oleh

Pesta Santo Yosef Freinademetz, Keluarga Besar SMK Nenuk Gelar Aneka Kegiatan

-Belu, Daerah-1,110 views

RADARNTT, Atambua – Dalam rangka menyongsong pesta Santo Yosef Freinademetz pada 29 Januari 2022, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Katolik Santo Yosef Nenuk menggelar aneka kegiatan untuk meriahkan perayaan ini.

Aneka kegiatan yang dilombakan diantaranya bola kaki, bola volly, bulu tangkis, vokal grup antar jurusan, lomba taman dan lomba kitab suci dan Triduum (bahasa Latin, berarti tiga hari yakni doa untuk menyongsong sebuah perayaan) yang melibatkan para guru dan siswa-siswi kelas XII.

Kegiatan ini diawali apel pembuka dan secara resmi dibuka oleh Rektor Komunitas Santo Yosef Freinademetz SMK Katolik Santo Yosef Nenuk, Lukas Lui Uran, SVD berlangsung di parkiran sekolah dihadiri oleh semua guru, pegawai dan siswa/i kelas XII pada Rabu, (19/1/2022).

Dalam sambutannya, Pater Rektor mengatakan keluarga besar SMK Katolik Santo Yosef Nenuk perlu meneladani hidup Santo Yosef Freinademetz yang penuh perjuangan sebagai seorang Misionaris Sulung Serikat Sabda Allah ( bahasa Latin: Societas Verbi Divini / SVD) di China.

Yosef Freinademetz dilahirkan pada tanggal 15 April 1852 di Oeis, sebuah kampung kecil yang terdiri dari lima rumah, di tengah pegunungan Alpen, Italia Utara. Daerah ini dikenal dengan nama Tyrol Selatan, yang menjadi bagian dari kekaisaran Austo- Hungaria.

Ia langsung dibaptis pada hari kelahirannya dan mewarisi pola iman keluarga yang bersahaja tetapi ulet, setia pada kehendak Tuhan dan berjuang untuk mewujudkannya. Kerohanian keluarga ini berpengaruh besar pada karya pelayanannya di kemudian hari, terutama sebagai misionaris di China.

Selain kesetiaan kepada tugas perutusannya, Yoseph juga tulus dan terbuka terhadap budaya dan tradisi lokal. Ia meninggalkan tradisi dan kebiasaan Eropa yang menjadi latar belakang dan menerima serta menghayati pola hidup masyarakat setempat.

“Saya mencintai China dan orang-orang China. Saya ingin mati dan dikuburkan di antara mereka, dan di surga nanti saya mau tetap menjadi orang China”, demikian ucapannya yang terkenal kata Pater Lukas menutup sambutannnya.

Setelah Apel pembuka, kegiatan dilanjutkan dengan pertandingan eksebisi bola kaki antara para guru dan siswa di lapangan sepak bola SMK Katolik Santo Yosef Nenuk.

Meskipun diguyur hujan rintik-rintik yang tak kunjung henti namun semangat anak-anak Santo Yosef Freinademetz tetap membara.

Pertandingan eksebisi ini makin seru dan memanas antara para guru dan siswa.

Setiap tim saling serang, cari celah dan strategi untuk memenangkan pertandingan.

Tak lama berselang gol pun tercipta karena kesalahan penjaga gawang tim siswa dan skor 1-0 untuk tim para guru unggul.

Kemudian tak menunggu lama, 2 gol dilesakan oleh Stefanus Sintidu dan 1 gol lagi disumbangkan Estefanus Nahak.

Skor 4-0 tetap bertahan hingga turun minum dan akhirnya tim para guru berhasil memenangkan pertandigan eksebisi pembukaan menyongsong perayaan Santo Yosef Freinademetz. (AK/TIM/RN)

Komentar