oleh

Risman Malano Cabuli Anak Kandung Segera Disidangkan

Spread the love

RADARNTT, Kupang – Kasus pencabulan anak dibawa umur kerap terjadi diberbagai penjuru dunia, dan peristiwa tak manusiawi ini, kembali menghebokan Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT). Bunga (bukan nama sebenarnya) yang masih berusia 5 tahun, kini menjadi korban nabsu bejat Risman Malano ayah kandung Bunga.

Peristiwa kali ini yang menjadi pelaku adalah ayah kandung korban sendiri, Risman Malan.  Saat ini tersangka telah ditahan dan dilakukan pelimpahan tahap dua oleh Polres Kupang Kota ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Kupang.

Pelimpahan tahap dua kasus tersebut didelegasikan kepada Penyidik Polres Kupang Kota, Bripka Brigitha Usfinit, dan diterima langsung oleh Kasie Pidum Kejari Kota Kupang, Ihsan Asri sekitar pukul 12:00 wita Rabu (16/8).

Kasie Pidum Kejari Kota Kupang, Ihsan Asri kepada wartawan di Kantor Kejari Kota Kupang mengaku bahwa Risman Malano merupakan tersangka dalam kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur.

Ihsan menambahkan, dalam pelimpahan tahap II oleh penyidik ke tangan JPU Kejari Kota Kupang disertai dengan barang bukti, berkas perkara dan tersangka.

“Tersangka sudah kami tahan saat dilakukan pelimpahan tahap dua oleh penyidik Polres Kupang Kota ,” kata Ihsan.

Usai dilakukan pelimpahan, lanjut Ihsan, JPU Kejari Kota Kupang segera menyusun dakwaan terhadap tersangka untuk dilakukan pelimpahan ke Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Kupang untuk disidangkan.

kasus yang menimpa Bunga (5) terjadap pada 15 Juni 2017 dan 16 Juni 2017 lalu. Dimana pada tanggal 15 Juni 2017, pelaku memanggil dan membujuk korban dengan iming iming memberikan jajan (biskuit) kepada korban. Namun, setelah memberikan biskuit korban dipeluk oleh pelaku dan memasukan tangan ke bagian dada, perut dan kemaluan korban.

Pelaku rupanya ingin menghancurkan masa depan anak perempuannya,, hingga keesokan harinya pada tanggal 16 Juni 2017. Pelaku beraksi lagi dan mengulangi perbuatannya.  Korban dipanggil pelaku dan dibawa ke lorong masjid Baiturrahman kelurahan Bakunase Kecamatan Kota Raja dengan modus  menunjukan lampu kepada korban.

Setibanya dilorong tersebut ternya bukan bukan lampu yang ditunjukan kepada korban, malah pelaku melakukan hal sama seperti sebelumnya. Korban sempat menolak perbuatan bejat Pelaku dengan mengatakan bahwa yang dilakukan pelaku adalah dosa dan akan dimarahi ibunya. Rupanya birahi seorang ayah tidak lagi memandang korban sebagai anak kandungnya, pasalnya pelaku tidak gubris apa yang dijeritkan oleh putrinya.

Dengan adanya kejadian itu korban menceritakan kepada ibunya sehingga dilaporkan ke aparat kepolisian Polres Kupang Kota.(Tim/RN)

Komentar