oleh

513 Mahasiswa FKIP Uniflor Ikut Yudisium

Foto: Fakultas Keguruaan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Flores Melaksanakan Yudisium 513 Orang Periode Agustus 2019

RADARNTT, Ende – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Flores (Uniflor) melaksanakan Yudisium 513 orang peserta periode Agustus 2019 dengan rincian setiap Program Studi (Prodi) yaitu; Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) 90 orang peserta; Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) 82 orang peserta; Pendidikan Sejarah 109 orang peserta; Pendidikan Ekonomi 84 orang peserta; Pendidikan Matematika 90 orang peserta; dan Pendidikan Fisika 58 orang.

Kegiatan berlangsung pada Selasa (03/09/2019) di Auditorium HJ. Gadi Djou Uniflor.

Ketua Panitia, Adrianus Nasar, S.Si., M.Pd.Si., dalam laporannya mengatakan Yudisium kali ini bertemakan “Guru Profesional, SDM Unggul.”Tema ini menjadi acuan orasi yang dibawakan oleh Melkyanus Bili Umbu Kaleka, M.Pd. Semoga tema ini menjadi bahan refleksi dan menggugah peserta yudisium yang sebentar lagi menyandang gelar “Sarjana Pendidikan” untuk menjadi lulusan yang unggul, yaitu lulusan memiliki kompetensi dalam pengetahuan, keterampilan dan sikap,  ujar Adrianus Nasar.

Foto : Foto Bersama Peserta Yudisium Bersama Dengan Para Dosen

Penentuan urutan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi didasarkan pada pedoman akademik Uniflor yaitu hasil perbandingan IPK dengan lama perkuliahan dalam satuan semester. IPK tertinggi masing-masing Prodi yaitu; PGSD diraih oleh Maria Kristina Inda, dengan IPK 3,91; PBSI diraih oleh Sri Wahyu Ningsih, dengan IPK 3,77; Pendidikan Sejarah diraih oleh Ingrit, dengan IPK 3,88; Pendidikan Ekonomi diraih oleh Irman Wati Ahmad, dengan IPK 3,80; Pendidikan Matematika diraih oleh Maria Andriyanti, dengan IPK 3,80; dan Pendidikan Fisika diraih oleh Virgiliana Y. Sargaling dan Tresia Wali, dengan IPK 3,91, kata Adrianus Nasar ketua Program Studi Pendidikan Fisika.

Melkyanus B. U. Kaleka, M.Pd., dalam orasinya mengatakan “Di era revolusi industri 4.0 peran guru sebagai ujung tombak pendidikan harus mampu memanfaatkan teknologi dan informasi untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar pada setiap satuan pendidikan, sehingga dapat terwujudnya “SDM yang Unggul, Indonesia Maju,” tutur Melky.

Ia juga memberikan penjelasan kepada peserta yudisium terkait kriteria guru yang dibutuhkan masa kini yaitu: “berkarakter, memiliki keterampilan lebih, kemampuan literasi, mampu melakukan penilaian secara komprehensif, mampu melakukan autentic learning yang inovatif, reflektif, dan pembelar,” tegas Sekretaris Program Studi Pendidikan Fisika.

Tresia Wali, salah seorang peserta yudisium dari Prodi Pendidikan Fisika yang meraih IPK tertinggi dalam sambutannya mengatakan “Hari ini merupakan momen yang paling penting dan membahagiakan dalam hidup kami. Di mana kami menjadi lebih mengerti dari arti sebuah perjuangan. Dibutuhkan waktu yang tidak singkat dan perjuangan yang luar biasa untuk menghantarkan kami sampai pada titik ini. Kami harus melewati proses demi proses untuk menggapai apa yang kami cita-citakan,” tutur Alin.

Kami merasa sangat bahagia dan bangga, karena kami dinyatakan telah lulus dari FKIP Uniflor. Akan tetapi ini bukan akhir dari perjuangan kami, tetapi ini merupakan awal dari untuk menggapai apa yang kami cita-citakan. Untuk itu, kami mohon doa dan dukungan dari bapak/ibu, agar kami bisa menjadi pribadi yang bertakwa, sukses, serta mampu memberikan kontribusi untuk kemajuan almamater kami serta nusa dan bangsa, lanjutan Alin.

Sementara Dekan FKIP Uniflor, Drs. Yosef Tomi Roe, M. A., dalam sambutannya mengatakan, “Sarjana Pendidikan berarti Guru. Di mana yang menjadi contoh di masyarakat dan akan bergabung dengan masyarakat. Anda adalah obor atau terang bagi masyarakat.

Ia juga mengajak peserta yudisium FKIP yang terdiri-dari 6 Prodi untuk tidak menunggu tes CPNS baru kerja. Tetapi berusaha dan mampu untuk membuka lapangan kerja sendiri. Harus berani untuk bersaing di luar. Bawalah nama lembaga Uniflor yang bisa dinikmati oleh masyarakat di mana anda tinggal. Jangan membuat masalah atau hal-hal yang tidak diinginkan di masyarakat, karena itu tidak baik dan akan mencoreng nama anda dan lembaga Uniflor, tegas Dekan FKIP. (RianNulangi/Set/R-N)

Komentar