oleh

22 DPK NTT MENGIKUTI SOSIALISASI DAN PERCEPATAN INPUT DATA CALON PENERIMA BPAN

Ket: Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT mengadakan kegiatan sosialisasi dan percepatan input data calon penerima bantuan premi asuransi nelayan

RADARNTT, KUPANG — Dinas kelautan dan perikanan Provinsi NTT mengadakan kegiatan sosialisasi dan percepatan input data calon penerima bantuan premi asuransi nelayan tingkat propinsi NTT. Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT (Kamis/06/09/2018).

Ketua Panitia Kegiatan Siprianus Seru menjelaskan sebagai provinsi kepulauan, saatnya sektor perikanan menjadi urat nadi kedaulatan pangan. saat ini produksi perikanan tangkap di NTT baru mencapai 38 persen atau 41.000 ton dari yang diperbolehkan yaitu sebanyak 180.000 ton pertahun.

lebih lanjut, kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk melakukan perlindungan terhadap nelayan maupun keluarga melalui pemberian Bantuan Premi Asuransi bagi Nelayan (BPAN).

Sejak digulirkan bantuan premi asuransi bagi nelayan sejak tahun 2016-2017, Provinsi NTT terdata sebanyak 19.812 polis/jiwa.

Dari 2017 sampai September 2018, total klaim asuransi nelayan yang telah dicairkan oleh. PT. Asuransi Jasindo sebanyak 32 jiwa nelayan dengan total sebesar Rp. 2.000.843.000,00. pada tahun 2018 propinsi NTT kembali dialokasikan calon penerima bantuan asuransi nelayan sebanyak 15.350 jiwa, ujar Seru.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT Ganef Wurgiyanto dalam membuka kegiatan dan sambutanya yang diwakili oleh Kabid Perikanan Tangkap DKP Provinsi NTT Ernes D. Hamel S.Pi, M.Si mengatakan, kebijakan bantuan premi asuransi bagi nelayan merupakan implementasi UU RI Nomor 7 tahun 2016 tentang perlindungan dan pemberdayaan nelayan, pembudidaya ikan, dan petambak garam.

Pasal 30 – 32 UU Nomor 7 tahun 2016, mengisyaratkan bahwa nelayan penerima bantuan premi asuransi harus difasilitasi oleh pemerinta baik pemerinta pusat maupun pemerintah daerah.

“Saya perlu tegaskan bahwa menjadi petugas itu penting. karena petugas verifikasi dan pendamping adalah melakukan identifikasi dan verifikasi data calon sesuai dengan petunjuk teknis bantuan premi asuransi nelayan, sehingga akurasi data calon harus benar valid. momentum hari ini sangat strategis,sebagai bagian dari pengabdian kita terhadap masyarakat umum dan nelayan secara khusus, terang Ernes Hamel.

Perlu diketahui bahwa dengan berlakunya Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA) maka harus diinformasikan secara bersama bahwa, asuransi nelayan bukan hanya untuk nelayan tetapi juga bagi para pembudidaya, pengelolahan ikan, pemasaran ikan dan petambak garam. (RO/SET/RN)

Komentar