oleh

Pengunduran Diri Fredrik Benu dari Bank NTT Sebuah Kamuflase

 

RADARNTT, Kupang—Profesor Fredrik Benu yang juga Rektor Undana secara tegas dan tidak malu-malu dan juga tidak merasa bersalah mengatakan kepada salah satu pihak media cetak (Pos Kupang, 11 Juli 2018, hlm.7) bahwa pengunduran dirinya sebagai Komisaris Independen Bank NTT sebagai contoh di Indonesia. Ini benar-benar sebagai sebuah kamuflase.

Hal diatas dikatakan Anggota Senat Universitas Nusa Cendana , Prof. Dr. Simon Sabon Ola, M.Hum yang merupakan ketua panitia pemilihan saat periode kemarin kepada wartawan (Kamis,19/07/2018).

“Pengunduran diri yang dilakukan Prof. Fred Benu atau Rektor Undana bukan karena yang bersangkutan sadar bahwa dirinya telah melanggar UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, dan telah membangkang terhadap larangan Mendikbud namun Fred Benu mengundurkan diri sebagai Komisaris Independen Bank NTT karena ingin bertarung lagi dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) Undana tahun 2017.

Setelah terpilih dan dilantik sebagai rektor Undana oleh Mendikbud M. Nuh, Fred Benu mengajukan permohonan menjadi Komisaris Independen Bank NTT, namun ditolak oleh Mendikbud melalui surat Nomor 751/E.E1/KP/2014, tanggal 1 September 2014, ”Ungkap Simon.

Pada waktu yang berbeda saat diwawancarai, Dr. Kalid K. Moenardy, M.Si sebagai anggota Senat Univerisitas Nusa Cendana saat itu pun mengatakan pada media kami

“Tindakan mundur—maju—mundur bukanlah sebuah contoh yang baik bagi segenap ASN, tapi lebih sebagai kamuflase, berkesan taat aturan hukum, yang sesungguhnya sebagai trik, kamuflase, sekaligus sebagai alasan pembenaran. Kebenaran bukanlah upaya pembenaran, kebenaran itu ada pada asalnya, sekaligus tegak pada waktunya. Kamuflase adalah pembenaran yang menegaskan kebenaran,” ungkapnya. (Yo/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan