oleh

Peningkatan Kapasitas Kelompok Tenun Ikat dan Kelompok Tani Di Kelurahan Onelako 

-Ende, WisBud-398 views

Foto: Pelatihan Dilakukan Selama 3 Hari Sejak Kamis Hingga Sabtu (08 – 10 Agustus 2019)

RADARNTT, Ende – Kelurahan Onelako Kecamatan Ndona Kabupaten Ende menjadi salah satu daerah pengembangan pemberdayaan masyarakat oleh pemerintah daerah dalam menunjang peningkatan ekonomi. Salah satu destinasi yang menjadi andalan dan sasaran pemerintah adalah pemberdayaan kelompok tenun ikat. Hal ini tercermin digelontorkannya dana pemberdayaan dalam bentuk pelatihan dinamika kelompok bagi 75 warga yang tergabung dalam kelompok tenun ikat dan kelompok tani.

Lurah Onelako Benediktus Sudi kepada wartawan di Kantor Lurah Onelako (Kamis, 08/08/2019) mengatakan, peningkatan kapasitas bagi kelompok tenun ikat dan kelompok tani menjadi sarana untuk membangun kehidupan dan dinamika kelompok. Kehadiran kelompok mampu menjadi pemicu bagi segenap anggota untuk tekun dan mengelola usaha secara profesional dan terarah. Menurutnya, pemerintah kini terus mendorong usaha menengah dan industri rumah tangga melalui kelompok, oleh karenanya perlu dilakukan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman bagaimana berwirausaha.

Lebih lanjut ditegaskan Benediktus, pelatihan yang dilakukan selama 3 hari sejak Kamis hingga Sabtu ini (08 – 10 Agustus 2019), menghadirkan instruktur yang handal dan cukup paham tentang kewirausahaan. Dihadapan para peserta pelatihan, dia berharap agar dapat memanfaatkan kesempatan pelatihan peningkatan kapasitas melalui dinamika kelompok ini dengan baik, agar sekembalinya nanti dapat menterjemahkan dalam mengembangkan kewirausahan sesuai jenis usaha masing masing.

“Saya ingin agar kelompok tenun ikat terus berkreasi dan selalu menjaga kualitas agar wisatawan lokal maupun dari luar tetap datang dan membeli hasil produk tenun ikat.
Ia menambahkan, sejauh ini kelompok tenun ikat yang ada di wilayahnya termasuk kelompok Tenun Ikat Bou Sama- Sama, sudah sangat profesional dalam pengelolahaan Usaha Mikro, sehingga keunggulan itu harus ditularkan ke kelompok lain agar kelurahan ini benar benar menjadi Destinasi Wisata Budaya termasuk Pengembangan dan Pemasaran Tenun Ikat,” katanya.

Selain itu Camat Ndona Yohanes R. Demu dalam arahannya dihadapan peserta pelatihan mengatakan, apresiasi dan penghargaan terhadap pemerintah kelurahan yang telah memperjuangkan usulan masyarakat sehingga teralokasi dana alokasi umum untuk mendorong peningkatan kapasitas kelompok tani dan kelompok tenun ikat.

Sementara Ketua kelompok tenun Ikat Bou Sama Maria Ana menyampaikan rasa terimakasih atas perhatian pemerintah dengan memberikan dana pelatihan kepada anggota kelompok tenun ikat, dirinya mengakui jika kelompok Bou sama selama ini benar benar difasilitasi sehingga dapat diikutsertakan dalam berbagai event show dan lomba pagelaran tenun ikat di Bali maupun di Jakarta.

“Saya mau kalau semua kelompok tenun ikat diperhatikan serius, tidak hanya dana tapi juga peningkatan kapasitasnya sehingga paham bagaimana berusaha dalam kelompok,” ungkapnya. (RIAN/SET/R-N)

Komentar

Jangan Lewatkan