oleh

Bukan Hanya Pungutan PPDB, SMPN 3 Kota Kupang Disinyalir ‘Jual Buku Mata Pelajaran’

Foto: Diduga Inilah Jenis Jenis Buku Yang Diperdagangkan Oknum Guru di Siswa SMPN 3 Kota Kupang

RADARNTT, Kupang – Desas desus yang menerpa  SMPN 3 Kota Kupang bukan hanya berkaitan dengan pungutan PPDB saja namun disinyalir adanya praktek jual beli buku mata pelajaran Kurikulum 2013.

Berdasarkan investigasi dilakukan awak media, berkaitan informasi serta bukti yang diberikan orang tua murid kepada RADARNTT terdapat 12 buku yang dijual oleh beberapa oknum guru SMPN 3 Kota Kupang.

Buku-buku tersebut antara lain : 1. Ilmu Pendidikan Alam Terpadu, kelas VIII, Kurikulum 2013. 2, PPKN untuk SMP/MTS kelas VII, semester I, Kurikulum 2013. 3, Bahasa Indonesia, untuk SMP/ MTS kurikulum 2013. 4. IPA untuk SMP/ MTS kelaa VII Kurikulum 2013. 5, Matematika, Referensi Bahan Ajar Pendidikan Karakter untuk SMP/MTS Kelas VII Semester II Kurikulum 2013. 6. Bahasa Indonesia Referensi Bahan Ajar Pendidikan Karakter, kelas VII Semester II Kurikulum 2013. 7, IPA untuk SMP/ MTS Kelas VIII, Kurikulum 2013 berbasis Pendekatan Saintifik. 8, IPA Referensi Bahan Ajar Pendidikan Karakter untuk SMP/MTS Kurikulum 2013, kelas VII semester II. 9. Bahasa Indonesia untuk SMP/MTS Kelas VII Semester 1, Kurikulum 2013 beroriebtasi Hots. 10, Matematika untuk SMP/MTS Kelas VII semester 1, kurikulum 2013 disempuenakan berorientasi Hots. 11, Bahasa Inggris untuk SMP/MTS Kelas VII Semester 1, Kurikulum 2013 disempurnakan

Harga buku yang dijual oleh beberapa guru bervariatif antara Rp.12.500 – Rp. 15.000.-

Kepada RADARNTT (Bento, Sandro, Mawar dan Bunga, nama samaran) siswa/i di SMPN 3 tersebut mengaku, “Katanya ibu dong (mereka) bilang beli pakai uang pribadi dengan harga Rp.12.500- Rp.15.000.-  Ibu dong (mereka) suruh beli buku LKS semua, harganya Rp.15.000 katanya ibu dong (mereka) pesan di orang baru suru katong (kami) membeli lagi. Demikian juga dikatakan Bunga dan Mawar yang menyatakan, hampir semua guru suruh beli karena kalau sonde (tidak) beli nanti semua mata pelajaran diambil dari buku-buku itu jadi semua suruh beli.

Kepsek SMPN Kota Kupang Mashud Bethan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, “Tidak pernah ada selama saya 4 bulan, saya berbicara dalam area saya menyangkut siswa beli-beli buku; tidak pernah ada dan itu saya larang kepada guru-guru semua. Saya bilang jika anda (para guru) melakukan tanggung jawab sendiri, itu saya sampaikan secara kelembagaan, saya bukan guru baru dan saya sudah 5 sekolah injak jadi soal beli tidak pernah ada.” (VH/SET/R-N)

Komentar

Jangan Lewatkan