oleh

Usai Pesta Rampas Hp, Dua Oknum Mahasiswa Dibekuk Polsek Kelapa Lima

Kapolsek Kelapa Lima AKP Didik Kurnianto, SH Saat Mengadakan Jumpa Pers Terkait Curas Yang Dilakukan Oknum Mahasiswa

 

RADARNTT, Kupang – Kepolisian Sektor (Polsek) Kelapa Lima menggelar Press Release terkait kasus pencurian dan kekerasan yang terjadi pada Hari Sabtu Tanggal 24 November 2018 di Jalan Alfa Omega, belakang Kampus STIM, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa lima Kota Kupang (Rabu, 04/11/2018).

AKP Didik Kurnianto, SH mengungkapkan, Pada Hari Sabtu 24 November 2018 sekitar pukul 23.40 Wita korban Imanuel Albertus Tunleu sedang melintasi Jalan Alfa Omega menggunakan sepeda motor, Tiba tiba dua oknum mahasiswa yang dalam keadaan mabuk langsung menghadang dan menghentikan sepeda motor korban.

Lalu para pelaku langsung menodongkan parang dan merampas handphone milik korban. Berhasil merampas handphone korban kedua pelaku melarikan diri dan meninggalkan korban dengan menggunakan sepeda motor milik pelaku.

Pasca kejadian itu korban langsung melaporkan kepada pihak Kepolisian Sektor Kelapa Lima yang diterima KSPK yang kemudian dilaporkan ke Kapolsek. Kemudian Didik Kurnianto selaku Kapolsek segera membentuk tim dibawah pimpinan Panit 1 Reskrim Polsek kelapa Lima Ipda Stevanus Siga untuk mengejar pelaku. Kapolsek sempat menyebutkan bahwa kasus pencurian dan kekerasan ini adalah kasus yang cukup menonjol di hingga Bulan Desember ini.

Delapan hari kemudian tim yang dipimpin Stefanus Siga mendapat informasi hp dengan IMEI yang sama telah aktif dengan menggunakan nomer lain, Sekitar pukul 14.00 wita Tim Buser Polsek Kelapa Lima ini melakukan penyelidikan dan pelacakan terhadap nomor hp pada handphone milik korban yang dirampas, setelah diketahui posisi pengguna hp maka diketahui lokasi tersebut berada di sekitar Oesapa, ungkap Didik.

lebih lanjut dikatakan, pengguna hp itu mengaku membeli handphone tersebut dari kedua tersangka dibelakang rumahnya. Berdasarkan informasi itu tim polsek melakukan penyelidikan dan bergerak menangkap kedua oknum mahasiswa itu dalam kamar kos di jln Suratim RT 13/RW 05 Kelurahan Oesapa Kecamatan.Kelapa Lima Kota kupang.

Dari hasil penangkapan tersebut diamankan beberapa barang bukti berupa, 1 Buah Handphone merek Xiomi Red Mi Note 4 warna hitam milik korban, 2 buah Handphone merek Asus warna hitam milik pelaku, dua bilah Parang Sumba dan motor pelaku.

Didik menambahkan, “Berdasarkan pengakuan tersangka, hp itu dijual tukar tambah seharga 1,1 juta katanya uang untuk bayar kos dan beli beras dan kedua tersangka beralasan tindakan nekat itu dilakukan karena kiriman uang terlambat, ini sisa uang penjualan tinggal 70 ribu.

Namun kita masih kembangkan apakah ada transaksi lain didalam hp milik kedua tersangka itu, sedang pengguna hp hasil curas sementara masih sebagai saksi namun tidak menutup kemungkinan bisa dianggap sebagai penadah, tukasnya.

Pengakuan lain yang didapat pihak Polsek Kelapa Lima dari mulut kedua tersangka, yang mengaku keduanya mabuk disuatu acara pesta, usai mengikuti acara pesta lantas keduanya melakukan tindakan curas.

Kedua pelaku curas berinisial JLB (22) mahasiswa Fakultas Perikanan, semester 3 di salah satu kampus negeri di Kota Kupang, sedangkan MD (21) merupakan mahasiswa Fakultas Perikanan, semester 1 disalah satu kampus swasta di Kota Kupang dan kedua oknum mahasiswa tersebut berasal dari Sumba.

Untuk diketahui JL dan MDW dijerat dengan pasal 365 ayat 2 sub 368 dengan ancaman hukuman 12 tahun, karena lebih dari satu orang. sementara kedua pelaku sudah diamankan di dalam ruang tahanan Polsek Kelapa Lima, ungkap Didik. (RO/SET/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru