segera dipasang dalam waktu dekat ini sehingga masyarakat yang akan melintasi jalan tersebut baik dengan kenderaan maupun berjalann kaki akan merasa lebih aman dan nyaman,” tutur Atakay.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Alor, Kristina Beli menuturkan bahwa hujan yang terjadi pada tanggal 1 Pebruari 2021 sejak pagi hingga malam hari menimbulkan banjir dan longsor yang berdampak terputusnya jalan nasional dengan kedalaman 2-3 meter, dan sejumlah rumah warga, rumah ibadah, perkantoran juga tanaman masyarakat terendam banjir.

“Tim BPBD malam itu juga langsung turun ke lokasi, bersama masyarakat dan aparat setempat gotong royong melakukan pembersihan dan juga menimbun material pada jln yang terputus sehingga arus mobilisasi kendaraan sudah berjalan kembali,” tutur Beli.

Kristina Beli mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mendapat laporan adanya kerugian atau korban di pihak masyarakat. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan