oleh

Angka Stunting Tinggi, Camat Maukaro Akan Lakukan Penanganan Serius

Foto : Ignasius Bewa Kapo Camat Maukaro Saat memberikan Keterangan Pers Di Depan Kantor Desa Boafeo Terkait Stunting 

RADARNTT, Ende – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur saat ini lagi mencanangkan Program Revolusi Hijau melalui pengembangan kelor sebagai komoditi unggulan lokal dalam mengatasi masalah gizi dan stunting.

Mengingat masalah gizi dan stunting sangat berbahaya terhadap pertumbuhan anak-anak maka diperlukan penanganan serius. Hal ini diungkapkan Camat Maukaro Ignasius Bewa Kapo dihadapan wartawan setelah kegiatan peresmian tenaga surya (PLTS) di Desa Boafeo Kecamatan Maukaro (Sabtu, 24/08/2019) di Aula Kantor Desa Boafeo.

Ignasius Bewo menambahkan untuk saat ini Kecamatan Maukaro angka stunting cukup tinggi dan data terakhir yang kita dapat mencapai 39 orang dan anak-anak yang banyak. Untuk itu kita akan melakukan sosialisasi dan kerja sama dengan pihak puskesmas dan pemerintah desa.

“Iya untuk saat ini kita akan melakukan kerja sama dengan puskesmas dan desa-desa melakukan sosialisasi.”

Dan kita juga sudah memberi peringatan kepada kepala desa untuk tahun depan kita anggarkan melalui dana desa sehingga lebih efektif dan efisien untuk melakukan sosilisasi dan pencegahan karena di Maukaro saat ini angka stunting sangat tinggi.

Ignasius Bewo menjelaskan bahwa yang menjadi persoalan saat ini adalah perilaku dan gaya hidup dari kita, bahkan dirinya menyayangkan masih ada orang tua menganggap masalah stunting itu hal yang sepele dan tidak berdampak pada anak-anak padahal stunting ini rentan terhadap pola makan dan waktu istirahat anak-anak.

Camat berharap untuk mencegah dan menurunkan angka stunting yang cukup tinggi di Maukaro saat ini bukan cuma tugas pemeruntah di kecamatan dan pihak puskesmas tapi juga menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama untuk mari kita budayakan pola hidup sehat.(RianNulangi/Set/R-N)

Komentar