oleh

Rayakan HUT ke-71, IBI Manggarai Timur Fokus Kegiatan pada Ibu dan Anak

RADARNTT, Borong – Merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-71 Ikatan Bidan Indonesia (IBI), yang jatuh setiap tanggal 24 Juni. IBI Cabang Kabupaten Manggarai Timur memfokuskan aneka kegiatan pada Ibu dan Anak dalam menekan angka stunting demi membangun generasi unggul.

Ketua pelaksana kegiatan, Yosefina Nirma, kepada media mengatakan, kegiatan dalam rangka HUT IBI berlangsung sejak 13 Mei 2022, di Desa Rana Mbeling melakukan bakti sosial pelayanan kesehatan ibu, bakti sosial pelayanan keluarga berencana bersama Dinas P2KBP3A, pelayanan kesehatan bayi dan balita, mensukseskan Pekan Imunisasi Dunia (PID) bersama Dinas Kesehatan mengadakan penyuluhan kesehatan Reproduksi Remaja, pemeriksaan golongan darah, Pemeriksaan Kesehatan bersama PMI dan BPJS.

“Selain kegiatan di atas, juga melakukan kunjungan kasih ke sesepuh Bidan dan kegiatan pelayanan imunisasi rutin pada bayi, balita dan anak sekolah di setiap ranting, dan Motivator air susu ibu (ASI) kepada semua bidan di UPTD Puskesmas Borong dan utusan dari Ranting,” lanjut Nirma memaparkan.

Nirma mengatakan, IBI adalah sebuah organisasi profesi bidan dan organisasi sosial masyarakat, yang merupakan wadah perkumpulan bidan di seluruh Indonesia, yang didirikan pada tanggal 24 Juni 1951 di Jakarta. IBI juga bergabung dalam organisasi perempuan yaitu KOWANI sebagai salah satu anggota.

“Pada Tahun 1956, IBI resmi bergabung dan menjadi Internasional Confederation of Midwives (ICM) dan pada tahun 1985 IBI resmi sebagai lembaga swadaya masyarakat (LSM). Saat ini IBI telah bertumbuh dan berkembang secara pesat. Dengan memiliki 34 pengurus daerah tingkat Provinsi, 514 pengurus cabang tingkat Kabupaten/kota dan 4984 pengurus ranting tingkat kecamatan atau unit pelayanan atau pendidikan,” terangnya.

Nirma menjelaskan, keanggotaan IBI yang memiliki kartu tanda anggota (KTA), sampai 20 Maret 2022 berjumlah 323.434 anggota. Adapun yang tercatat di Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) yaitu 459.567. Sedangkan di kabupaten Manggarai Timur berjumlah 804 anggota per Maret 2022.

“Tanggal 24 Juni 2022, IBI berusia 71, tentu usia yang sangat matang dengan berbagai pengalaman yang sudah dilalui sebagai organisasi profesi. Hal ini saat yang sangat tepat untuk merenung apa yang tercapai serta kendala apa yang dihadapi untuk diperbaiki di masa yang akan datang khususnya tantangan yang datang dari dalam maupun dari luar organisasi serta menyongsong masa depan yang lebih baik,” tandasnya.

Ketua IBI Cabang Manggarai Timur, Fransiska Nurhaida, mengatakan HUT IBI tahun 2022 bersamaan dengan 100 tahun keberadaan ICM, serta keikutsertaan IBI dalam Pekan Imunisasi Dunia (PID) tahun 2022 bersama profesi lain lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempercepat penurunan angka stunting, sehingga bisa menyelenggarakan kegiatan monitoring ASI bagi Bidan di UPTD Puskesmas Borong dan UPTD Puskesmas Peot.

“Mengacu pada tema kegiatan tersebut secara internasional dan nasional, maka pengurus IBI memutuskan mengangkat tema ‘Perjalanan panjang profesi Bidan mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia maju’,” tandasnya.

Sebagai garda terdepan keselamatan ibu dan anak di kabupaten Manggarai Timur, kata Fransiska Nurhaida, sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak terutama dari masyarakat Manggarai Timur pada umumnya. Tentunya juga sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah dan mitra pemerintah, apalagi kedepannya jenjang pendidikan kebidanan dibebani dengan tambahan jenjang profesi.

“Targetnya, pada tahun 2026, semua bidan harus bisa ke jenjang profesi kebidanan, baru kami bisa mempunyai legalitas untuk pelayanan. Jadi bagaimana kami sangat berharap pemerintah untuk memberi ruang kepada kami untuk mengambil profesi satu tahun,” ungkapnya.

Untuk menekan angka stunting di kabupaten Manggarai Timur, kata Fransiska Nurhaida, Bidan adalah petugas yang sangat melekat dengan stunting. Bidan adalah profesi yang menjadi garda terdepan untuk mendampingi ibu dan bayi dengan mempersiapkan seorang wanita subur untuk bisa menjadi calon ibu yang sehat agar dapat melahirkan generasi unggul dan cerdas dengan pelayanan yang berimbang.

“Penentu masa depan yang bisa melahirkan generasi unggul, dan cerdas, Bidan juga hendaknya tidak dibebani dengan berbagai hal. Tentu membutuhkan dukungan dari masyarakat dan pemerintah. Tidak sedikit bidan sebagai tenaga honorer dan sukarela atau non ASN. Besar harapan juga untuk para Bidan yang non ASN bisa diperhatikan secara khusus pada saat pengangkatan CPNS atau PPPK,” pintanya.

Fransiska Nurhaida mendorong dan mendukung agar Bidan bisa memanfaatkan peluang untuk membuka usaha tempat usaha praktek mandiri untuk melakukan pelayanan terhadap Ibu dan Bayi. 

Perayaan HUT IBI ke-71 bertempat di Aula Kantor Camat Borong, Sabtu (25/6/2022) dibuka resmi oleh Bupati Manggarai Timur diwakili oleh Asisten 3, Yohana F. K. Mbaut, ditandai pelepasan balon HUT IBI. Turut hadir dalam acara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur dr. Surip Tintin, Ketua IBI Cabang Manggarai Timur, Fransiska Nurhaida, dan para Bidan. (GN/RN)

Komentar