oleh

SMP Katolik St.Theresia Kupang Juara CCF tingkat SMP/M.Ts Sedaratan Timor, Rote, Sabu dan Lembata.

SMP St. Theresia Kupang Meraih Juara Lomba Cerdas Cermat Fisika yang digelar Kelompok Studi Fisika FKIP UNDANA

 

RADARNTT, Kupang – Siswa siswi SMP Katolik Santa Theresia Kupang mengukir prestasi luar biasa. Salah satu SMP ternama di Kota Kupang itu berhasil meraih juara lomba Cerdas Cermat Fisika (CCF) yang digelar oleh Kelompok Studi Fisika FKIP Universitas Nusa Cendana di Aula Rektorat Lama Undana (Sabtu,17/11/2018) yang diikuti oleh 32 tim Dari Daratan Timor, Rote, Sabu dan Lembata.

Tim E yang beranggotakan Maria Grabriela kelas VIII, Nonia M. Mandala kelas IX dan Prisca Cisela B Dardana kelas VIII menjadi Juara Satu dalam kegiatan ini adalah siswi siswi cantik asal SMP Katolik Santa Theresia.

Saat ditemui, Maria Grabiela mewakili timnya seusai menjadi pemenang dalam lomba cerdas cermat mengatakan kepada radarntt bahwa mereka sangat senang dan bangga menjadi juara 1 dalam lomba Cerdas cermat Fisika, ini berkat kerja keras dan dukungan doa dari orang tua, guru dan teman teman tentunya anugerah Tuhan.

Semoga kedepan kegiatan ini bisa membangkitkan semangat dan minat teman teman yang lain terhadap fisika, harapnya.

Lebih lanjut siswi kelas 8 ini mengatakan,” Kata mama lomba cuma sekali berikan yang terbaik karena kesempatan tidak datang tiap kali. Kami tidak menyangka juara karena tim tim yang lain sama kuat.”

Saat ditanya tentang giat apa saja yang membuat sekolahnya memborong gelar pada kegiatan ini, Nikolaus Fernandez yang lebih akrab disapa Dedi selaku Guru pendamping menjelaskan, “Di sekolah kami ada kelompok bimbingan khusus untuk lomba lomba untuk olimpiade fisika, biologi, matematika, kimia dan kelompak minat dan bakat yang diadakan setiap hari sabtu selalu di awali dengan belajar tarian daerah.”

“Perasaan saya sampai 32 besar kami memulai dari tes tertulis dari kota kupang yang lolos 32 besar adalah 9 tim dan lainnya dari kabupaten lainnya. Tahun lalu kami juara , tahun ini kami juara lagi jika tahun depan kami juara lagi maka piala bergilir menjadi milik kami,” ungkapnya.

Harapan saya untuk anak anak yang ikut kegiatan ini tetap berproses, mencintai proses karena proses tidak mengkhianati hasil, siapa yang berusaha dengan sungguh pasti hasilnya baik, terang Dedi.

Ia menegaskan, “Sebenarnya dari pemerataan pendidikan sudah bagus hanya untuk lomba fisika mereka belum terbiasa karena baru pelebaran keluar itu baru beberapa tahun terakhir sehingga sekolah sekolah di luar kota Kupang belum mengenal level soal yang ada dan pengalaman belum ada, tapi di babak 16 besar dari luar kota Kupang baik.”

Untuk diketahui dari 4 tim yang kirim 3 di antaranya menjadi juara yakni juara 1, 3, dan juara harapan 1. (AA/SET/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru