oleh

Kampanye Dan Pemanfaatan Pekarangan Dalam Rangka Penurunan Angka Stunting 

Foto: Kampanye Dan Introduksi Revolusi Hijau Dengan Pemanfaatan Pekarangan Dalam Rangka Penurunan Angka Stunting Di Aula Wisma Emaus Ende (28/06/2019)

RADARNTT, Ende – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur saat ini sedang mencanangkan Program Revolusi Hijau melalui pengembangan Kelor sebagai komoditi unggulan lokal dalam mengatasi masalah Gizi dan Stunting (Jumat, 28/06/2019).

Mengingat masalah Gizi dan penyakit stunting sangat berbahaya terhadap pertumbuhan anak-anak maka diperlukan penanganan serius. Hal ini diungkapkan Plt. Bupati Ende dihadapan peserta kampanye dan pemanfaatan pekarangan dalam rangka penurunan angka stunting di Aula Wisma Emaus – Ende (28/06/2019)

Saat memberikan sambutan Plt. Bupati Ende Djafar H. Achmad meminta kepada Dinas kesehatan untuk segera melakukan pendataan secara akurat terkait mengenai jumlah penderita stunting di wilayah Kabupaten Ende.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Muna Fatma menyampaikan, saat ini dinas kesehatan akan bekerja sama dengan pihak kecamatan dan puskesmas untuk melakukan sosilisasi kepada masyarakat pentingnya revolusi hijau melalui pengembangan kelor sebagai komoditi unggulan lokal, dan diharapkan kepada masyarakat untuk dapat menggunakan pekarangan rumah sebagai lahan pengembangan tanaman hijau untuk mengatasi masalah Gizi dan penyakit Stunting.

Turut hadir kegiatan kampanye dan pemanfaatan pekarangan dalam rangka penurunan angka stunting diantaranya Bappeda, DPPKB, serta para pendamping kesehatan dari tingkat kecamatan se-kabupaten Ende. Kegiatan tersebut di akhiri dengan acara seminar. (RIANNULANGI/SET/R-N)

Komentar

Jangan Lewatkan