oleh

Penjabat Walikota Kupang Canangkan Program Cerdas ‘Lopo Pintar’

RADARNTT, Kupang – Evaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang menemukan terjadi kemunduran kualitas pembelajaran bagi peserta didik pada jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di masa pandemi Covid-19. Sehingga Penjabat Walikota Kupang George M Hadjoh mencanangkan program cerdas ‘Lopo Pintar’ sejak dilantik pada 22 Agustus 2022.

Program ini melibatkan sejumlah mahasiswa yang ditugaskan di setiap Kelurahan dan melakukan pendampingan kepada siswa-siswi dengan mendatangi rumah siswa setiap hari untuk membantu mengajarkan dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru dari sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Dumuliahi Djami melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Oktovianus Naitboho menjelaskan, program ‘Lopo Pintar’ lahir berdasarkan evaluasi pasca Covid-19 dan ditemuan adanya kemunduran pada setiap jenjang pendidikan terutama dirasakan oleh banyak anak di tingkat TK, SD dan SMP.

Menurutnya, hal ini disebabkan oleh pembelajaran ofline dan online selama dua tahun yang tidak berjalan efektif dan ini merupakan tatangan bagi pemerintah kota Kupang terutama dinas pendidikan dan kebudayaan kota Kupang.

“Berdasarkan data riil yang kami temukan sebanyak 3000 lebih anak-anak yang tidak tahu membaca, terutama dari kelas satu SD sampai kelas tiga SD. Sedangkan yang kurang lancar membaca berdasarkan data yang kami miliki berjumlah 4000 lebih. Itu dari kelas empat SD sampai SMP,” jelas Naitboho di sela-sela pembekalan mahasiswa bimbingan/pendampingam siswa di aula lantai dua Kampus Muhammadiyah Kupang. Senin, 7 November 2022.

Oktovianus Naiboho menjelaskan, mahasiswa yang mengikuti pembekalan berjumlah 850 orang berasal dari lima kampus ternama di kota Kupang, yaitu Universitas Katolik Widya Mandira (Unika), Universitas Nusa Cendana (Undana), Universitas Kristen Artha Wacana (Unkris), Universitas Muhammadiyah dan Univertas PG 45 Kupang.

“Dari total mahasiswa tersebut akan disebarkan ke setiap kelurahan dengan jumlah per kelurahan bervariasi. Satu kelurahan ada yang 14 orang, 16 orang sampai 18 orang. Karena mahasiswa terdiri dari berbagai disiplin ilmu,” tutur Naitboho.

Mereka ditempatkan di Kantor Lurah, dengan jam masuk kerja pukul 13:30 sampai jam 17:30. Tujuan utama kehadiran mahasiswa untuk melakukan pendekatan pelayanan, pembimbingan, pendampingan bagi siswa-siswa. Para mahasiswa langsung mendatangi rumah-rumah siswa-siswi di setiap kelurahan.

“Kehadiran mahasiswa tersebut untuk membantu mengerjakan tugas-tugas siswa-siswi yang diberikan oleh bapa ibu guru dari sekolah. Jadi tugas apa saja. Misalnya, tugas bahasa inggris, matematika dan lain-lain,” kata Naitboho.

Naitboho mengatakan, program ‘Lopo Pintar’ akan berjalan setiap tahun dan bagi mahasiswa pendampingan akan mendapat insentif sebesar Rp600 ribu sampai Rp700 ribu per orang mahasiswa per bulan selam satu tahun.

Sementara itu, Mahasiswa Unkris Mersi Ledai, saat dimintai tanggapannya berkaitan program tersebut menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk ikut mengambil bagian dalam tugas ini.

“Saya menyampaikan terima kasih atas  terpilih mengikuti program ini. Dan ini merupakan pengalaman pertama untuk saya,” tutur mahasiswa sementer lima.

Selain itu, Mahasiswa Undana Dwi Son Lay menyampaikan program ini sangat luar biasa melatih mahasiswa untuk beradaptasi langsung dengan anak didik dan masyarakat.

“Program ini luar biasa, sehingga melatih kami untuk berapdatasi langsung dengan anak dan lingkungan setempat,” ungkap mahasiswa semester lima. Ia pun berharap agar program ini akan berlanjut demi merealisasikan pendidikan berkualitas untuk semua. (YH/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan