oleh

Akibat Jalan Berlubang Sering Terjadi Kecelakaan.

RADARNTT, Kupang – Jalan sebagai sarana transportasi darat yang diperuntukkan bagi lalu lintas para pengguna pejalan kaki, kendaraan roda dua maupun roda empat untuk setiap wilayah khususnya kota Kupang dengan berbasis smart city merupakan salah satu kebutuhan publik yang diprioritaskan. Hal yang sangat mencolok terjadi ketika melewati jalur di sepanjang jalan sebelum kantor Perusahaan Air Minum Oepura (PAM), di depan RM Telaga Opa (sebelum kantor kantor taman budaya) menuju asrama Haji terlihat sangat memprihatinkan.

Nampak ada sekitar 15 titik jalan yang berlubang, digenangi air, kondisi becek. Saat kendaraan melintas berhadap-hadapan para pengemudi kendaraan roda dua dan empat berlomba-lomba saling mendahului untuk menghindari jalan yang berlubang tersebut. Bukan hanya itu, kadang kemacetan pun niscaya tak dapat dihindarkan.

“Berulang-ulang kali terjadi kecelakaan di tempat ini, faktor kecelakaan disebabkan oleh jalan yang berlubang, kebanyakan motor yang ambil jalurnya kita, dorang rampas karena didepan kita kan jalannya bagus sehingga terjadi kecelakaan,” demikian terang Gunawan yang berprofesi sebagai sopir mobil tangki air minum, pada Jumat kemarin (22/02/ 2019) di depan tempat isi air minum Pola, Oepura.

Ia mengatakan setiap tahun kami para sopir mobil tangki air minum mengumpul uang Rp.10.000- Rp. 20.000/orang melaksanakan kegiatan swadaya sukarela membeli tanah putih untuk menambal jalan yang berlubang karena kesannya bagi masyarakat sekitar, jalan tersebut rusak disebabkan oleh mereka padahal masyarakat termasuk para pegawai tersebut yang memesan air untuk keperluan harian mereka tetapi justru para sopir yang disalahkan.

Max Foenay, Ketua RT 05/ RW O2, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa saat disambangi RADARNTT dikediamannya menuturkan, “Ada 3 faktor yang menjadi penyebab jalan berlubang. Pertama, Konstruksi perbaikan jalan yang tidak sesuai. Kedua, struktur permukaan tanah sawah yang pada musim panas menjadi retak. Ketiga, mobil tangki air minum yang sehari-hari melewati jalur tersebut.

Ia menambahkan, “Konstruksi jalan harus lebih diperhatikan, Tahun 2017 sudah ada perbaikan jalan dan sudah di cor, titik awal perbaikan dimulai dari jembatan dekat mata air pola menuju depan kantor PAM sampai pada pertigaan menuju Terminal Oepura atau pun menuju Toko Glory. Seharusnya jalan yang ada jika mau diperbaiki semestinya menggaruk dahulu material tanah yang lama lalu dibuat urukkan baru supaya kondisinya tetap stabil. Permasalahannya pada proses pengerjaan saat itu pihak kontraktor hanya menambal saja. Mungkin proyek pengerjaan jalan waktu itu disesuaikan dengan anggaran yang ada dan pengerjaan perbaikan jalan pada waktu itu dilakukan pada musim penghujan.”

Sedangkan jalan disekitar Jembatan Pola menuju rumah makan Telaga Opa (sebelum taman budaya) sampai pada pertigaan jalan menuju Asrama Haji (jika melewati lajur kiri) dan Tofa (jalur menuju SMA 7, jika melewati lajur kanan) merupakan jalan yang baru diperbaiki, tekstur permukaan tanah adalah tanah sawah, otomatis setiap kali musim panas tentunya tanah tersebut akan retak sehingga jalan tersebut menjadi rusak. Faktor penyebab ketiga adalah mobil tangki air yang melintasi jalur tersebut sehingga menjadi rusak, baginya jika mobil tangki air tidak melewati jalur tersebut apakah kebutuhan air minum masyarakat kota Kupang akan terlayani dan terpenuhi.? Setiap masyarakat kota Kupang membutuhkan air dan Mata air pola Oepura sini adalah salah satu sumber alternatif untuk memenuhi dan membantu kebutuhan masyarakat akan air bersih khususnya pada musim panas.

Max berharap kedepannya, Pemerintah Kota Kupang dapat memberikan perhatian khusus untuk perbaikan jalan, disamping sebagai jalur alternatif masyarakat untuk melintasi area ini dan juga memudahkan proses distribusi air kepada masyarakat supaya jangan terhambat. Lebih lanjut ia mengatakan, Setiap kali acara di kelurahan selalu disampaikan pengeluhan ini dan pemerintah kota sudah beberapa kali datang untuk mengukur dan mensurvey lokasi tersebut tetapi ia belum tahu kapan akan diperbaiki. (VINSEN/SET/RN)

Komentar