oleh

Status BLU Undana Bermasalah, ASN dan Mahasiswa Undana Bersuara

 

RADARNTT, Kupang — Aparatur Sipil Negara (ASN) tenaga kependidikan di lingkungan Universitas Nusa Cendana (Undana) saat ini resah dan menolak Badan Layanan Umum (BLU) karena remunerasi yang diterima saat ini tidak sesuai dengan besaran tunjangan kinerja (tukin).

Sejumlah ASN yang tidak mau disebutkan identitas secara lengkap antara lain berinisial FM, JR dan DP berhasil diwawancarai radarNTT pada Hari Senin kemarin (30/07/2018).

Salah satu dari ketiga orang itu mengatakan, “PTN BLU tidak semudah itu dijalankan dan mestinya memperhatikan syarat -syarat yang ada. Kami sama sekali tidak memahami jalan pikiran tim penyusun Borang BLU Undana dan jajaran pimpinan Undana bisa menyakinkan pihak Kemenristekdikti dan Kemenkeu dinegara ini. Data – data jelas sangat fiktif, karena estimasi anggaran investasi justru tak bisa dipertanggungjawabkan. Kami ingin katakan bahwa usaha mandiri Rumah Sakit Pendidikan, Apotik, Klinik Hewan, Laboratorium Lahan Kering, Bengkel Otomotif hanya bisa memberikan pemasukan setahun sebesar 100–200 juta. Nah ini berarti BLU Undana tidak layak dan kami meminta masalah ini segera diselesaikan oleh pimpinan Undana, karena secara logika pemasukan hanya bisa bergantung pada SPP Mahasiswa Undana Saja dan hal ini tidak dibenarkan.”

Kondisi ini dipertegaskan oleh Mecky, salah satu Mahasiswa Undana yang mengatakan kepada media ini disela- sela kegiatannya di kampus.

“Ketimpangan Undana dari Satker menjadi BLU membuat kami mahasiswa musti diberatkan dengan oleh sejumlah aturan rektor yang menurut kami memberatkan seperti : surat edaran rektor kepada seluruh dekan di Undana, dimana mewajibkan setiap mahasiswa untuk mencetak proposal hingga berkas skripsi dan thesis hingga jilid mesti di percetakan Undana namun perbandingan harganya dengan tempat lain sangat berbeda jauh dan ini bersifat mengekang,” katanya.

Mecky berang mendengar bahwa pada mahasiswa baru yang melalui jalur seleksi mandiri juga diwajibkan membayar uang pangkal dan terindikasi memberatkan mahasiswa.

Sementara itu anggota Senat Undana, Prof. Dr. Simon Sabon Ola, M.Hum, saat ditemui awak radarntt pada waktu yang berbeda menegaskan, “BLU adalah sebuah langkah maju jika proses pencapaiannya didasarkan pada analisis yang cermat. Komprehensif, dan melibatkan seluruh komponen di Undana, baik pemangku kebijakan maupun para pemangku kepentingan. Jika kemudian ada Unsur yang menolak BLU sesudah jadi, pertanda ada soal terkait sosialisasi atau mungkin prakondisi menuju BLU tidak disiapkan dan dikelola secara benar.”

Lebih lanjut dikemukakan Simon, “Dalam konteks ini, hindari sikap mencari kambing hitam. Tidak juga mengambil sikap apatis karena sikap ini akan memperparah keadaan. Tapi segenap pimpinan Undana tidak bisa menyepelekan suara para ASN, ajak mereka berdiskusi untuk sama – sama mencari solusi.”(Yo/RN).

Komentar

Jangan Lewatkan