oleh

Yosefino Lede Malu, Remaja Yatim Piatu Bercita-cita Jadi Polisi

-Daerah, Matim-409 Dilihat

RADARNTT, Borong – Bercita-cita menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sejak kecil Yosefino Lede Malu atau Lede, begitu kerap disapa. Remaja yatim piatu yang baru saja menamatkan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tiara Nusa Borong, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur ikut mendaftar ikut seleksi Tamtama di Polres Manggarai Timur.

Lede tidak bisa melanjutkan pendidikan di jenjang perguruan tinggi, lantaran kemampuan ekonomi sangat lemah. Lede, kini tinggal bersama ibu angkatnya yang telah membesarkannya sejak tahun 2003 silam. Meski menjadi orang tua asuh tunggal, Ia dibesarkan dengan penuh kasih sayang.

Saat diwawancarai, Sabtu, (17/9/2022) di kediamannya, Ibunda Lede, Mina Malu (62) kepada media ini mengatakan, Lede adalah anak bungsu dari saudara sepupu bapaknya, yang ditinggal mamanya (Alm Veronika Jenaut) pada tahun 2003 silam.

“Dua hari setelah melahirkan, mamanya meninggal. Setelah beberapa bulan kemudian, saya meminta di Bapaknya untuk saya jaga dan tinggal bersama saya,” cerita Ibunda Mina.

Sejak tahun 2003, sampai sekarang dia dibesarkannya dengan penuh kasih sayang. Tak hanya Lede, saudarinya pun juga turut diasuh Bunda Mina. Meskipun menjadi orang tua asuh tunggal, tanpa pasangan hidup. Diusia senja, Ibunda Mina tetap setia merawat Lede bahkan menyekolahkan sampai jenjang sekolah menengah atas kejuruan.

“Saudarinya, Yofina, setelah tamat tahun lalu di SMK langsung berkeluarga. Sedangkan Lede, sejak kecil waktu SD, dia bercita-cita menjadi anggota Polisi,” terang mama Mina.

Menjadi Polisi adalah cita-citanya sejak kecil. Untuk menggapai cita-cita itu, tentu tidak bisa buat Lede yang yatim piatu. Sementara dalam proses sangat membutuhkan biaya yang besar, tutur Mina sedikit pesimis.

“Sedihnya, pada saat tes TNI bulan lalu, teman-temannya ikut tes, tapi dia merasa galau dan sedih. Dia ingin sekali, tetapi keadaan ekonomi sangat tidak mungkin. Semoga bisa ada jalan keluar untuk bisa dia mengikuti tes,” ungkap Mina.

Keadaan ekonomi yang pas-pasan bahkan sangat lemah, tidak membuatnya untuk patah semangat untuk merawat anak asuhnya. Kerap kali, mereka bertiga menghabiskan waktu untuk menjadi buru tani di kebun orang sepulang sekolah.

Mendapat informasi buka pendaftaran baru Tamtama Polri yang dibuka beberapa hari lalu, media ini menyambangi keluarga Lede, di Wae Reca, Desa Naga Labang Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur.

Saat itu Lede sedang bekerja sebagai buruh bangunan mengerjakan saluran drainase. Saat ditanya media ini, sejak kapan punya cita-cita menjadi anggota Polisi? Sejak SD, katanya.

Mendapat informasi pendaftaran Tamtama Polri tahap satu sudah dibuka, putra bungsu pasangan suami istri Almarhum Petrus Sempaga dan Almarhum Veronika Jenaut merasa bahagia.

Awak media ikut mendampinginya untuk menyiapkan berkas persyaratan pendaftaran. Tepatnya hari Senin, (19/9/2022), Lede disambut baik oleh petugas penerimaan calon peserta, Lede berhasil daftar secara online dan verifikasi berkas.

“Terima kasih kepada almarhum bapak dan mama dan mama Mina yang sudah mendukung. Terima kasih kepada Polres Manggarai Timur yang sangat luar biasa pelayanannya melayani kami. Tetap mohon doa dan dukungan semoga saya bisa lulus nanti,” tutup Lede.

Sementara itu, Kapolres Manggarai Timur, I Ketut Widiarta mengatakan bahwa pendaftaran anggota Polri sudah dibuka untuk tahap satu tahun 2023.

“Untuk proses pendaftaran transparan dan terbuka. Bagi putra putri terbaik yang sesuai dengan kualifikasi. Tes gratis, tidak dipungut biaya,” tukasnya.

Penerimaan Tamtama Polri, kata Kapolres, pendaftaran sudah dibuka sejak tanggal 12 sampai tanggal 21 September 2022. Dengan kuota 1600 orang, yang terdiri atas 1500 orang Tamtama Brimob dan 100 Tamtama Polair. Calon anggota nantinya akan melaksanakan pendidikan selama 5 bulan di tempat pendidikan. (GN/RN)

Komentar