oleh

Konfercab X PMII Kupang, Syarifudin Amri Resmi Terpilih

Foto: Syarifudin Amri Saat Berorasi Di Depan Gedung Kejati NTT Dalam Aksi Unjuk Rasa 

RADARNTT, Kupang – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kupang menggelar Konferensi Cabang Ke X di Asrama Haji Kota Kupang (05-08/Juli/2019) menghasilkan nahkoda baru dibawah kepemimpinan Syarifuddin Amri.

Adapun tajuk Konfercab X PMII Kupang yakni ‘Restorasi Kepemimpinan Melalui Pendidikan Kaderisasi, Sebagai Wujud Pengabdian Terhadap Negeri, Dalam Mencapai Insan Mujahid’

Syarifuddin Amri pria yang akrab disapa Amri berhasil terpilih untuk menahkodai PMII Kupang Periode 2019/2020.

Dalam pemaparan visi/misi Amri menjelaskan, hal pertama yang harus dilakukan oleh seluruh warga PMII yakni menanamkan jiwa- jiwa perjuangan dari pada anggota dan kader pergerakan mahasiswa Islam Indonesia cabang Kupang. kedua, menanamkan nilai-nilai dari pada ke PMII-an supaya kedepan tidak ambigu lagi terhadap pergerakan mahasiswa Islam Indonesia. Ketiga, menanamkan jiwa ideologi Al Sunnah Wal Jama’ah, ideologi nilai dasar pergerakan agar dijadikan sebagai landasan kebijakan serta pergerakan mahasiswa Islam Indonesia.

Lebih lanjut dikatakan Amri, “Karena PMII hadir bukan atas dasar ke-organisasian akan tetapi PMII hadir atas dasar kemaslahatan masyarakat (kemaslahatan ummat) yakni nusa dan bangsa.

Ketua terpilih berharap, untuk kedepan PMII Kupang akan menjadi wadah aspirasi masyarakat, wadah untuk bagaimana masyarakat bisa menginformasikan kejanggalan yang ada dalam kesehariannya bahwa ada ketidakstabilan daripada pemerintah itu sendiri, sehingga ini yang menjadi tujuan utama kepengurusan periode 2019/2020.

PMII sebagai organisasi Kemahasiswaan Islam terbesar di Indonesia senantiasa menjunjung tinggi Islam ahlussunnah wal jamaah, supaya kader-kader PMII bisa menyalurkan hakikat dari pada ahlussunnah wal jamaah di Bumi Flobamorata.

Amri juga menyoroti persoalan pandangan PMII terhadap korupsi, kolusi dan Nepotisme yang semakin akut di Provinsi NTT .

Ketum terpilih PMII ini melihat persoalan korupsi di Nusa Tenggara Timur, sebagai perbuatan yang biadab. “Nah ini yang harus dicegah oleh generasi – generasi muda Provinsi NTT, khususnya PMII Kupang yang senantiasa masif dalam melakukan kontrol kebijakan pemerintah,” tegas Amri.

Seluruh kader PMII Kupang harus senantiasa peka terhadap tindak pidana korupsi di Provinsi NTT demi menyelamatkan daerah ini dari virus korupsi.

Kader PMII berpesan, bahwa Kejati NTT, BPK-RI Perwakilan NTT dan Kapolda NTT harus menjunjung tinggi asas integritas, profesional dan transparansi dalam menyelesaikan skandal korupsi di Nusa Tenggara Timur.

Karena korupsi ini dianggap merugikan negara, merugikan ekonomi masyarakat, sehingga kedepan akan terus berjuang untuk bagaimana membersihkan korupsi di Nusa Tenggara Timur.

Amri menegaskan, kebijakan pemerintah harus mengutamakan peningkatan ekonomi masyarakat, bukan peningkatan ekonomi kapitalisme lainnya.

Sehingga setiap kebijakan pemerintah akan terus PMII kawal dan kita kritisi, apabila kebijakan itu tidak pro atau tidak berpihak kepada masyarakat, ucapnya.

Hal lain yang disampaikan oleh Amri menyangkut persoalan radikalisme keagamaan di Provinsi NTT.

“Radikalisme keagamaan bagi PMII adalah suatu hal yang harus kita sikapi secara kolektif kolegial, artinya tugas kita secara bersama. Sehingga PMII senantiasa melakukan pendidikan kaderisasi dan regenerasi kader guna melahirkan kader pion dalam memberikan contoh dakwah moderat dan pluralisme di Nusa Tenggara Timur,” ungkapnya.

PMII Kupang juga menjawab kebutuhan generasi milenial. Strategi PMII cabang Kupang dalam menjawab kebutuhan generasi milenial pada hari ini karena organisasi pergerakan mahasiswa Islam Indonesia mengemban amanah untuk bagaimana mendidik anak-anak bangsa khususnya generasi milenial tentunya melalui proses proses di PMII dengan titik-titik untuk kemaslahatan umat, sehingga PMII kedepannya akan menyelenggarakan beberapa aqidah-aqidah yang memang untuk menanamkan jiwa jiwa leadership atau kepemimpinan  di Provinsi Nusa Tenggara Timur, serta diharapkan pergerakan mahasiswa Islam Indonesia sebagai kader yang terdidik di pergerakan yang mempunyai ideologi Islam ahlussunnah wal jamaah, yang mengajarkan tentang toleransi, yang mengajarkan Islam moderat, sehingga sangat bangga ketika hidup di Nusa Tenggara Timur yang terkenal dengan nusa toleransi tinggi.

Amri menilai, Nusa Tenggara Timur ini mempunyai predikat toleransi tertinggi bukan hanya di Indonesia, tetapi telah mencapai tingkat dunia, sehingga kedepannya Nusa Tenggara Timur ini akan menjadi icon serta lokomotif dan contoh bagi daerah-daerah lain untuk konsep toleransi dan konsep sosial, konsep beragama, maupun konsep lainnya.

PMII sebagai organisasi kemahasiswaan tentu yang menjadi rumah besarnya adalah kampus.

“Mengantisipasi gerakan radikalisme keagamaan di kampus, di Nusa Tenggara Timur diambil langkah dan upaya yang harus dilakukan oleh PMII kedepannya. Tentu pergerakan mahasiswa Islam Indonesia harus mensterilkan kelompok radikal dimaksud, demi menjaga hubungan horizontal antar sesama anak bangsa di provinsi tercinta ini,” tutup Syarifudin Amri. (TIM/SET/R-N)

Komentar

Jangan Lewatkan