oleh

Kudji Herewila Cs Beberkan Fakta Yang Sesungguhnya Atas Tuduhan Ingkar Janji

RADARNTT, Kupang—Keprihatinan atas tudingan miring dan sepihak yang dilakukan AF mantan pengacaranya, baik yang tertuang dalam sejumlah gugatan, sejumlah pemberitaan termasuk dalam sosial media.

Akhirnya Kudji Pellokila Herewila Cs yang didampingi tim pengacara yang terdiri Yohanes D Rihi, Paulus Seran Tahu, Meriyanti Soruh, Isak Lalang, Suyati Timbo Tulung dan Henry Sau Sabu menggelar jumpa pers di Rumah Makan Persada Jalan Herewila, untuk membeberkan fakta yang sesungguhnya sesuai yang dialami bukan seperti yang dituduhkan oleh mantan pengacaranya yang berinisial AF kepada dirinya. (Rabu 11/07/2018).

Disaksikan puluhan insan pers, Kudji Herewila memberikan pernyataan seputar masalah yang menderanya saat ini, AF yang adalah mantan pengacaranya yang pernah diberi kuasa olehnya untuk melakukan pendampingan hukum dalam sengketa pembagian warisan justru melakukan serangan balik.

Pada kesempatan itu Kudji menjelaskan, Sekitar awal Februari 2014 saya menelpon AF, bisa nggak dampingi dan pegang kasus saya terkait sengketa pembagian tanah di Tarus, lalu AF jawab bisa, kemudian saya bertanya lagi menyangkut kewajiban saya apa apa saja, dan dijawab nanti saja Ina, namun saya katakan tidak bisa nanti, dan tolong sebutkan nominalnya, lalu dijawab oleh AF, Ina kasih saya 30 Juta, kemudian saya jawab oke dan keesokan hari saya diantar anak saya Jimmy Pellokila dan pamannya yang bernama Moses Ridho agar ikut menyaksikan dalam memberikan uang jasa kepada AF sebagai penasihat hukum kala itu.

Lebih lanjut Kudji mengatakan, Jujur saya juga salah karena saat menyerahkan uang 30 Juta tidak meminta kuitansi karena perasaan, begitu pula dengan AF saat menerima uang dari saya tidak juga memberikan kuitansi tetapi langsung memasukkan uang ke dalam bajunya, dan saat itu pula saya sempat menegur yang bersangkutan untuk menghitung uang, namun dijawab AF dengan kata sudah.

Satu minggu kemudian AF membuat surat kuasa dari saya, Hagha Rame Herewila dan Bani Yuliana Herewila, Ini surat kuasanya, tandasnya. Surat kuasa yang diberikan AF untuk ditandatangani kami bertiga, untuk diketahui saya hanya menandatangani surat ini saja, hanya tandatangan satu surat ini saja!, tegas Kudji. Dirinya berharap ini semua ini cukup jelas untuk menjawab semua yang terjadi.

“Hanya tandatangan satu surat ini saja dan sampai detik ini tidak ada surat lain bahkan tidak mendapat salinan surat dari AF beserta partnernya yang ditandatangani mereka berdua sebagai pengacara, katanya sembari menunjukkan surat kuasa.

Anda bisa menilai sendiri, saya yang memberi kuasa tetapi saya tidak mendapat salinan kuasa surat ini, untung saja saya suruh anak saya fotocopy maka sekarang saya bisa pegang surat ini, ulas Kudji.
Hanya surat ini saja dari AF selama ini kita bekerjasama, katanya.

Operasional saya kasih terus diluar 30 juta yang saya berikan saat AF meminta awal, operasional saya biaya terus sampai Mahkamah Agung, saat di pengadilan tinggi AF tidak bekerja padahal sudah diberi operasional karena tergugatnya kala itu tidak memasukkan memori banding, tutur Kudji.

Lebih jauh diungkapkan, Pada tanggal 4 Juni 2018 AF memberi surat yang berisi tuntutan pembayaran dan menyebut sebagai wanprestasi karena AF beralasan honornya belum dibayar dan mengancam kalau tidak dibayar pihaknya akan digugat, namun saya tidak peduli karena saya tidak pernah berjanji baik dalam bentuk lisan maupun tertulis dan akhirnya AF memposting ungkapan ungkapan yang mencemarkan di Facebook.

Dalam keterangan persnya itu Kudji Herewila menyebutkan, Pada tanggal 8 Juni 2018 saya sudah laporkan ke Reskrimsus Polda NTT atas pencemaran nama baik, sebenarnya saya juga mau lapor ke Reskrimum untuk hal penipuan dan pemerasan namun kebetulan polisi saat itu lagi sibuk persiapan pilkada.

Saat wartawan menanyakan kenapa surat kuasa AF oleh pihaknya dicabut pada Tanggal 31 Mei 2018, Kudji menjelaskan, Berdasarkan surat kuasa ini AF bekerja hanya sampai kasasi, pada saat saya mengambil putusan MA di Pengadilan Negeri Oelamasi, panitera minta saya surat putus kuasa kepada AF, setelah itu baru PN Oelamasi memberi salinan putusan MA. Jadi Surat Kuasa itu memang sudah habis sampai kasasi, dan pada saat pencabutan surat kuasa saya kan sudah bayar duluan, tegasnya.

Disaat yang bersamaan Yohanes D. Rihi pengacara Kudji yang baru sempat menimpali, mengenai pencabutan kuasa AF bukan karena yang bersangkut tidak menjalankan kewajiban sebagai lawyer, namun karena pada saat itu Kudji cs hendak mengambil putusan kasasi, tetapi pengadilan mengarahkan karena masih ada keterikatan surat menyurat dengan AF maka pengadilan meminta untuk dicabut dulu agar dokumen bisa diambil, lalu dibuatlah surat pencabutan kuasa dari Kudji cs dan ditembuskan ke pengadilan karena pengadilan tahu dan supaya salinan putusan MA bisa diambil.

Kudji kembali menyatakan, Memang saat surat kuasa itu dicabut dirinya tidak lagi berkomunikasi dengan mantan lawyer itu dengan alasan AF sering sindir sindir melalui facebook, saya merasa kalau AF gentle mestinya ia bicara langsung kepada saya, dia sindir sindir saya sudah lama tetapi saya tetap tenang, jadi kalau sejak dulu kita ketahui ia menuntut perjanjian seperti itu, tentu saya bilang titik karena itu sama dengan bunuh diri karena hal itu tidak wajar, sebelum dia buat apa apa saya sudah bayar lunas, saat saya bayar istri dan anaknya tidak ada jadi hanya ada anak saya dan keponakan saya.

Sementara itu Yohanes Rihi melontarkan sebuah statement yang cukup menohok, Kalau omong perkara itu berarti omong soal bukti, kenapa AF mengatakan tidak pernah padahal kubu Kudji mengatakan sudah, mari kita buktikan dengan perjanjian hasil kesepakatan dan ini menjadi pembelajaran hukum juga, saat ini sudah ada laporan ke polda terkait apa yang dimuat AF di facebook dan pihak Kudji cs sudah merasa tercemar.

Pengacara itu kadang kadang memang tidak lazim buat kuitansi, apalagi kalau datang di rumah dan itu sudah biasa, seorang pengacara seharusnya mengakui bila sudah menerima uang jasanya dan itu harus akui, kalau komunikasi berjalan tidak baik bisa berakhir pidana dan perdata, silakan AF buktikan tuduhan wanprestasi kalau memang punya bukti karena yang bersangkutanlah yang menggugat Kudji cs, pungkasnya.

Seperti diketahui publik dibeberapa pemberitaan baik media cetak maupun media online ada seorang pengacara yg berinisial AF menggugat mantan kliennya secara perdata di Pengadilan Kelas 1 A Kupang perihal gugatan ingkar janji pada Tanggal 2 Juli 3018. (Sin/Ro/Set/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru