oleh

FPR NTT Gelar Aksi Massa

Foto: Massa Aksi FPR NTT di Depan Kantor Gubernur NTT

RADARNTT, Kupang – Hentikan sekarang juga segala bentuk tindakan fasis dan rasis yang dilakukan oleh aparat sipil dan militer bersama ormas para militer terhadap rakyat Papua. Pernyataan ini disampaikan Koordinator aksi Orlando Orolalong saat Front Perjuangan Rakyat (FPR) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aksi mimbar bebas di depan Kantor Gubernur NTT pada Jumat (23/08/2019).

FPR NTT terdiri atas beberapa organisasi seperti FMN, ITA-PKK, AGRA NTT, OPSI NTT dan IPMALAYA. Aksi ini dilakukan sebagai respon solidaritas terhadap aksi penyerangan oleh Kepolisian dan TNI terhadap asrama mahasiswa papua di Surabaya, Jawa Timur pada 16 dan 17 Agustus 2019, juga di Malang dan diberbagai tempat lainnya.

Foto : Koordinator Aksi FPR NTT Saat Melakukan Orasi

Berdasarkan rilis yang diterima RADARNTT, FPR NTT menilai aksi pengepungan, terror, intimidasi dan penangkapan paksa oleh Aparat Keamanan beserta Ormas terhadap mahasiswa papua merupakan pelanggaran HAM berat dan perampasan hak-hak demokrasi rakyat. Selain itu, mereka juga melakukan tindakan rasisme dengan ujaran kebencian melalui kata-kata yang merendahkan dan melecahkan martabat rakyat Papua.

Akibatnya, aksi fasis dan rasis ini mendapat perlawanan dari rakyat Papua. Hal ini terlihat dari aksi demonstrasi besar-besaran di Manokwari, Sorong, Wamena dan berbagai kota lainnya di Papua dan diikuti di luar Papua. FPR NTT menyatakan bahwa rakyat papua telah mengalami penderitaan panjang sejak era Orde Baru dibawah kediktatoran Soeharto demi melayani kepentingan imperialisme, khususnya Amerika Serikat hingga dimasa pemerintahan Jokowi-JK.

Lanjut dalam rilis tersebut, rakyat Indonesia juga mengalami tindakan fasis yang sama, semakin meningkat seiring dengan dikte kebijakan neo-liberal yang melayani arus penanaman modal asing dan utang luar negeri bagi pembangunan infranstruktur. Namun semuanya itu merampok sumber kekayaan alam dan memberangus hak-hak demokrasi rakyat Indonesia. Akibatnya, penghidupan ekonomi rakyat Indonesia semakin memburuk, perampasan tanah meluas dimana-mana yang semakin menguatkan monopoli tanah, perampasan upah dan hak-hak demokratis terus ditindas menjadi kenyataan hidup sehari-hari.

Dalam Orasinya, Orlando Orolalong menyatakan “Mengutuk dan mengecam keras tindakan fasis dan rasis yang dilakukan aparat negara dibawah Pemerintahan Joko Widodo.” Bersamaan dengan hal tersebut, massa FPR NTT mengucapkan secara bersama-sama pernyataan sikap yang isinya sebagai berikut:

1. Hentikan sekarang juga segala bentuk tindakan fasis dan rasis terhadap rakyat Papua yang dilakukan aparat sipil dan militer beserta Ormas.
2. Usut tuntas, tindak tegas dan berikan hukuman setimpal para pelaku fasis dan rasis bagi tegaknya keadilan rakyat papua
3. Hentikan operasi militer di Nduga dan segala bentuk perampasan tanah dan sumber kekayaan alam di tanah Papua
4. Berikan dan jamin kebebasan berkumpul dan berpendapat sebagai hak demokratis universal rakyat Papua, termasuk hak untuk menentukan nasibnya sendiri. (NATHAN/SET/R-N)

Komentar

Jangan Lewatkan