oleh

Kepala Kantor Pos Ende Enggan Beri Komentar Terkait Dugaan Mark Up Pembayaran Rekening Listrik

Foto: Try Rahayu Niningtiah Kepala Kantor Pos Ende

RADARNTT, Ende – Kepala Kantor Pos Ende saat ditemui media (Rabu, 17/07/2019) di ruang kerjanya menyampaikan bahwa untuk saat ini dirinya enggan memberi komentar terkait adanya dugaan mark up (penggelembungan-red) pembayaran rekening listrik di Kantor Pos Cabang Ende oleh PDAM Ende kepada PT PLN.

Try Rahayu Niningtiah selaku Kepala Kantor Pos Ende mengatakan, “Maaf ya saat ini saya belum bisa memberikan keterangan dan kepada siapapun dan untuk ini saya percaya penuh terhadap proses hukum saya di Kejaksaan Negeri Ende beberapa waktu lalu.

Dugaan mark up (penggelembungan-red) pembayaran rekening listrik di Kantor Pos dan Giro Cabang Ende oleh PDAM Ende kepada PT PLN. Hal itu disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Ende, Sudarso, SH M.Hum yang dikonfirmasi melalui Kasi Intel Kejaksaan Negeri Ende, Abdon kepada media ini Kamis (13/6/2019) di ruang kerjanya.

Abdon Toh menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan pihak Kejaksaan Negeri Ende ditemukan fakta bahwa telah terjadi dugaan penggelembungan pembayaran rekening listrik milik PDAM Ende oleh pihak Pos dan Giro Cabang Ende yang dilakukan sejak tahun 2015 hingga Juni 2017.

“Angka pastinya masih dalam proses lidik namun demikian berdasarkan temuan oleh pihak Kejari Ende menemukan fakta ada proses penggelembungan pembayaran dana milik PDAM Ende yang dimulai sejak tahun 2015 hingga Juni 2017 yang rata-rata setiap bulan mencapai puluhan juta sehingga dengan demikian nilai penggelembungan mencapai miliran rupiah,” ucap Abdon Toh.

Dikatakan, untuk kepentingan pengembangan penyelidikan pihak Kejaksaan Negeri Ende telah meminta keterangan dari pihak PDAM Ende dan juga PT PLN.

“Dalam kasus ini yang dirugikan adalah pihak PDAM Ende karena mereka membayar lebih besar dari jumlah tagihan yang semestinya mereka bayar,” jelas Abdon.

Adapun proses penggelembungan terjadi yakni PT Pos Cabang Ende mengeluarkan rekening listrik yang dikeluarkan dari PT PLN kepada PDAM Ende, namun demikian jumlah rekening yang dibayarkan oleh PDAM jauh lebih besar dari yang seharusnya dibayar oleh PDAM Ende dan itu terjadi terus menerus setiap bulan selama 2,5 tahun dari tahun 2015 hingga Juni 2017.

Abdon mencontohkan pada Bulan Januari 2015 PDAM Ende diharuskan membayar rekening listrik sebesar Rp 190 Juta padahal tagihan yang sebenarnya Rp 130 Juta dengan demikian PDAM Ende mengalami kerugian sebesar Rp 60 Juta.

Kemudian ditambahkan,  pihaknya segera meminta keterangan dari PT Pos dan Giro Cabang Ende namun mereka belum memenuhi panggilan dan berjanji pekan depan untuk datang memenuhi panggilan. (RIAN/SET/R-N)

Komentar