oleh

Gesti Seno Menyulap Tanah Karang Hingga Dirinya Menjadi Duta Pertanian Organik

Gesti Seno Tampak Sedang Mengamati Komoditi Organik di Lahan Pertaniannya

RADARNTT, Kupang — Menyulap tanah yang penuh dengan batu karang di NTT khususnya wilayah Kota Kupang menjadi sebuah lahan pertanian organik tidak semudah membalik telapak tangan.

Memilih menjadi profesi sebagi petani adalah untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan makanan sehat, sehingga saya menerapkan apa yang dinamakan dengan sistem pertanian terpadu. Hingga sampai saat ini usaha pertanian saya berguna untuk masyarakat umumnya. Hal itu disampaikan Gestianus Seno saat diwawancarai radarntt (Jumat/19/10/2018).

Kemudian Gestianus Seno menjelaskan,” Kita melihat sektor pertanian sangat menunjang untuk menyangkut hajatan kehidupan orang banyak. Tidak ada satu manusia didunia yang tidak membutuhkan makanan,” artinya pertanian adalah salah satu dari roda utama yang tidak bisa digantikan.”

“Provinsi NTT dikenal sebagai provinsi termiskin di Indonesia artinya bahwa NTT pada saat ini masih kekurangan pangan sehingga ancaman gizi buruk ada di NTT. Saya memberikan motivasi dan edukasi serta mengajak masyarakat, terlebih kepada kaum muda NTT mari kita kurangkan atau hilangkan stigma provinsi termiskin dengan menjadi seorang petani profesional dan mencintai pekerjaan yang dikerjakan secara rajin serta sungguh sungguh untuk dapat menghasilkan sesuatu yang baik dan berguna untuk orang banyak.”

Pria yang akrab dipanggil Gesti ini pernah menjadi salah satu pemuda yang berprestasi dalam lomba pertanian tingkat nasional di Jakarta, yang mewakili NTT sebagai pemuda petani organik asal NTT dan dinobatkan sebagi Duta Pemuda Petani Organik. Semangat dan ketekunannya di pertanian tidak membuat pupus dalam setiap perjuangan, sudah lima tahun bergelut dan berjibaku dengan pertanian organik.

“Berbagai produk organik yang sudah dirasakan masyarakat Kota Kupang seperti sayur, buah-buahan, ikan, pupuk bokasi, bibi tanaman,bibit ikan dan bibit ayam kampung. semua bahan produknya sudah teruji di laboratrium terpercaya dan mendapatkan sertifikat resmi yang berlebel organik,” ujar Gesti.

Lebih lanjut dikatakannya, persoalan petani Indonesia paling mendesak bagi saya yaitu praktek petani yang tidak ramah akan lingkungan, akibat dari dominasi kaum kapitalis dalam dunia pertanian saat ini. Dampak produk besar besaran alat dan bahan-bahan kimia misalnya pupuk kimia untuk menunjang praktek pertanian dimasyarakat, dengan kebijakan pemerintah sekarang lebih menguntungkan pengusaha tapi merugikan petani, akibatnya menciptakan ketergantungan petani pada pengusaha alat dan bahan pertanian, pertanian berorentasi pada jumlah ketimbang mutu dan produk pertanian tidak menjamin kesehatan masyarakat.

Solusinya, dengan cara memutuskan mata rantai ketergantungan petani terhadap pengusaha melalui sistem pertanian organik terpadu, dengan itu petani lebih mudah mendayagunakan potensi-potensi sumber daya lokal misalnya menghasilkan bibit lokal, membuat pupuk sendiri sehingga bisa membuat
lingkungan ramah, tutur pria asal Kabupaten Sikka ini. (RO/SET/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru