oleh

Karyawan Tetap PT. IMB Diturunkan Jadi Karyawan Kontrak

Foto: Viktor Adoe, SE, Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Nakertrans Provinsi NTT

RADARNTT, Kupang – PT. Ice Maju Bersama Kupang menetapkan kebijakan baru dengan mengubah status karyawan tetap menjadi karyawan kontrak. Kebijakan tersebut disebut-sebut oleh manajemen PT. IMB Kupang berdasarkan keputusan dari PT. IMB pusat

“Ada aturan baru katanya dari pusat, dong (mereka) rubah surat kontrak lagi; Sonde (tidak) pakai karyawan tetap. 6 bulan kontrak baru, 6 bulan kontrak baru lai. Di Aice yang tenaga kerja tetap turun jadi tenaga kontrak. Orang PT lain tu tenaga kontrak diangkat menjadi karyawan tetap. Dong (mereka) PT. IMB Kupang terbalik, Demikian pernyataan Agus dan Omar (nama samaran-red) pada media ini (Selasa, 16/04/2019).

Perubahan surat kontrak tersebut bukan baru pertama kalinya dilakukan oleh PT. IMB Kupang. Kebijakan mengubah surat kontrak kerja sudah terjadi 3 tiga kali:

Periode pertama, Surat kontrak ‘Perjanjian Kerja ‘ sebagaimana yang dikutip dalam surat kontrak Yafred Odja pada bulan Oktober 2017 ditulis menggunakan dua bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Mandarin. Jangka waktu surat kontrak selama 1 tahun, terhitung sejak tanggal 1 Oktober 2017 – 30 September 2018. Pada periode pertama ini PT. IMB Kupang belum mendapatkan izin resmi dan baru pada tanggal 23 Februari 2018 Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu secara resmi mengeluarkan Surat Izin Perdagangan Besar ( SIUP-B ), Surat Izin Gangguan/SITU dan Tanda Daftar Perusahaan Perseroan Terbatas (PT)

Periode dua, beberapa salesman sebagaimana yang dikutip dari surat kontrak (Alex, bukan nama yang sebenarnya) yang bergabung di PT. IMB Kupang diberikan ‘ kontrak kerja karyawan [masa percobaan] selama 3 bulan masa percobaan; setelah masa percobaan berakhir kedua belah pihak tanpa keberatan dapat menandatagani perjanjian kerja yang resmi untuk jangka waktu 1 tahun. Apabila kinerja karyawan dinilai sangat baik oleh pihak perusahaan maka akan diangkat menjadi karyawan tetap dengan surat kontrak Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu [PKWWT]/kontrak karyawan tetap dan akan diberikan upah pokoh beserta tunjangan-tunjangan berupa uang makan, uang pulsa, uang transpotasi. karyawan yang mendapatkan surat kontrak kerja  PKWWT/karyawan tetap akan mendapatkan gaji pokok serta tunjangan-tunjangan sebagaimana terdapat pada pasal 4 No. 2 Tentang gaji adalah gaji pokok ditambah berbagai tunjangan-tunjangan : uang makan, uang pulsa dan uang transport. Di dalam Surat Kontrak ini memiliki kesesuaian dengan Peraturan Perusahaan (PP) Pasal 21 No. 2 dan 3.

Pada periode 2 ini, Peraturan Perusahaan telah diterbitkan pada tanggal 23 Februari 2018 setelah sebelumnya pada tanggal 23 Februari 2018 mendapatkan pengesahan Peraturan perusahaan (Baru) berdasarkan keputusan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT No.TKT.567/56/PHI-PK/III/2018.

Dalam surat kontrak milik Agus (bukan nama yang sebenarnya), karyawan yang sudah bekerja salesman 8 bulan ini mendapatkan surat kontrak untuk masa percobaan yang diketik menggunakan Bahasa Indonesia dan Mandarin serta mendapat upah pokok sesuai UMR sedangkan tunjangan-tunjangan disesuaikan oleh pihak perusahaan.

Melalui whatsApp pada 8 Mei 2019 pukul 00.30 malam, Agus menulis “Gaji UMR, Uang makan tidak ada, uang bensin juga kalo tembus target; kalo tidak tembus target berarti tidak dapat uang bensin, malahan dipotong dari gaji pokok.”

Sedangkan Driver sebut saja Omar, yang baru bergabung di PT. IMB Kupang pada bulan Oktober 2018 mendapatkan surat kontrak atau Perjanjian Kerja untuk waktu tertentu dengan jangka waktu 6 bulan dan ditulis menggunakan Bahasa Indonesia dan Mandarin, namun pada Tanggal 13 April 2019 diberikan addendum sebagaimana dikutip pada addendum pasal 1 No 3 (bahwa pihak perusahaan masih membutuhkan Driver selama 1 bulan).

Pada periode tiga, karyawan tetap diturunkan statusnya menjadi karyawan kontrak dengan jangka waktu kontrak selama 6 bulan.

“Ternyata niat dan maksud dari Perjanjian Kontrak yang baru adalah jika kita adalah karyawan kontrak maka saat di PHK ataupun resign; pesangon akan diberikan masa kerjanya 1 tahun walaupun kita sudah bekerja sudah 5 atau 10 tahun,” Demikian tulis Renol, karyawan PT. IMB Kupang di group WhatsAPP ‘Rukun Tetangga’ pada 20 April 2019.

Heny Setiawaty, Manager Branch PT. IMB Kupang saat dihubungi RADARNTT melalui whatsApp tidak berkomentar atas persoalan ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT melalui Viktor Adoe, SE, Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan saat dikonfirmasi Wartawan (Senin, 29/4/2019 ) mengatakan, “Surat kontrak yang berubah-ubah mungkin itu ada di Peraturan Perusahaan (PP), PP kan berubah bila ada revisi yang dilakukan pemerintah dalam hal ini katong (kami/ nakertrans provinsi-red); PP itu dilaksanakan lagi oleh di PT. IMB Kupang  sehingga berubah-ubah. Jadi yang dilihat itu komponen upah pokok berapa, tunjangan berapa (transportasi, komunikasi kalo sonde salah), ini kalo tidak dilaksanakan berarti dipotong; kalau yang dipotong pokoknya itu yang menjadi masalah.

“Faktanya tidak dipotong dan itu kemarin di atas rata-rata yakni mendapat dua juta rupiah,” pungkas Viktor. (VH/SET/R-N)

Komentar