oleh

Kemiskinan Sebabkan Gizi Buruk Akibat Pola Konsumsi Pangan Tidak Seimbang

RADARNTT, Kupang — Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang ketersediaannya dijamin oleh pemerintah secara cukup dalam kuantitas dan kualitas, aman, bergizi, merata, terjangkau dan berkelanjutan untuk memantapkan ketahanan pangan.

Kadis Ketahanan Pangan Provinsi NTT, dr. Yovita Anike Mitak saat ditemui wartawan RADARNTT diruang kerjanya (Selasa, 31/07/2018) mengatakan, Nusa Tenggara Timur secara klimatologis tergolong ke dalam daerah semi-arid dengan curah hujan yang rendah/ bulan basah yaitu 4 bulan dan bulan kering 8 bulan.

Kemudian ia menjelaskan, “NTT terdiri dari 21 Kabupaten dan 1 Kota, yaitu 308 kecamatan dan 3.314 desa/kelurahan.Dengan jumlah penduduk NTT sebanyak: 5.371.519 jiwa, namun seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan perubahan iklim yang sulit diprediksi, peningkatan penduduk miskin semakin banyak yaitu 22,19 persen.”

Mitak juga menegaskan, kemiskinan mengakibatkan gizi buruk sehingga pola konsumsi masyarakat yang tidak seimbang dan apalagi tidak ada niat untuk memperjuangkan mendapatkan makanan yang memiliki nilai gizi mencukup, seperti telur, ikan,dan lain2. Masyarakat desa cenderung memakan-makanan lokal yang sama, sehingga tidak ada keseimbangan akan gizi dan kemiskinan terus datang.

Perlu diketahui ketersediaan stok atau cadangan pangan Pemerintah Provinsi NTT, berdasarkan jenis pangan yaitu, beras persediaan sebanyak 276. 137 Ton, Gula Pasir persediaan sebanyak 6. 880 Ton, telur persediaan sebanyak 2.287 ton dan Terigu persediaan sebanyak 7. 887. (Ro/Set/RN)

Komentar