oleh

Peduli Masalah Lingkungan dan Karakter, Anak Sumba Barat Pamerkan Aksi Nyata di Pekan Raya Perubahan

RADARNTT, Waikabubak – Save the Children Indonesia, melalui Program Sumba Future Changemakers (SFC) berkolaborasi dengan tiga komunitas lokal di Kabupaten Sumba Barat, yakni Sumba Cendekia, English Goes to Kampung, dan Gerakan Peduli Sumba Barat (GPSB) menyelenggarakan Pekan Raya Perubahan (Festival of Change).

Melalui program SFC, anak-anak Sumba berusia 13-17 tahun yang tergabung dalam 14 kelompok diberi ruang untuk menjadi agen perubahan dengan cara  mengidentifikasikan dan memecahkan permasalahan sosial dan lingkungan di sekitar mereka. Solusi yang diciptakan anak kemudian diimplementasikan dalam kegiatan inkubasi yang dilakukan pada  bulan Agustus hingga Oktober lalu. Selain itu, anak-anak Sumba Barat juga didorong untuk melakukan advokasi terhadap isu-isu yang menjadi sumber kekhawatiran mereka kepada pemangku kepentingan setempat. 

Pekan Raya Perubahan diselenggarakan sebagai sarana bagi anak-anak Sumba Barat untuk melakukan advokasi yang lebih luas. Dalam kegiatan ini, sebanyak 46 anak dibekali kemampuan untuk menjadi agen perubahan di komunitasnya. Acara ini berlangsung dari tanggal 15–27 November 2022 di empat kecamatan Sumba Barat, yaitu Kecamatan Kota Waikabubak, Kecamatan Wanokaka, Kecamatan Lamboya, dan Kecamatan Loli.

Dalam Pekan Raya Perubahan, terdapat empat kegiatan inti yang diusung, yaitu Anak Muda Sumba Baomong Ide Inovasi (AMBIS) Talk, yakni rangkaian talk show yang diselenggarakan di tujuh sekolah asal peserta; Sesi Presentasi dan Diseminasi (SENSASI), yakni kegiatan ekspo  pemangku kepentingan dari sektor yang berbeda, Sesi Diskusi Asik (SEDIA), yakni sesi diskusi tertutup antara 14 kelompok pengusung proyek perubahan dan seorang tokoh inspiratif dan ditutup dengan kegiatan-kegiatan retret  yang menjadi kesempatan melakukan evaluasi terhadap proyek-proyek yang sudah diimplementasikan.

Rangkaian kegiatan Pekan Raya Perubahan bertujuan agar anak-anak dapat mempresentasikan proyek-proyek sosial yang mereka usung kepada pemangku kepentingan lokal. Mereka juga diharapkan dapat mempublikasikan implementasi serta dampak proyek-proyek mereka kepada media konvensional atau digital untuk mendapatkan eksposur yang lebih besar. Dan yang terpenting, acara ini adalah kesempatan bagi anak-anak sebagai agen perubahan untuk merayakan kerja keras mereka selama Solve-a-Thon dan Inkubasi. 

Informasi yang disampaikan oleh 14 kelompok agen perubahan dalam program Sumba Future Changemakers ini akan didengarkan oleh 500 anak SMP dan SMA di empat kecamatan Sumba Barat, perwakilan dari 15 institusi pendidikan, 200 orang undangan dari berbagai sektor, yaitu perwakilan pemerintah daerah, perwakilan sektor swasta, rekan-rekan media konvensional dan digital, serta figur publik. 

“Saya melihat sampah plastik yang diubah menjadi baju dan tas tangan. Tetapi saya juga melihat bahwa kalian memiliki kasih sayang dan empati kepada masyarakat yang harus mengubah perilaku mereka—dari cara-cara kalian berbicara kepada mereka,” ujar Direktur Global untuk Program Sponsorship Save the Children, Lisa Parrott.

Lisa Parrott menggaris bawahi capaian penting dalam program ini. Selain mewujudkan proyek-proyek perubahan dalam aksi nyata dengan hasil yang dapat diukur, proyek ini juga menunjukkan cara agen-agen perubahan mengidentifikasikan permasalahan yang mengusik mereka dengan berefleksi dari perspektif pemilik masalah (users perspective). Pada akhirnya, empati yang tumbuh dalam diri agen-agen perubahan menjadi krusial untuk menciptakan  perubahan yang berkesinambungan.

Sebagai salah satu peserta dalam kegiatan inkubasi, Gerald mengatakan bahwa proses observasi langsung dalam menemukan isu atau masalah di sekitar membuat dia menjadi lebih peka dan berani mengambil peran dalam menyelesaikannya.

“Sejak mengikuti kegiatan ini, saya merasa dapat mengembangkan minat dan bakat yang saya miliki. Saya tidak hanya mendapatkan ilmu baru, tapi juga diberikan kesempatan untuk mempraktekkan penggunaan design thinking dalam menyelesaikan isu terkait lingkungan khususnya tentang sampah.” ucap Gerald, salah satu peserta kegiatan dari Sumba Future Changemakers.

Hal ini juga mendemonstrasikan kemampuan para pemuda agen perubahan untuk menunjukkan kontribusi mereka dalam berbagai permasalahan lingkungan dan sosial di sekitar mereka.

Kemampuan para pemuda ini tidak hanya dapat ditemukan dalam diri pemuda di Sumba Barat saja, namun juga dalam diri pemuda di berbagai daerah lainnya. Pada akhirnya, yang dapat dilakukan oleh berbagai pihak adalah mendengarkan dan memberikan ruang bagi para pemuda untuk mengambil aksi nyata untuk masa depan komunitas mereka.

Sumba Futures Changemakers adalah bagian dari Program Sponsorship Save the Children dalam mengupayakan pemenuhan hak anak di Sumba, khususnya hak partisipasi. Program Sponsorship di Sumba Tengah dan Sumba Barat dijalankan sejak tahun 2014 dan akan berlangsung sampai tahun 2024.

Misi program yang didanai Sponsor ini adalah untuk memenuhi hak anak atas kesehatan dan kesejahteraan serta memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk bertahan hidup, belajar, dan dilindungi. Program ini bertujuan untuk menjangkau 100.000 anak dan komunitas terkait anak dengan durasi program selama 10 tahun untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan anak-anak di Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Tengah. Program sponsorship memiliki 5 program utama yaitu: Kesehatan Ibu dan Anak, Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Kesehatan dan Nutrisi di Sekolah, dan Pengembangan Remaja.

Kegiatan Pekan Raya Perubahan tersebut dihadiri Bupati Sumba Barat, Sekda Sumba Barat, Asisten dan para pimpinan OPD, Kepala Sekolah tingkat SMP dan SMA/SMK, yang berlangsung di Aula Alfa Omega Waikabubak, Rabu (23/11/2022). (AG/RN)

Komentar