oleh

Malam Kekerabatan Pemuda Pemudi Kampung Alor di Kelurahan Naikoten 1.

RADARNTT, Kupang – Pemuda-pemudi Champar Crue, Kampung Alor Naikoten 1 mengadakan acara malam kekerabatan dengan tema “Cinta dan Persahabatan sejati.” Kegiatan ini dimaksudkan sebagai langkah bersama untuk menjalin relasi antar sesama guna menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan serta menjadikan pemuda-pemudi Kampung Alor berjiwa mulia serta memberikan dampak positif terhadap lingkungan sosial.

“Kami mengambil momen ini (Malam Kekerabatan) untuk menunjukkan kepada seluruh kaum muda-mudi sejatinya hubungan kekerabatan perlu dibangun dalam setiap sendi kehidupan baik dalam lingkungan keluarga maupun di masyarakat sehingga pada kesempatannya bisa menjadi contoh yang baik bagi kehidupan bermasyarakat,” ujar Marsiano Kaat (Jumat, 22/02/2019) pukul 19.00 malam.

Acara dibuka dengan tarian Lego-Lego yang dibawakan oleh bapak-bapak, ibu-ibu dan para pemuda pemudi. Tarian ini dilakukan dengan bergandengan tangan satu sama lain dengan tujuan untuk mengajak masyarakatnya bersatu membangun kampung, kota dan negeri.

Di samping para penari ada juga pemukul gong yang berfungsi untuk mengatur ritme nada yang akan digunakan untuk menghitung langkah penari, kemudian ada seorang laki-laki yang bernyanyi sekaligus mengucapkan pantun dan seorang lagi bertugas membagikan sirih pinang dan sopi sebagai simbol persatuan.

Di waktu yang sama Lois Oematan, Ketua RT 23/ RW 09 saat ditemui oleh RADARNTT seusai menari Lego-Lego mengatakan, ” Penyelenggaraan acara ini merupakan ide-ide dari pemuda-pemudi RT 25/ RW 09 dan RT 24. Lebih lanjut ia katakan, mereka mengadakan kegiatan malam kekerabatan ini supaya silahturahmi antara anak-anak, kaum muda-mudi dan orang tua bisa terjalin dan terikat dengan baik untuk melaksanakan program-program yang akan dicanangkan oleh pemerintah.

Ia berharap kedepan dari acara kekerabatan ini akan berlanjut ke acara-acara lain dengan bentuk yang berbeda seperti kegiatan gotong royong dalam lingkungan, acara sukacita maupun dukacita sehingga mereka dapat berpartisipasi, terlibat bahkan terikat didalamnya. (VINSEN/SET/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan